SURABAYAONLINE.CO – Lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, terus dipanjatkan. Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menggelar doa bersama sebagai bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar batin di tengah operasi pencarian yang memasuki hari keempat. Doa bersama digelar di Kantor PWI Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan dipimpin Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Seblak, Diwek, Jombang, Gus Bahar, dan dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim bersama sejumlah pengurus. Lima jurnalis yang hingga kini belum ditemukan yakni M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro…
Author: Andy Setiawan
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Malu adalah denyut nadi kesadaran timur. Ia bukan sekadar emosi sekilas, melainkan sebuah arsitektur kebudayaan yang mendefinisikan batas-batas diri, relasi sosial, hingga moralitas kekuasaan. Di Nusantara, malu adalah cermin yang selalu menangkap bayangan “orang lain”—sebuah fondasi etika yang membedakan kesadaran kritis dengan keserakahan. Namun, dalam lanskap politik Indonesia kontemporer yang diwarnai praktik bohong-membohongi, tunggang-menunggangi, dan tipu-menipu atas nama kekuasaan serta bertahan hidup, rasa malu perlahan tergerus. Ia mengalami dislokasi fatal: dari rem moral yang menahan syahwat politik menjadi sekadar komoditas pragmatis di dalam demokrasi yang abu-abu dan penegakan hukum yang suram. Membedah kehancuran etika politik ini…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Ada mual yang tak kunjung reda di dada kita hari ini. Ia bukan sekadar amarah yang membakar sesaat, melainkan kemuakan—sebuah akumulasi kejenuhan atas sandiwara politik yang memamerkan kebohongan, manipulasi, dan penindasan yang telanjang. Ketika penguasa menjadikan janji manis sebagai remah-remah penenang dan penderitaan rakyat sebagai biaya taktis pembangunan, kemuakan menjadi satu-satunya respons bernalar dari manusia yang menolak untuk terus dibodohi. Kemuakan ini bekerja persis seperti logika biologis dan psikologisnya: penolakan alami terhadap sesuatu yang beracun. Bedanya, racun kali ini menggerogoti tatanan kehidupan berbangsa. Kita menyaksikan bagaimana arsitektur demokrasi diruntuhkan dari dalam. Atas nama stabilitas dan retorika…
SURABAYAONLINE.CO – Polwan Jenggala Presisi Polresta Sidoarjo menggelar patroli ke sejumlah kawasan perkantoran di Kota Sidoarjo, Jumat (11/9/2026). Patroli dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Patroli dipimpin Iptu Susmiati dengan menyasar sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas pegawai dan masyarakat. Kehadiran personel kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pegawai maupun pengguna layanan. “Kami hadir memberi rasa aman ke pegawai dan pengguna layanan. Ini bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Iptu Susmiati. Dalam patroli tersebut, personel Polwan tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga berdialog dengan petugas keamanan dan masyarakat di sekitar perkantoran. Petugas memberikan…
SURABAYAONLINE.CO – Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Gedangan menggelar olahraga bersama di SMPN 1 Gedangan, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi sarana menjaga kebugaran sekaligus memperkuat komunikasi dan soliditas lintas sektor di wilayah Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. Olahraga bersama diikuti Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung Gede Putra Wisnawa, Danramil, Camat Gedangan, para kepala desa se-Kecamatan Gedangan, perangkat desa, kepala sekolah, hingga Kepala Puskesmas. Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung Gede Putra Wisnawa mengatakan, olahraga bersama tidak hanya bertujuan menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga menjadi momentum mempererat koordinasi antarinstansi. “Dengan tubuh sehat dan koordinasi solid, pelayanan ke masyarakat dan keamanan di Gedangan…
