Author: Andy Setiawan

Oleh: Tri Prakoso, SH., M.HP (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – Pada awal Juni 2026, rupiah kembali memasuki ruang kecemasan. Nilai tukarnya bergerak di kisaran Rp17.000-an per dolar Amerika Serikat. Bagi sebagian orang, itu hanya angka pasar. Bagi ekonom teknokrat, itu gejala tekanan eksternal. Bagi pelaku pasar, itu sinyal volatilitas. Namun bagi rakyat, pelemahan rupiah adalah ancaman yang perlahan masuk ke dapur: harga pangan impor naik, biaya energi membengkak, ongkos produksi meningkat, subsidi tertekan, dan daya beli makin rentan. Ironisnya, pada saat yang sama, indikator makro tertentu tampak jinak. Inflasi masih berada dalam target. Pertumbuhan uang beredar atau M2 masih…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Di meja warung kopi, ketika asap rokok berpilin dengan aroma arabika, sebuah pertanyaan menggelitik dilemparkan ke tengah gelanggang: jika “keamburadulan” negeri ini bisa dikuantifikasi, berapakah angka yang pantas kita sematkan? Sebuah pertanyaan yang sekilas naif, namun sejatinya menuntut pertanggungjawaban ilmiah yang rigid atas rasa frustrasi kolektif yang selama ini hanya mengendap menjadi sinisme publik. Bukan perkara lazim dalam ilmu sosial menghitung “persen signifikansi” dari sebuah kekacauan dengan presisi matematis layaknya hukum fisika kuantum. Namun, jika kita memijakkan kaki pada konsensus para ilmuwan politik, ekonom institusional, serta sosiolog yang jernih memandang realitas, konklusi numerik itu menyeruak dengan…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Sejarah manusia adalah sejarah penaklukan. Kita pernah menaklukkan jarak dengan roda, menaklukkan kegelapan dengan api, dan menaklukkan ketidaktahuan dengan aksara. Namun, di tengah perjalanan peradaban, manusia menciptakan sebuah entitas yang awalnya diniatkan sebagai pelayan, tetapi kini justru bertransformasi menjadi ‘majikan tunggal yang mutlak: uang’. Sejak lembaran Kode Hammurabi mencatat praktik riba di Mesopotamia sekitar 3000 SM, hingga Thales memonopoli alat pemeras zaitun di Yunani kuno, benih-benih “predasi finansial” sebenarnya telah tertanam. Manusia menemukan cara spekulatif agar “uang bisa membiakkan uang” tanpa perlu memeras keringat di ladang riil. Nilai waktu diperdagangkan melalui bunga; risiko masa depan ditebak…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Sebuah Perenungan tentang Nalar, Keserakahan, dan Batas Ekologis Kekuasaan Bayangkan sebuah rimba yang lebat. Pikiran awam kita akan segera menunjuk harimau yang mengaum lantang atau singa politik yang gemar memamerkan taring di atas podium sebagai penguasa tertinggi. Namun, benarkah mereka berada di puncak rantai makanan? Di medan laga kekuasaan yang sejati, sejarah berulang kali membisikkan koreksi: top predator bukanlah ia yang paling bising, melainkan kekuatan hening yang memiliki hak prerogatif untuk mengatur siapa yang boleh berburu, kapan perburuan dimulai, di mana ladangnya, dan dengan aturan siapa. Ia adalah wujud dari ‘meta-kekuasaan’—sebuah kekuasaan atas kekuasaan itu sendiri.…

Read More

Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Tulisan ini terinspirasi obrolan Rocky Gerung di podcast Hersubenopoint  kemarin yang nyambung dengan artikel saya sebelumnya yang mengkritik kesenjangan kebijakan macro economic dengan kebutuhan penanganan serius sektor riil. Dalam ruang rapat berpendingin udara, ekonomi sering kali diringkas menjadi angka statistik yang steril: nilai tukar rupiah, kurva inflasi, atau grafik PDB. Namun di luar jendela kaca, ekonomi adalah urusan dapur yang kekurangan beras, tentang kecemasan jutaan orang tua yang menyaksikan tabungannya menguap, dan tentang runtuhnya fondasi sosial penopang republik. Hari ini, Indonesia berada di persimpangan jalan. Riuh rendah rumor politik mengenai pergantian Menteri Keuangan sebenarnya bukan sekedar…

