Author: Andy Setiawan

Jalan Sunyi Gus Gudfan, Kartu-Kartu Semesta, dan Masa Depan Nahdlatul Ulama yang Digantungkan Oleh: Nyi Deasy Arista Sari (Tarot Reader – Sekretaris Yayasan Satria Merah Jambu) Ketika Seorang Keturunan Wali Menolak Panggungnya SURABAYAONLINE.CO – ADA sebuah momen yang nyaris luput dari pengamatan publik. Di tengah riuh rendah spekulasi tentang siapa yang akan memimpin Nahdlatul Ulama di abad kedua, di tengah manuver-manuver politik yang semakin intens, seorang lelaki berdarah dua wali justru mengambil langkah mundur. Ia tidak berkenan dicalonkan. Ia bahkan menolak jika namanya masih tercantum dalam susunan pengurus. Di ruang-ruang tertutup, kepada sahabat-sahabat dekatnya, ia berbisik: ”Cukup. Aku sudah menyelesaikan…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH., M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) PROLOG: Narasi Sebagai Medan Pertempuran Politik SURABAYAONLINE.CO – George Orwell, dalam esainya yang termasyhur Politics and the English Language, menulis bahwa bahasa politik sering kali “dirancang untuk membuat kebohongan terdengar jujur dan pembunuhan terhormat.” Kalimat ini bukan sekadar satire terhadap totalitarianisme, melainkan peringatan abadi tentang bagaimana kata-kata dapat menjadi instrumen kekuasaan yang paling halus sekaligus paling mematikan. Di abad ke-21, peringatan Orwell menemukan relevansinya yang paling akut: demokrasi tidak lagi semata-mata dipertarungkan di kotak suara, tetapi di ruang redaksi, di linimasa media sosial, dan di setiap judul berita yang kita konsumsi…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – DI sebuah ruang digital yang tak pernah tidur, jutaan orang setiap detik memamerkan potongan-potongan hidup mereka. Foto liburan di tempat eksotis, video santap malam di restoran mewah, unggahan tentang promosi jabatan, hingga deretan mobil baru yang mengilap. Semua disajikan dengan satu tujuan yang jarang diakui secara jujur: mencari pengakuan. Kita hidup di era flexing, zaman ketika eksistensi diukur dari seberapa banyak like, komentar, dan pujian yang berhasil dikumpulkan. Di era ini, kesombongan telah menemukan panggungnya yang paling megah—dan sekaligus paling rapuh. Namun, jauh sebelum algoritma dan layar ponsel menguasai peradaban,…

Read More

SURABAYAONLINE.CO– Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember sukses menggelar Temu Alumni FISIP Tahun 2026 pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi, memperkuat jejaring alumni, sekaligus merumuskan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Temu Alumni FISIP Universitas Jember dikemas melalui Forum Tracer Study dan Stakeholder Engagement FISIP Universitas Jember, yang diselenggarakan bertepatan dengan KAUJE FEST 2026. Agenda tersebut dihadiri para tokoh nasional, sivitas akademika, serta alumni lintas angkatan yang berkumpul di lingkungan kampus FISIP Universitas Jember. Sejumlah tokoh alumni yang hadir antara lain Mohammad Taufik, Charles Meikiansah, Siti Zuhro,…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) 2026 pada Sabtu (4/7/2026) di Gedung ASEEC, Kampus C Universitas Airlangga, Surabaya. Forum tersebut menjadi momentum memperkuat peran intelektual Muslim dalam menjawab berbagai tantangan bangsa melalui penguatan riset, kolaborasi, dan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Mengusung tema “Meneguhkan Peran Intelektual Muslim sebagai Suluh Peradaban Inklusif dan Transformatif”, Muswil ICMI Jatim 2026 tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga forum konsolidasi pemikiran yang melibatkan akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, dan komunitas lintas agama. Ketua Steering Committee (SC), Prof. Annis Catur Adi, mengatakan tema tersebut menjadi panggilan bagi kaum intelektual…

