Author: Andy Setiawan

SURABAYAONLINE.CO – Dewan Kesenian Surabaya (DKS) secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan/atau penggelapan atas sejumlah barang inventaris kesenian milik DKS ke Polrestabes Surabaya. Laporan tersebut telah diterima oleh Polrestabes Surabaya dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/1077/V/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur tertanggal 20 Mei 2026. Dugaan tindak pidana tersebut disangkakan berdasarkan Pasal 477 KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP. Pelapor, Chrisman Hadi, selaku Ketua Dewan Kesenian Surabaya, menjelaskan bahwa barang-barang yang dilaporkan hilang merupakan perangkat gamelan, alat karawitan, perangkat reog, jaranan, dan berbagai alat kesenian tradisional lainnya yang selama ini digunakan sebagai sarana pembelajaran seni dan budaya bagi masyarakat,…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Dalam hukum besi peradaban ekonomi modern, ada sebuah adagium lama yang tak pernah usang oleh waktu: “No trust, no deal.” Ketika sebuah negara mulai kehilangan kata-katanya, di sanalah pasar akan menjatuhkan vonisnya dengan sangat dingin—tanpa retorika, dan tanpa ampun. Beberapa pekan terakhir ini, kita disuguhi tontonan yang mendebarkan sekaligus mencemaskan di layar-layar monitor bursa keuangan kita. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok terjerembab, dan mata uang Rupiah limbung merana, merangkak mendekati zona psikologis yang mengkhawatirkan. Otoritas moneter dan lembaga keuangan sibuk berdebat di ruang-ruang sidang parlemen, mengerahkan segala jurus intervensi teknikal, seraya mengulang-ulang mantra usang bahwa…

Read More

Oleh: Front Bersama Rakyat, Pekerja Seni, Pemuda, dan Mahasiswa Surabaya EMPAT HARI YANG MENYINGKAP TABIR SURABAYAONLINE.CO – EMPAT hari. Hanya empat hari berselang setelah ratusan insan budaya menggelar unjuk rasa di depan Balai Pemuda pada 11 Mei 2026, Pemerintah Kota Surabaya justru menyerahkan Surat Keputusan dan melantik pengurus Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026–2029 pada 15 Mei 2026. Bagi mereka yang terbiasa membaca gestur kekuasaan, empat hari itu bukanlah jeda administratif biasa. Empat hari itu adalah pesan politik yang terang benderang: bahwa suara para seniman, suara para pekerja budaya, suara para pemuda dan mahasiswa—tidak memiliki bobot apa pun di hadapan kehendak…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Ibarat jaring laba-laba yang sulit dikenali dari kejauhan, jerat modern di era neoliberal dan digital ini bekerja bukan melalui kekerasan fisik, melainkan lewat kontrol algoritmik dan ilusi kebebasan. Di balik gemerlap panggung ekonomi digital, kita melihat pengemudi ojek daring sebagai wajah dari kelas baru yang rapuh, atau yang oleh ekonom Yanis Varoufakis diidentifikasi secara gamblang sebagai “digital serfs” (budak digital). Lelaki di atas motor itu secara eufemistik disebut “mitra”—sebuah label yang terdengar jauh lebih merdeka dan setara ketimbang sebutan “buruh”. Namun faktanya, ia adalah bagian dari 86,5 juta pekerja Indonesia yang terjebak di sektor informal per…

Read More

Oleh: Hadipras  Catatan Pengantar SURABAYAONLINE.CO – Tulisan ini merupakan sebuah ikhtiar yang disusun dengan corak akademis yang bersifat analitis-teoretis. Paparan di bawah ini menggunakan pendekatan sains eksplanatif guna membaca gejala sosial-politik kontemporer secara objektif. Analisis ini berpijak pada tiga pisau analisis utama dalam ilmu politik dan ekonomi-politik: Teori Pilihan Publik (Public Choice Theory) untuk membedah perilaku aktor negara, Konsep Klientelisme dan Pork-Barrel Politics (politik gentong babi) untuk menganalisis distribusi sumber daya, serta Teori Keamanan Otokratis (Autocratic Security) guna memahami dinamika ranah sipil. Tujuannya adalah memberikan pencerahan berbasis konsep demi memperkaya literasi publik secara logis dan ilmiah. Kritik Internasional Dunia internasional…