Read More

Oleh: S. Alamsyah SURABAYAONLINE.CO – Danantara Indonesia sedang sibuk mempersiapkan penerbitan global bond. Nilainya sampai US$5 miliar atau sekitar Rp80 triliun. Ini besar. Dan yang menarik, skemanya pakai format 144A dan Reg S, plus senior unsecured notes di bawah program GMTN. Istilah-istilah ini memang akrab di pasar modal global. Saya coba jelaskan sederhananya dulu. GMTN itu singkatan dari Global Medium Term Notes. Intinya surat utang berskala global dengan jangka waktu menengah. Tetapi penerbitannya nggak harus sekaligus. Mereka bisa keluarkan sedikit demi sedikit tergantung permintaan pasar. Nah, yang bikin agak rumit adalah label senior unsecured notes. Artinya utang ini nggak punya…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Sebelum Nabi Muhammad Saw membawa risalah Islam di jazirah Arab, kaum musyrikin mempunyai tradisi apabila mereka melakukan tawaf adalah tanpa busana; Praktik ini didasari keyakinan sesat bahwa pakaian yang mereka kenakan saat melakukan maksiat tidak layak digunakan untuk mengelilingi Ka’bah. Mereka juga menganggap tawaf dengan bertelanjang berarti terlahir kembali dalam keadaan suci. Hal ini dibantah oleh Islam. Menurut syariat Islam, umat Islam dianjurkan mengenakan busana yang terbaik, bersih, suci dan menutup aurat setiap ke masjid. Secara spesifik dijelaskan dalam Al-Qur’an, surat Al-A’raf ayat 31 ALLOH berfirman:” Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid…….”…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – BRI Kantor Cabang Sumenep menegaskan bahwa proses lelang agunan nasabah yang menjadi pemberitaan di media telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Pemimpin Kantor Cabang BRI Sumenep, Ali Topan menjelaskan bahwa yang bersangkutan merupakan debitur dengan kolektibilitas macet dan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran kredit sesuai dengan yang telah diperjanjikan. “BRI telah memberikan surat peringatan kepada debitur sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku sebelum pelaksanaan lelang,” katanya, Kamis (4/6/2026). Dikatakan Ali Topan, pelaksanaan lelang merupakan bagian dari mekanisme penyelesaian kredit bermasalah yang dilakukan setelah mempertimbangkan status kolektibilitas dan riwayat pembayaran debitur, sesuai perjanjian…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH., M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) Bahasa sebagai Medan Pertempuran SURABAYAONLINE.CO – Dalam kosmos geopolitik, bahasa tidak pernah hadir sebagai entitas yang steril. Ia bukan sekadar susunan leksikal yang merangkai informasi, melainkan sebuah arsitektur kuasa yang rumit. Setiap diksi, setiap terminologi, adalah produk dari pertarungan kepentingan yang bertujuan untuk membingkai realitas, mendefinisikan kawan dan lawan, serta mengarahkan kesadaran kolektif. Bahasa dapat menjadi kabut epistemologis yang menyamarkan motif imperial, atau menjadi jaring halus yang menjerat imajinasi publik ke dalam suatu corong persepsi yang telah ditentukan. Di antara sekian banyak kata yang beredar dalam diskursus hubungan internasional kontemporer, satu istilah…

Read More

Oleh: Kusbachrul, SH (Advocate – Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – Dalam ruang perdebatan hukum yang kian terfragmentasi, status P21 (berkas perkara lengkap) yang ditetapkan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta atas perkara dugaan penyebaran berita bohong ijazah palsu Presiden Joko Widodo, dengan para tersangka Roy Suryo, dr. Tifa, dan kawan-kawan, membuka kembali luka lama republik ini: bahwa hukum bukanlah arena yang steril dari pertempuran ideologis, melainkan justru panggung tempat kuasa dan kepentingan saling berkelindan. Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno melontarkan tantangan terbuka, menyatakan kesiapannya untuk “belajar hukum acara pidana lagi” jika berkas tersebut dinyatakan lengkap. Tantangan ini bukan sekadar celoteh teknokratik…

Read More