Author: Andy Setiawan

Oleh: Rizal Haqiqi, Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya Ketika Pesantren Dipilih, Bukan Memilih SURABAYAONLINE.CO – DI sebuah senja yang basah di bulan Agustus nanti, ribuan kiai, santri, dan tamu-tamu agung dari seantero Nusantara akan bergerak menuju satu titik. Bukan ke hotel berbintang, bukan ke gedung megah, bukan ke stadion yang bergema oleh sorak-sorai politik. Mereka akan menuju ke sebuah pesantren tua di jantung Jombang, di tepian sungai yang telah menjadi saksi bisu lahirnya para kiai besar, para pejuang, dan para wali yang tak sempat tercatat dalam buku sejarah resmi. Pesantren itu bernama Tambakberas. Dan di sanalah, PBNU telah memutuskan: Muktamar…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Sejak dekade tujuh puluhan, kita telah dididik untuk menghafal sembilan bahan pokok (sembako) yang wajib ada di dapur demi menyambung hidup. Beras, gula, minyak goreng, hingga daging harus dipastikan aman pasokannya agar isi perut tidak bergejolak. Namun, di tengah peradaban modern sebuah negeri yang katanya menganut kedaulatan rakyat, formula itu rupanya sudah kedaluwarsa. Ada satu komoditas non-fisik yang diam-diam menyusup, menduduki peringkat teratas, dan bertransformasi menjadi “Bahan Pokok Ke-10″—yaitu hipokritisme (kemunafikan). Jika sembilan bahan pokok bertugas memberi nutrisi pada raga, maka bahan pokok ke-10 ini bertugas menjaga kelangsungan posisi, status sosial, dan gengsi. Tanpanya, roda kehidupan…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Ada masanya ketika hukum dibayangkan sebagai payung teduh yang melindungi jelata dari terik kesewenang-wenangan. Namun, dalam lanskap kekuasaan yang disokong pundi-pundi tanpa batas, bayangan itu menguap menjadi fatamorgana. Hukum tidak lagi tegak sebagai panglima; ia telah meliuk elastis, bermetamorfosis menjadi instrumen kekuasaan yang paling canggih sekaligus paling dingin. Di titik inilah, keadilan menjelma menjadi entitas yang paling ambigu: ia fasih merapalkan pasal, tetapi gagap mengeja kebenaran. Mari jujur berkaca pada ‘layar perak’, yang tak lain adalah ekstensi dari kegelisahan batin masyarakat. Sinema di era 1980-an, melalui “Hakim Sendiri” (1988) dan “Hakim dan Jaksa” (1985), merekam sebuah…

