SURABAYAONLINE.CO – PT Merdeka Copper Gold Tbk terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal melalui peningkatan fasilitas pendidikan, pemberian beasiswa, penguatan kapasitas guru, hingga pelatihan kerja di wilayah lingkar tambang Grup Merdeka.
Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Albert Saputro, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan masyarakat di sekitar wilayah operasional merupakan bagian penting dari investasi sosial perusahaan.
“Pendidikan adalah bagian penting dari investasi sosial perusahaan. Kami ingin masyarakat di sekitar wilayah operasional memiliki akses lebih baik terhadap pendidikan, keterampilan, dan kesempatan berkembang seiring pertumbuhan perusahaan,” ujar Albert.
Sepanjang 2025, program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan dijalankan di sejumlah wilayah operasional Grup Merdeka, mulai dari Banyuwangi, Gorontalo, Morowali, Konawe hingga Maluku Barat Daya.
Program tersebut mencakup pendampingan sekolah, penyediaan fasilitas belajar, beasiswa, pelatihan berbasis keterampilan kerja, penguatan kapasitas tenaga pendidik, serta pengenalan dunia industri bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat lokal.
Di Banyuwangi, anak usaha Merdeka, PT Bumi Suksesindo, meresmikan Rumah Pintar pertama di Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran pada November 2025.
Fasilitas tersebut menjadi pusat pembelajaran nonformal bagi pelajar di wilayah lingkar tambang dengan enam ruang kelas berpendingin udara, mushola, dapur, toilet, dan ruang UMKM. Program yang berjalan meliputi kursus komputer gratis dan kursus bahasa Inggris gratis bagi siswa SD dan SMP.
Sementara di Maluku Barat Daya, tambang tembaga Wetar yang dikelola PT Batutua Kharisma Permai dan PT Batutua Tembaga Raya menyalurkan beasiswa kepada 162 siswa dan mahasiswa dari enam desa sekitar wilayah operasional.
Program lainnya mencakup pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka bagi 33 guru, bantuan fasilitas sekolah untuk 800 siswa, serta dukungan honorarium bagi guru TK non-ASN.
Di sektor nikel, PT Merdeka Battery Materials Tbk melalui anak usahanya, PT Sulawesi Cahaya Mineral dan PT Merdeka Tsingshan Indonesia, juga menjalankan program penguatan SDM lokal.
Di Konawe, PT Sulawesi Cahaya Mineral menggelar mine tour bagi 90 guru dan tenaga kesehatan, memberikan beasiswa pendidikan tinggi kepada 97 mahasiswa, insentif bagi 48 guru honorer, serta pelatihan dasar dump truck untuk 16 pemuda lokal.
Sedangkan di Morowali, PT Merdeka Tsingshan Indonesia menggelar pelatihan dan sertifikasi operator excavator berbasis Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi warga lokal. Sebanyak enam peserta kini telah bekerja di kawasan industri Indonesia Morowali Industrial Park.
Di Gorontalo, tambang emas Pani yang dikelola PT Merdeka Gold Resources Tbk menggandeng Indonesia Mengajar dan Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui Program Pengajar Merdeka Pohuwato.
Program ini menempatkan empat pengajar selama satu tahun di sekolah sekitar wilayah lingkar tambang untuk memperkuat metode pembelajaran, manajemen sekolah, serta budaya belajar yang lebih aktif.
Selain itu, program pendidikan di tambang emas Pani menjangkau lebih dari 450 penerima manfaat melalui renovasi sekolah, bantuan perlengkapan belajar, dan kolaborasi bersama Universitas Hasanuddin untuk mengenalkan industri pertambangan kepada mahasiswa asal Pohuwato.
Albert menegaskan Grup Merdeka akan terus memperkuat program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri.
“Melalui pendidikan, pelatihan kerja, dan penguatan kapasitas masyarakat, kami berharap semakin banyak talenta lokal yang memiliki keterampilan dan kesiapan untuk berperan dalam pembangunan daerah,” katanya.
Melalui berbagai program tersebut, Grup Merdeka menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan yang kuat di seluruh wilayah operasional untuk membuka peluang lebih luas bagi masyarakat lokal di masa depan.


