Author: Andy Setiawan

SURABAYAONLINE.CO – Di tengah derasnya arus informasi digital, reputasi bank tak lagi hanya ditentukan oleh kualitas layanan, tetapi juga oleh kecepatan dan ketepatan merespons isu publik. Menjawab tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat kapabilitas kehumasan di tingkat regional melalui program pendidikan akselerasi untuk meningkatkan kualitas komunikasi, pengelolaan media, dan mitigasi risiko reputasi di era kecerdasan buatan (AI). Program Pendidikan Akselerasi Kapabilitas Kehumasan yang digelar BRI Corporate University pada Rabu, 7 Oktober 2026 tersebut digelar di Kantor BRI Region 12 Surabaya. Program ini dirancang untuk membekali insan BRI di daerah dengan kompetensi komunikasi strategis agar mampu…

Read More

Oleh : Tri Prakoso, SH.,M.HP (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYAONLINE.CO – Pernyataan Dony Oskaria, Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, bahwa 52 persen dari 1.074 BUMN merugi sekitar Rp20 triliun per tahun, bukan sekadar rilis data keuangan. Di forum Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, angka itu disampaikan kepada publik, investor, dan manajemen BUMN. Karena itu, pernyataan tersebut perlu dibaca bukan hanya sebagai laporan, tetapi sebagai sinyal politik ekonomi. Ia mengandung pesan tentang krisis, tentang siapa yang berwenang menangani krisis, dan tentang arah kebijakan yang akan diambil. Dalam bahasa intelijen, ini adalah peringatan dini yang sengaja…

Read More

Oleh: S. Alamsyah SURABAYAONLINE.CO – Di negeri ini, kita terbiasa membungkus masalah dengan kalimat indah. Keberanian membuka borok sendiri adalah barang langka. Maka, ketika Dony Oskaria—Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN—berdiri di depan publik dan menyatakan bahwa 52% dari 1.074 BUMN merugi sekitar Rp20 triliun per tahun, itu bukan sekadar pernyataan. Itu sebuah terobosan kejujuran. Bandingkan dengan kebiasaan lama. Selama bertahun-tahun, narasi tentang BUMN hampir selalu identik dengan “kontribusi dividen,” “tulang punggung ekonomi nasional.” Tetapi tiba-tiba Menteri Keuangan (saat itu –sebelum ada Danantara) mengumumkan angka suntikan PMN dari APBN. Alias nombok terus. Kini, seorang pejabat justru membeberkan fakta…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – SDN 3 Bangunsari, Kabupaten Ponorogo, menggelar kegiatan edukatif yang memadukan edukasi gizi, kesenian tradisional, dan penghargaan bagi siswa berprestasi pada Kamis (23/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dan kecintaan terhadap budaya lokal. Puluhan siswa berseragam hijau-putih tampak antusias mengikuti rangkaian acara di halaman sekolah. Kegiatan tersebut meliputi edukasi gizi bersama maskot roti, pertunjukan kesenian tradisional Barongan atau Bujang Ganong, serta penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi. Dalam puncak acara, para siswa berprestasi menerima piala, sertifikat, dan goodie bag ramah lingkungan bertuliskan “I am Paper, Not Plastic.” Pemberian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa prestasi kerja adalah tolok ukur utama keberhasilan sebuah institusi. Di tengah dinamika politik dan ekonomi yang kerap diwarnai fitnah, penilaian terhadap kinerja tidak boleh dibangun di atas prasangka, apalagi kabar yang belum terverifikasi. Fitnah dapat lebih kejam daripada pembunuhan karena merusak nama baik dan kepercayaan publik. Karena itu, ukuran yang adil adalah hasil: apakah kinerja itu benar-benar mewujudkan layanan yang lebih baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kinerja adalah upaya untuk mewujudkan hasil. Hasil itulah yang seharusnya menjadi penilaian paling utama: baik atau tidak baik, berhasil atau tidak berhasil. Dalam konteks Kementerian…