Read More

Oleh: S. Alamsyah SURABAYAONLINE.CO – Kata “revolusi” sedang laris manis. Kata ini ramai sekali di media sosial. Sering terdengar nyaring di tongkrongan anak muda. Kesannya sangat keren. Terasa sangat gagah. Banyak orang mengira ini jalan pintas menuju keadilan. Tetapi mari kita jujur sejenak. Berapa banyak dari kita yang tahu kejadian setelah revolusi selesai? Siapa yang akan membangun sistem baru setelah sistem lama hancur total? Ini bukan pertanyaan untuk membakar semangat. Ini pertanyaan yang sangat dingin dan teknis. Kita justru harus berani membahasnya sekarang. Jangan sampai kata revolusi hanya menjadi slogan kosong. Slogan yang terlihat gagah, tetapi sebenarnya menyimpan blunder yang…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – DI penghujung malam yang sunyi, ketika bintang-bintang mulai meredup dan fajar belum juga menyingsing, seorang hamba duduk sendiri di atas sajadahnya. Ia baru saja menyelesaikan shalat malam, dan kini ia tenggelam dalam lautan kontemplasi. Di hadapannya, kesunyian malam seakan berubah menjadi cermin yang memantulkan seluruh perjalanan hidupnya: masa kecil yang penuh tawa, masa muda yang penuh gejolak, masa dewasa yang penuh pergulatan. Semua berkelebat seperti kilat. Dan di tengah keheningan itu, dari kedalaman hatinya, sebuah suara melantunkan syair yang bukan berasal dari lisan, melainkan dari sirr—rahasia Ilahi yang tertanam di…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Pemkab Sidoarjo menggelar Rapat Koordinasi Tim Pemantauan Perkembangan Politik di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/7). Rakor dipimpin Bupati H. Subandi dan dihadiri DPRD, Forkopimda, serta BEM se-Sidoarjo. Bupati Subandi menegaskan tata kelola pemerintahan yang kokoh adalah kunci menjaga stabilitas daerah. “Sidoarjo punya peran strategis untuk Jatim. Kami komitmen wujudkan pemerintahan responsif dan kolaboratif bersama semua elemen,” ujarnya. Dalam rakor dibahas dukungan Pemkab terhadap program strategis nasional, khususnya Makanan Bergizi Gratis (MBG). Subandi menyebut program ini vital untuk membangun SDM sejak dini. “MBG butuh sinergi Badan Gizi Nasional, pemda, dan SPPG. Kualitas, keamanan pangan, dan ketepatan sasaran harus dijaga,”…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) XI dan Dirosah Ulya I GP Ansor di Pondok Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Selasa (7/7). Kegiatan bertema “Membentuk Pemimpin Gerakan Berintegritas, Berwawasan, dan Responsif” ini berlangsung 6–12 Juli 2026. Pesertanya adalah kader terbaik GP Ansor dari Aceh hingga Papua Barat. Pembukaan turut dihadiri perwakilan Pemprov Jatim, Bupati Mojokerto Gus Barra, jajaran PCNU, para ulama, serta Pengasuh Ponpes Bumi Shalawat KH. Agoes Ali Masyhuri. Mimik mengapresiasi kepercayaan kepada Sidoarjo sebagai tuan rumah. Ia berharap pelatihan ini melahirkan pemimpin muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan peka terhadap dinamika sosial.…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – DI sebuah zaman yang gelisah, ketika manusia berlomba-lomba meramal masa depan dengan data, algoritma, dan proyeksi, ada sebuah paradoks yang semakin tajam menganga: semakin banyak kita merencanakan, semakin dalam pula kecemasan kita. Kita hidup di era perencanaan yang paling canggih dalam sejarah peradaban—anggaran disusun bertahun-tahun ke depan, karier dirancang sejak bangku kuliah, bahkan jodoh dihitung dengan aplikasi dan kecocokan psikologis. Namun, lihatlah di sekeliling. Pernahkah manusia segelisah ini? Pernahkah kita begitu takut pada hari esok, begitu cemas pada hal-hal yang belum terjadi, begitu panik ketika rencana melenceng sedikit saja? Seorang…

Read More

Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.I. (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) Membuka Tabir: Di Mana Cahaya Itu Bersembunyi? SURABAYAONLINE.CO – DI tengah riuh rendah panggung politik yang semakin kehilangan kejernihan, di antara serpihan-serpihan pragmatisme yang mengoyak tenun kebangsaan, selalu ada ruang sunyi yang menolak untuk ikut gemuruh. Ruang itu tidak dihuni oleh para pemburu kuasa yang matanya berpendar setiap kali kursi diperebutkan. Ruang itu dihuni oleh para penjaga makna—orang-orang yang bekerja dalam diam, menyimpan cahaya, dan menolak untuk menyilaukan. Mereka bukanlah bintang di langit malam yang mencolok mata; mereka adalah mutiara di dasar samudra, yang hanya bisa ditemukan oleh para…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) Ketika Sebuah Metafora Menjadi Filsafat Sejarah SURABAYAONLINE.CO – Ada kalimat yang lahir sebagai ungkapan sederhana, tetapi usianya jauh melampaui yang mengucapkannya. Ia menolak dilupakan; ia berpindah dari satu kesadaran ke kesadaran lain, dari satu generasi ke generasi berikutnya, seolah memiliki kehidupan mandiri. Kalimat semacam itu bukan lagi sekadar rangkaian kata, ia berubah menjadi cara memandang dunia. Salah satunya adalah bisikan yang sering dikaitkan dengan pemikiran intelektual Indonesia, Soedjatmoko: “Ide punya kaki.” Sekilas, ungkapan itu sederhana, seolah lahir dari percakapan santai. Namun justru dalam kesederhanaannya tersembunyi filsafat sejarah yang amat dalam. Jika benar…

Read More