PWI Sampang Lakukan Sosialisasi Kepada Kades Tentang Profesi Wartawan

SURABAYAONLINE.CO|Sampang – Berlatar belakang dari banyaknya keluhan masyarakat dan Kepala Desa (Kades) hingga Tokoh Masyarakat (Tomas) terkait perbuatan oknum Wartawan yang kurang professional dan tidak sesuai kode etik.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sampang menggelar agenda rutin, berupa pencerahan hukum dan kode etik jurnalistik di 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang.

Yang mana Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin PWI Sampang sejak tahun 2017 silam, mulai dari menggandeng pihak Kepolisan dan Kejaksaan.

Kali ini, PWI Kabupaten Sampang gandeng pihak kepolisian yakni Polres Sampang guna men sosialisasikan Pencerahan Hukum Dan Kode Etik Jurnalistik.

Ketua PWI Sampang Fathor Rahman menyampaikan, bahwa kegiatan ini dilakukan untuk melindungi Profesi Wartawan dari oknum yang kurang bertanggung jawab dan kurang profesionalisme.

“Kami cinta profesi ini, maka dari itu kami ingin melindungi marwah profesi kami dengan cara men social is as ikan kepada masyarakat cara membedakan wartawan yang professional dan bukan, sekaligus etika cara menghadapi mereka,” jelasnya.

Menurut mamang mainset masyarakat sudah mulai memandang jelek Profesi Wartawan akibat ulah oknum yang tidak professional tersebut.

“Maka dari itu kami bersama pihak Polres Sampang hadir ke setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Sampang guna memberi pemahaman kepada masyarakat terkait profesi kami ini,” tuturnya.

“Pihak kami bagian menjelaskan tentang jurnalistik, sedangkan pihak Kepolisian bagian hukumnya, mulai dari cara pengaduan terkait pemberitaan dan menghadapi mereka yang kurang profesional,” tukasnya.

Pun, PWI Sampang sengaja menyasar kalangan Camat hingga Kades, karena merekalah yang paling sering berkomunikasi baik dilapangan maupun di tempat kerja masing-masing.

Ditempat yang sama, Kapolres Sampang AKBP Arman juga sangat mendukung agenda tersebut, karena dirinya suka dan senang ketika melihat seorang Insan Pers bersikap profesional.

“Kami sangat mendukung sekali agenda ini, karena kami ingin dan mendukung pelaku media atau Insan Pers lebih profesional, kompeten dan juga memahami Kode Etik Jurnalistik,” pungkasnya. (bie).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *