SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Apes yang dialami oleh keluarga Aspal, warga Jalan Kedinding Lor Kemuning II. Belum selesai mempersiapkan pesta pernikahan putri pertama, anak keduanya jadi korban jambret.
Korban bernama KA (10). Dia menjadi korban jambret di tempat kejadian di Jalan Kedinding Lor Kemuning I. Handphone (HP) milik korban dijambret saat dirinya sedang dibonceng oleh F (12), teman satu kampong. Keduannya mengendarai sepeda listrik, Kamis (28/5). Hal itu disampaikan oleh Aspal, orang tua korban, saat ditemui di rumahnya, Jumat (29/5)
“Jadi pada malam itu saya bersama istri sedang ke rumah saudara untuk membagikan undangan pernikahan putri saya yang pertama. Saat pulang ke rumah, saya melihat putri kedua saya menangis. Ternyata habis kena jambret di Kemuning I,” ujar Aspal.
Sebelum aksi penjambretan, sebenarnya sudah dicurigai oleh KA dan F. Hal itu diungkapkan korban saat ditemui di rumahnya. “Jadi waktu itu saya akan beli seblak di Bulak Banteng. Sebelum berangkat saya curiga dengan orang yang mengunakan motor merah sambil rokokan. Saya curiga dia kok mutar-mutar kampung dan melihat saya terus,” cerita korban.
Karena curiga sehingga K memegang HPtangan kanan sambil menyembunyikan di dalam kaosnya. “Saya diboceng oleh F kemudian maling itu sempat berpapasan dan melihat HP saya. Ternyata maling itu putar balik di pertigaan gang dan tiba- tiba dari belakang dia menarik tangan saya yang pegang HP. Saya terjatuh. HP dibawa kabur dan dia ngebut. Saya lari mengejar tapi tidak bisa,” tambah K.
Aksi penjambretan terekam CCTV di 3 sudut. CCTV memperlihatkan pelaku mengunakan helm hitam tanpa kaca, kaos hitam lengan pendek, celana Levis biru dongker, dan sepeda motor Honda Beat merah putih dengan nopol M 5585 IA
Pihak Polsek Kenjeran telah melakukan oleh TKP dan mendatangi rumah korban. Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andrianto memberikan keterangan bahwa pihaknya sudah mendatangi lokasi.
“Info adanya korban jambret kami terima Jumat pagi. Saya memerintahkan anggota reskrim mendatangi lokasi dan mendata korban serta mencari bukti pendukung lainnya. Kami sudah mengarahkan korban agar melaporkan ke Polsek Kenjeran beserta bukti kepemilikan HP,” ujar Yuyus Andrianto.(*)


