Author: Andy Setiawan

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Di panggung politik hari ini, kita seperti sedang dipaksa menonton sebuah pertunjukan teater absurd yang berjalan tanpa naskah empati. Di satu sisi, layar kaca dan lini masa dipenuhi oleh riuh rendah agenda formal, selebrasi kekuasaan, dan rasa percaya diri yang berlebihan dari para elit. Namun di sisi lain, jika kita mau sedikit saja melonggarkan kerah baju dan turun ke warung-warung kopi atau pasar tradisional, aura yang terasa justru sebaliknya: sunyi, berat, dan penuh tekanan. Ekonomi makro sedang mengirimkan sinyal merah yang tak bisa disembunyikan. Rupiah babak belur dihajar dollar, IHSG rontok, dan daya beli masyarakat amblas…

Read More

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Sepertinya kita harus mulai sepakat bahwa di negeri ini, urusan kesehatan publik tidak ditentukan oleh laboratorium medis, melainkan oleh keanggunan lobi di meja makan para petinggi. Percakapan mengenai pembatasan kadar nikotin menjadi 1\mg adalah bukti paling paripurna tentang bagaimana sebuah kebijakan dirajut: satu tangan memegang kalkulator fiskal target 2027, tangan lainnya mencekik leher industri yang menyetor uangnya. Sungguh sebuah akrobat logika yang hanya bisa lahir dari kepala yang terlalu lama menghirup udara ber-AC. Namun, mari kita beralih ke panggung yang lebih megah, di mana lakon teatrikal ini dimainkan dengan sangat heroik. Bayangkan sebuah aula besar. Lampu…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Pada jajaran magerial dalam sebuah organisation, trust/ kepercayaan adahal yang yang mahal, maka sering sekali para pemimpin tidak munggu bukti, namun mereka mendesain untuk mendapatkan pembuktian tersebut. 7 cara yang lazim dipakai untuk mengukur loyalitas seseorang dalam korporasai tanpa disadari : 1. The fake crisis Sering mereka mendesain sebuah masalah palsu Tujuannya jelas bahwa untuk melihat apakah anda panik atau tetap berdiri tegak untuk menyelesaikanya 2. The golden least Anda diberikan kekuasaan, bahkan mungkin tanpa alasan apapun Ini bukan reward dari hasil & prestasi anda semata, namun kadang ini sebuah jebakan apakah anda menjadi berubah Ketika anda memiliki…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Sebuah balon udara ukuran raksasa berpenggerak panas api tiba-tiba jatuh di area perkebunan tebu milik seorang warga di Desa Pingkuk, Kecamatan Bendo, Magetan, Jawa Timur, Minggu (31/05/2026). Api yang melekat sebagai sumber tenaga pendorong balon, sempat membakar tanaman tebu yang mulai mengering. Beruntung sejumlah bocah setempat berhasil memadamkannya, sehingga api tidak membesar dan menjadikan petaka yang lebih membahayakan. Sejumlah bocah usia sekolah dasar yang tampil heroik itu, melakukan upaya pemadaman lahan tebu dengan caranya sendiri. Memukul-mukul api dengan daun tebu, sementara yang lain berusaha mencari air menggunakan timba. Dalam melakukan aksinya, para bocah itu sebenarnya mengaku merasa ketakutan…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Tujuh tahun silam, tidak pernah terbayangkan bahwa sebuah usaha minuman tradisional bernama Queen Dawet akan berkembang menjadi merek yang dikenal hingga mancanegara. Tidak lahir dari ruang rapat korporasi, tidak pula didukung modal besar atau investor berpengalaman, tapi justru dimulai dari tempat yang paling sederhana, yakni dapur rumah milik Sophia Ratnasari di Sidoarjo – Jatim. Skala usaha home-industri ini kini sudah masuk pasar Hong Kong dan sedang penjajagan ke beberapa negara tetangga. Saat itu, Sophia hanyalah seorang perempuan biasa dengan mimpi besar dan keberanian untuk memulai. Modal yang dimiliki sangat terbatas. Tidak ada mesin produksi moderen, tidak ada tim…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Bandara Soekarno-Hatta malam itu dipenuhi koper, doa-doa, dan wajah haru para calon jamaah umroh. Di antara rombongan itu, ada seorang wanita paruh baya bernama Bu Henny. Kerudungnya sederhana. Tasnya kecil dan sudah kusam di bagian pegangan. Sandalnya pun tampak murah dibanding jamaah lain yang sibuk memamerkan koper mahal dan parfum Timur Tengah. “Bu, koper umrohnya cuma satu?” tanya seorang ibu sambil tersenyum tipis. “Iya, Bu… seperlunya aja…” jawab Bu Henny pelan. Beberapa jamaah lain saling melirik. “Anaknya gak ikut nganter?” celetuk seseorang lagi. Bu Henny hanya tersenyum kecil. “Anak saya lagi kerja…” Jawaban itu dianggap biasa saja. Tak…

