SURABAYAONLINE.CO – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo terus mempercepat transformasi digital pelaku usaha mikro melalui pelatihan pemasaran digital berbasis Aplikasi SIMADU (Sistem Manajemen UMKM Terpadu). Program tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM di era digital.
Setelah sebelumnya digelar di Pendopo Kecamatan Tegalsiwalan, kegiatan diseminasi dan pelatihan kembali dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Kuripan, Kamis (9/7/2026), dengan melibatkan 45 pelaku usaha mikro dari berbagai sektor usaha.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran digital sekaligus pendampingan penggunaan Aplikasi SIMADU sebagai platform promosi, pendataan, hingga pemasaran produk secara terpadu.
Kepala Bidang Usaha Mikro DKUPP Kabupaten Probolinggo, Aditia Arya Guntoro, mengatakan Kabupaten Probolinggo memiliki potensi UMKM yang besar dengan beragam produk unggulan, mulai dari sektor pangan, kerajinan, hingga produk olahan hasil pertanian, perikanan, dan perkebunan.
“Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk lokal,” katanya.
Menurut Adit, perubahan pola konsumsi masyarakat akibat perkembangan teknologi informasi menuntut pelaku UMKM untuk mampu beradaptasi dengan memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran.
Ia menilai masih banyak pelaku usaha yang belum mengoptimalkan teknologi digital karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman mengenai strategi pemasaran berbasis digital.
Karena itu, DKUPP Kabupaten Probolinggo mengembangkan Aplikasi SIMADU sebagai platform terpadu yang mendukung proses pendataan, pembinaan, promosi, hingga pemasaran produk UMKM.
“Melalui pelatihan ini kami memperkenalkan fitur-fitur Aplikasi SIMADU sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar mampu memanfaatkan aplikasi sebagai media promosi dan pemasaran produk secara efektif,” ujarnya.
Melalui pelatihan tersebut, DKUPP menargetkan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam memahami konsep pemasaran digital sekaligus mendorong pemanfaatan SIMADU sebagai media pengembangan usaha yang mampu memperluas jangkauan pasar.
Dengan meningkatnya literasi digital pelaku UMKM, pemerintah daerah berharap produk-produk unggulan Kabupaten Probolinggo semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.
“Harapan kami, para pelaku UMKM tidak hanya memahami pentingnya pemasaran digital, tetapi juga mampu mengoptimalkan Aplikasi SIMADU untuk memperluas pasar, meningkatkan nilai tambah produk, dan mendukung percepatan digitalisasi UMKM di Kabupaten Probolinggo,” pungkas Adit.