Read More

Oleh: Bismo Pratonggopati, SH (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – Ada sesuatu yang ganjil dalam tata ruang pendidikan tinggi kita. Selama puluhan tahun, kampus berdiri sebagai menara gading: bersih, tinggi, dan jauh dari hingar-bingar rakyat. Dari atas sana, para akademisi menulis tentang kemiskinan, meneliti tentang kelaparan, dan mengajarkan teori keadilan sosial. Namun di saat yang sama, desa-desa di sekeliling kampus tetap kekurangan akses pengetahuan, petani tetap miskin di tengah limpahan pangan, dan anak-anak sekolah tetap bergulat dengan gizi buruk yang menggerogoti masa depan mereka. Kampus hadir sebagai pengamat yang tajam tetapi pasif, sebagai penulis resep yang tak pernah turun ke…

Read More

Oleh: Albert Agung Wijaya, SH.,M.Han – Pengamat Pertahanan, Alumnus Pascasarjana UNHAN RI Seruan Aneh dari Negeri Gemerlap Emas SURABAYAONLINE.CO – Bayangkan sesosok pemimpin berdiri di hadapan 1,4 miliar rakyatnya, di negeri yang selama ribuan tahun memuja emas sebagai lambang kemakmuran, kesucian, dan cinta, lalu berkata: “Jangan beli emas selama setahun.” Begitulah kira-kira keanehan yang meruap dari imbauan Perdana Menteri India, Narendra Modi, pada pertengahan Mei 2026. Di tengah pusaran krisis Selat Hormuz yang dipicu perang AS-Israel melawan Iran, Modi meminta rakyatnya menahan diri dari membeli logam mulia itu—sebuah permintaan yang dalam kultur India setara dengan meminta sungai Gangga berhenti mengalir.…

Read More

Oleh: Hadipras  Catatan Pengantar SURABAYAONLINE.CO – Tulisan ini merupakan sebuah ikhtiar yang disusun dengan corak akademis yang bersifat analitis-teoretis. Paparan di bawah ini menggunakan pendekatan sains eksplanatif guna membaca gejala sosial-politik kontemporer secara objektif. Analisis ini berpijak pada tiga pisau analisis utama dalam ilmu politik dan ekonomi-politik: Teori Pilihan Publik (Public Choice Theory) untuk membedah perilaku aktor negara, Konsep Klientelisme dan Pork-Barrel Politics (politik gentong babi) untuk menganalisis distribusi sumber daya, serta Teori Keamanan Otokratis (Autocratic Security) guna memahami dinamika ranah sipil. Tujuannya adalah memberikan pencerahan berbasis konsep demi memperkaya literasi publik secara logis dan ilmiah. Kritik Internasional Dunia internasional…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Di sebuah panggung yang disinari lampu-lampu neon kemajuan, sedang berlangsung sebuah lakon yang tak kasat mata. Kita menyebutnya Korupsi 6.0—sebuah fase di mana pencurian tidak lagi dilakukan dengan linggis di tengah malam, melainkan dengan algoritma, regulasi yang rapi, dan senyum teknokrasi yang mempesona. Dalam ruang kedap suara yang dihuni para “Komprador”, wajah negara diubah menjadi komoditas. Di sini, pengkhianatan adalah mata uang yang sah. Sang Sutradara dan Meja Perjamuan Sang Komprador duduk di tengah, layaknya ‘Yudas’ dalam perjamuan terakhir, namun tanpa penyesalan. Tugasnya adalah menjadi makelar antara kepentingan global dan logistik kekuasaan lokal. Ia tidak menyentuh…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Sat Samapta Polresta Sidoarjo menggelar patroli siang di sejumlah objek vital untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Sabtu (16/5/2026). Patroli yang melibatkan personel Pamobvit ini menyasar lokasi strategis seperti tempat ibadah, Museum Mpu Tantular, hotel, perkantoran di Sidoarjo Kota, kawasan Safe n Lock, hingga pusat perbelanjaan. Fokusnya adalah mencegah tindak kriminalitas 3C, aksi premanisme, dan gangguan kamtibmas lainnya.[curat][curas][curanmor] Kasat Samapta Polresta Sidoarjo Kompol Yudhi Prastio mengatakan patroli rutin ini merupakan langkah preventif agar situasi tetap kondusif. “Patroli bertujuan memberi rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan di objek vital, pusat keramaian, perkantoran, perhotelan, dan wilayah rawan konflik,”…

Read More