SURABAYAONLINE.CO – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polresta Sidoarjo memberikan pembinaan kepada siswa-siswi SMAN 3 Sidoarjo, Jumat (11/9/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus mendorong pelajar ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pembinaan dipimpin langsung Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Kompol Inggit Prasetiyanto bersama Ipda Hengki Nugroho dan anggota Sat Binmas. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan materi mengenai sejumlah persoalan yang berpotensi mengganggu masa depan pelajar, mulai dari kenakalan remaja, bahaya bullying atau perundungan, hingga paham radikalisme. Kompol Inggit menekankan pentingnya pelajar memahami aturan hukum dan mampu menjaga diri dari berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri…
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – SUATU pagi yang basah oleh embun, seorang lelaki tua berjalan pelan di tepi sungai. Langkahnya pendek-pendek, punggungnya mulai membungkuk, tetapi matanya masih jernih. Ia berhenti di sebuah batu besar, duduk, lalu meletakkan tangannya di atas dada. Ia tidak sedang berdoa, tidak pula bersemedi. Ia hanya merasakan. Merasakan detak jantungnya, merasakan napasnya yang keluar-masuk, merasakan kehangatan tubuhnya yang mulai renta. Di dalam keheningan itu, sebuah pertanyaan melintas: “Rumah apa yang selama ini aku huni? Siapa yang sebenarnya tinggal di dalamnya?” Pertanyaan itu bukan filsafat yang dingin. Ia muncul dari kedalaman tubuhnya…
Jangan Jadikan KADIN Sekadar Rumah Elite Bisnis Oleh: Tri Prakoso,SH.,M.HP (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYAONLINE.CO – Ada kekeliruan lama dalam cara kita memandang pengusaha. Di satu sisi, pengusaha sering dicurigai sebagai representasi kapitalisme, kerakusan modal, monopoli, bahkan oligarki. Di sisi lain, ketika negara membutuhkan pertumbuhan ekonomi, investasi, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, ekspor, inovasi, dan penerimaan pajak, orang yang sama tiba-tiba dipanggil sebagai “pahlawan ekonomi.” Kontradiksi ini memperlihatkan satu hal: Indonesia belum pernah benar-benar menyelesaikan kedudukan ideologis pengusaha di dalam Republik. Apakah pengusaha sekadar pencari keuntungan? Apakah ia bagian dari kelas kapitalis yang harus terus dicurigai? Atau justru merupakan salah…
Oleh: Ulika T. Putrawardana (Koalisi Alumni GMNI Jember) SURABAYAONLINE.CO – Konferensi Daerah (Konferda) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Timur di Nganjuk yang berakhir dengan kericuhan dan tindak kekerasan fisik bukanlah sekadar persoalan internal organisasi. Peristiwa berdarah ini telah menjelma menjadi persoalan moral, persoalan ideologis, dan persoalan hukum yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia adalah luka yang menganga di tubuh sebuah organisasi yang lahir dari rahim sejarah perjuangan bangsa. Ketika sebuah forum kaderisasi—yang seharusnya menjadi ruang suci bagi pertarungan gagasan, adu argumen, dan dialektika pemikiran—berubah menjadi arena kekerasan dan intimidasi, maka yang dipukul bukan hanya tubuh seorang kader. Yang…
Oleh: KusBachrul, SH (Alumni GMNI Jember) SURABAYAONLINE.CO – Ada yang terasa absurd sekaligus memalukan ketika sebuah organisasi mahasiswa yang dibesarkan oleh tradisi pemikiran Soekarno—Marhaenisme, demokrasi nasional, dan semboyan pejuang pemikir–pemikir pejuang—justru mempertontonkan kekerasan antarkader dalam forum internalnya sendiri. Konferda GMNI Jawa Timur di Nganjuk, September 2026, seharusnya menjadi forum politik-intelektual. Tempat gagasan dipertentangkan. Tempat laporan kepemimpinan diuji. Tempat kader membicarakan masa depan organisasi. Tempat perbedaan diproses melalui tata tertib, argumentasi, dan musyawarah. Tetapi yang muncul justru kericuhan. Sejumlah media memberitakan adanya korban luka, sengketa keabsahan peserta, dugaan intimidasi, dugaan politik uang, pengondisian suara, dan tudingan intervensi eksternal. Tuduhan terakhir tentu…