Read More

Oleh: S. Alamsyah SURABAYAONLINE.CO – Bayangkan sebuah kapal besar yang sedang menyusun peta pelayaran untuk mencapai daratan fiskal 2027. Di ruang navigasi, nahkoda dan tim keuangan sudah menghitung dengan cermat, berapa banyak muatan yang harus diangkut agar APBN tidak karam. Namun di geladak yang sama, kru lain justru sibuk melubangi lambung kapal. Inilah gambaran absurd yang tengah terjadi di tubuh pemerintahan kita saat ini. Saya mengamati dengan cemas benturan antara rencana penerbitan Permenko PMK tentang batas kadar nikotin 1 mg dan tar 10 mg dengan dokumen resmi Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Keduanya bukan sekadar berbeda…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Suasana halaman Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan tampak berbeda dan lebih semarak dari biasanya, Sabtu (30/5/2026). Ratusan murid dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Kyai Mudrikah Kembang Kuning berkumpul bukan untuk mengaji atau belajar di dalam kelas, melainkan untuk mengasah keterampilan memasak dalam kegiatan Cooking Class. Kegiatan luar kelas yang seru dan edukatif ini dirancang untuk memberikan pengalaman baru bagi para santri, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan hidup (life skill) yang sangat berguna di masa depan. Bukan Sekadar Memasak Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, menjelaskan…

Read More

Sebuah Pembacaan Filsafat Politik atas “States as Financiers” Oleh: Tri Prakoso, SH., M.HP (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) Ilusi Pasar, Kembalinya Sang Negara SURABAYAONLINE.CO – Peradaban modern hidup di bawah sebuah mantra sakral: bahwa dunia ditata oleh logos pasar. Mantra ini mengajarkan bahwa modal mengalir laksana sungai yang mencari lembahnya sendiri, dipandu oleh rasionalitas homo economicus yang dingin dan perhitungan risiko yang steril. Dalam kosmologi neoliberal ini, negara dicitrakan sebagai entitas parasitik—lamban, politis, koruptif—yang harus dipinggirkan agar mekanisme harga dapat bekerja dalam kemurniannya. Lembaga internasional dianggap sebagai penjaga netral tata tertib, dan utang lintas negara dibaca semata-mata sebagai jembatan teknis…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (Alumni FH Universitas Jember) KEMAKMURAN YANG BERTEMU BAYANG-BAYANGNYA SURABAYAONLINE.CO – DI tengah ingar-bingar perdebatan ekonomi kontemporer, terdapat satu narasi yang kian lantang bersuara: bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara adalah rupiah yang dirampas dari tangan warga produktif; bahwa stimulus fiskal tidak lebih dari operasi pencucian uang berlabel ilmiah; bahwa kemakmuran sejati hanya mungkin lahir dari interaksi sukarela antarindividu di pasar yang tak tersentuh tangan negara. Narasi ini, dengan retorika yang memukau dan kemarahan moral yang membara, telah memikat banyak pikiran yang lelah menyaksikan korupsi dan kroniisme. Namun di balik kesahihan empiris sebagian keluhannya, tersembunyi sebuah konstruksi…

Read More