Surabayaonline.co, – SAMPANG – Di bawah kepemimpinan visioner Direktur Utama Tamsul, PT Geliat Sampang Mandiri (PT GSM) kembali membuktikan keunggulannya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tangguh dan adaptif. Pada tahun buku 2025, PT GSM sukses mencatatkan performa finansial yang luar biasa dengan meraup laba bersih mencapai Rp2,71 miliar (Rp2.718.674.827).

Capaian gemilang ini disokong penuh oleh anak usahanya, yakni PT SSS yang menyumbang laba sebesar Rp2,67 miliar dan PT SMA sebesar Rp108,98 juta.
Gaya kepemimpinan Tamsul yang strategis dan berorientasi pada hasil terbukti mampu menyulap PT GSM tidak hanya sekadar bertahan, tetapi melaju pesat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Keberhasilan financial PT GSM di bawah komando Tamsul langsung dirasakan manfaatnya oleh Pemkab Sampang. Melalui Direktur Operasional Mukhlis, manajemen menyampaikan bahwa perusahaan membagikan total dividen sebesar Rp606,91 juta. Dari angka tersebut, Rp600,85 juta disetorkan langsung ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), sementara Rp6,06 juta dialokasikan sebagai dividen untuk pemegang 1% saham, Perumdam Trunojoyo Sampang.
“Tahun buku 2025 menjadi saksi komitmen kami. Laba yang diperoleh tidak hanya memperkuat internal, tetapi kami kembalikan secara nyata untuk kemajuan daerah melalui PAD. Ini adalah wujud tanggung jawab moral dan profesional kami,” tegas Mukhlis menyampaikan amanat manajemen, Senin (13/07/2026).
Di tangan Tamsul, pengelolaan keuangan PT GSM diatur dengan sangat presisi. Selain membagikan dividen, sela sisa laba sebesar Rp2,11 miliar dialokasikan sebagai laba ditahan untuk fondasi masa depan.
Dana segar ini disiapkan secara cerdas untuk dua agenda besar, dimana untuk penguatan Permodalan Internal untuk menjaga stabilitas bisnis.
Studi Kelayakan & Setoran Modal Awal Anak Usaha Baru, khususnya keterlibatan dalam Participating Interest (PI) North Madura II pada Sumur Hidayah—sebuah langkah strategis yang diprediksi akan menjadi ‘mesin pencetak uang’ baru bagi Sampang.
Tak berhenti di situ, diferensiasi dan penguatan juga menyasar anak usaha PT SSS. Dengan menyisihkan cadangan wajib dan alokasi laba ditahan, PT SSS disiapkan untuk naik kelas dari skala usaha kecil menuju perusahaan menengah.

“Langkah berani ini diambil agar PT SSS memiliki struktur modal yang kokoh, sehingga bisa bergerak lebih agresif, memperluas ekspansi bisnis, dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Sampang,” tambah Mukhlis.
Detail Rincian Pengalokasian Laba Tahun Buku 2025
1. PT GSM (Total Laba: Rp2.718.674.827)
Setoran PAD ke Pemkab Sampang: Rp600.850.600
Dividen ke PDAM Trunojoyo: Rp6.069.200
Laba Ditahan (Ekspansi PI Sumur Hidayah & Penguatan Modal): Rp2.111.755.027
2. PT SSS (Total Laba: Rp2.671.709.371)
Dividen ke PT GSM (99%): Rp2.149.992.277
Dividen ke PKPRI Trunojoyo (1%): Rp21.717.094
Cadangan Wajib PT SSS: Rp200.000.000
Laba Ditahan PT SSS: Rp300.000.000
“Untuk PT SMA, laba bersih sebesar Rp108,98 juta dialokasikan penuh untuk penguatan internal perusahaan dan belum menyetorkan dividen” pungkas Mukhlis.

Nakhoda kepemimpinan Tamsul di PT GSM membuktikan bahwa BUMD mampu mengelola bisnis secara profesional, transparan, dan berdaya saing tinggi. Rencana pembentukan anak perusahaan baru di sektor diversifikasi usaha dipastikan akan membuka puluhan lapangan kerja baru sekaligus melipatgandakan kontribusi PAD di masa depan.
Dengan fondasi permodalan yang kian gemuk dan arah bisnis yang presisi, PT GSM di bawah Tamsul makin mantap menahbiskan diri sebagai lokomotif utama penggerak ekonomi Kabupaten Sampang. (F-R)


