Sambil Gendong Anak, Penjual Peyek Ini Kaget yang Beli Dagangannya Ternyata Bupati Gresik

SURABAYAONLONE.CO, GRESIK- Hima (36) sambil menggendong anak keempatnya Gerhana, buru-buru mendekati mobil dinas yang ditumpangi Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani di Mapolres Gresik, Senin (15/3).

Dia menawarkan lima bungkus keripik rempeyek kepada bupati, setelah apel kolaboraksi vaksinasi kedua di halaman Mapolres Gresik.

Melihat itu Gus Yani, sapaan akrab Bupati Fandi Akhmad Yani, langsung memerintahkan sopirnya untuk berhenti lalu membuka kaca mobil.

Orang nomor satu di Gresik ini langsung mengeluarkan dua lembar uang pecahan Rp 50 ribu, yang disodorkan ke Hima. Dengan cekatan ,Hima menyerahkan lima bungkus makanan ringan sambil menyodorkan uang kembaliannya. Namun uang ‘susjk’ itu ditolak secara halus oleh bupati.

Dengan tangan gemetar, Hima lalu memasukkan kembali uang kembalian itu ke dalam tas warna merah miliknya.

“Seneng, ndredek (berdebar) bisa ketemu Gus Yani. Alhamdulilah buat tabungan biaya anak pertama yang ingin mondok,” kata Hima (36), dengan suara masih bergetar..

Hima menuturkan, selama pandemi Covid-19 ini ia berjualan keripik rempeyek dengan berkeliling. Dan tempat yang menjadi tujuan tetapnya adalah Mapolres dan kantor Pemkab.

Keripik rempeyek yang dijualnya itu milik orang lain, ia hanya mendapat upah Rp 1.000 per bungkus bila laku.

Sehari, ia sengaja membawa 30 bungkus peyek, yang dijualnya Rp 6.000 per bungkus. Meski sudah terbilang murah, namun dagangannya dalam sehari tidak pernah habis terjual

Sedangkan suaminya seorang sopir, yang penghasilannya tidak menentu, akibat terdampak pandemi Covid-19.

Hima dan suaminya rela bekerja seperti ini, karena mereka berdua ingin anak sulungnya bisa melanjutkan pendidikan di pesantren.

“Anak sulung saya tahun ini lulus SMP, saya dan suami bertekad agar anak saya bisa melanjutkan sekolah di pesantren agar mendapat pelajaran agama yang lebih baik,” ujar Hima. (san)