Read More

Ketika Indomaret-Alfamart Menjadi “Sistem Saraf” Digital Bangsa Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYAONLINE.CO – Ada kejadian sepele yang barangkali tidak kita sadari signifikansinya. Seorang anak kecil membeli sebutir permen di Indomaret Merauke, Papua, pada pukul 10 pagi waktu setempat. Dalam waktu kurang dari satu detik, data transaksi tersebut melesat melewati ribuan kilometer kabel serat optik, menembus awan digital, dan tercatat sempurna di server pusat Menara Indomaret di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Jarak fisik yang membentang sejauh 4.000 kilometer seolah-olah lenyap. Hal yang sama terjadi pada seorang nelayan atau pekerja bangunan yang membeli kopi sachet di…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH., M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – ADA kalimat yang kita ucapkan berkali-kali dalam shalat. Justru karena terlalu sering diucapkan, ia kerap kehilangan getar batinnya. Kalimat itu pendek, hanya dua kata: Allahu Akbar. Kita mengucapkannya ketika memulai shalat, ketika berpindah dari berdiri ke rukuk, dari rukuk ke sujud, dari sujud ke duduk, lalu kembali ke sujud. Ia hadir seperti irama tetap dalam tubuh shalat, menjadi penanda gerakan yang begitu akrab di lisan namun seringkali asing di hati. Namun, apakah takbir hanya penanda gerakan? Apakah ia sekadar kode liturgis yang mengatur perpindahan tubuh? Ataukah ia sesungguhnya merupakan…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Di balik megahnya retorika politik menuju target Indonesia Emas 2045, sebuah ironi kelam melanda pilar utama pencerdas bangsa. Ruang Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi (MK) berubah menjadi panggung ratapan ketika para dosen tetap non-ASN membeberkan fakta memilukan perihal “kekerasan ekonomi” dan eksploitasi birokrasi yang mereka alami sehari-hari. Fakta persidangan yang mengungkap adanya pengajar tinggi yang terpaksa menarik ojek online hingga berjualan kue demi menyambung hidup ini memicu gelombang protes keras. Salah satu desakan paling lantang datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Surabaya Raya yang menuntut reformasi regulasi total atas tata kelola kesejahteraan akademisi di…

Read More

Sebuah Kajian Ideologis-Filosofis tentang Jati Diri Tentara Nasional Indonesia Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.T (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) Menggugat Kembali Kesadaran Kolektif tentang Hakikat Tentara Rakyat SURABAYAONLINE.CO – Sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia menyimpan satu kebenaran fundamental yang tak terbantahkan: Tentara Nasional Indonesia bukanlah institusi yang lahir dari dekrit kekuasaan, bukan pula bentukan kolonial yang diwariskan, melainkan manifestasi dari kehendak rakyat yang mengkristal dalam api revolusi. Pernyataan ini bukan sekadar romantisme historis, melainkan fondasi ontologis yang menentukan seluruh eksistensi dan arah pengabdian TNI hingga hari ini dan masa depan. Ketika Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945,…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Ada masanya ketika hukum dibayangkan sebagai payung teduh yang melindungi jelata dari terik kesewenang-wenangan. Namun, dalam lanskap kekuasaan yang disokong pundi-pundi tanpa batas, bayangan itu menguap menjadi fatamorgana. Hukum tidak lagi tegak sebagai panglima; ia telah meliuk elastis, bermetamorfosis menjadi instrumen kekuasaan yang paling canggih sekaligus paling dingin. Di titik inilah, keadilan menjelma menjadi entitas yang paling ambigu: ia fasih merapalkan pasal, tetapi gagap mengeja kebenaran. Mari jujur berkaca pada ‘layar perak’, yang tak lain adalah ekstensi dari kegelisahan batin masyarakat. Sinema di era 1980-an, melalui “Hakim Sendiri” (1988) dan “Hakim dan Jaksa” (1985), merekam sebuah…

Read More