Read More

Oleh: S. Alamsyah SURABAYAONLINE.CO – Sepekan ini linimasa media sosial dibanjiri topik seputar anomali saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Lalu pembelian saham BYAN oleh Haji Isam dengan harga diskon gede-gedean. Disusul teguran keras dari lembaga global seperti MSCI. Hingga dugaan adanya tekanan fundamental dari regulator terhadap pengusaha tertentu. Lalu, para kritikus mengangkat frasa ‘State Capture’. Alias adanya swasta atau kelompok kepentingan yang memengaruhi kebijakan. Akibat hubungan dekat penguasa dan pengusaha. Hingga melahirkan privilege tertentu. Minggu ini, –dalam konteks tersebut– yang paling menjadi tertuduh adalah pengusaha nasional Haji Isam. Tetapi saya ingin adil sejak dalam pikiran. Jujur melihat fenomena. Dan…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYAONLINE.CO – Keberanian sebuah negara tidak hanya diukur dari ketegasannya menghadapi kekuatan luar. Keberanian juga diuji ketika negara harus menertibkan kepentingan domestik yang selama bertahun-tahun menikmati ketertutupan, kelonggaran pengawasan, dan kedekatan dengan kekuasaan. Kedaulatan ekonomi akan kehilangan makna apabila hanya lantang menghadapi lembaga asing, tetapi ragu menyentuh sumber kerentanan di dalam negeri. Di titik itulah pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak takut kepada MSCI perlu ditempatkan. Pernyataan itu bukan mantra yang selesai pada retorika. Ia adalah undangan politik untuk menguji apakah negara benar-benar mampu menjalankan kedaulatan, bukan sekadar memproklamasikannya. Pernyataan…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Ada yang ganjil dan condong berbahaya dalam lanskap ekonomi kita hari ini. Jika Anda berjalan-jalan ke pinggiran kota atau kawasan penyangga metropolitan, Anda akan disuguhi pemandangan iklan properti mewah yang harganya membumbung langit. Tanah yang dahulunya adalah ruang hidup produktif atau resapan air, kini disulap menjadi gated community eksklusif dengan narasi gaya hidup yang direkayasa sedemikian rupa. Harga per meter perseginya dinaikkan secara eksponensial—bukan karena nilai utilitas atau produktivitas wilayahnya meningkat, melainkan karena intervensi psikologis dan manuver spekulatif para pengembang. Ini adalah bentuk telanjang dari valuation bubble. Kita sedang menyaksikan proses pemisahan (decoupling) yang makin tajam…

Read More

Anatomi Kebijakan, Regulasi Tangkap, dan Lumpuhnya Mekanisme Kontrol di Indonesia Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Ketika hukum mulai diubah bahasanya, dan batas antara kejahatan struktural dan kekhilafan administratif dikaburkan, di situlah republik sedang diuji. Bukan lagi oleh guncangan dari luar, melainkan oleh peluruhan nurani dari dalam sistem itu sendiri. Kalimat itu terasa semakin relevan ketika kita menelusuri wacana hukum, kebijakan sumber daya alam, dan mekanisme kontrol yang belakangan tampak kehilangan taringnya. Yang sedang berlangsung bukanlah sekadar perdebatan teknis tentang rumusan pasal, melainkan pertarungan sengit memperebutkan tafsir kekuasaan. Persoalan pertama bermula ketika definisi korupsi dijadikan medan pertempuran makna. Dorongan untuk meninjau ulang…

Read More

Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Heboh transaksi saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) baru-baru ini memper tontonkan drama yang sangat gamblang bagi kita semua. Bagaimana mungkin puluhan triliun rupiah saham berpindah tangan ke pihak Haji Isam dengan diskon fantastis hingga 80%, lalu dalam hitungan hari sang pemilik lama membeli kembali saham di harga empat kali lipat lebih mahal? Bagi publik yang awam, transaksi ini bukan sekadar janggal, melainkan sebuah petunjuk benderang tentang bagaimana financial engineering dan white-collar business administration bekerja di level tertinggi. Peristiwa BYAN menjadi cermin telanjang bahwa hari ini, uang untuk menghasilkan uang jauh lebih mendominasi portofolio ekonomi negeri…

Read More