Ini Strategi yang Disiapkan Sri Mulyani untuk Mendapatkan Kesetaraan Financial Bagi Perempuan

Surabaya Online – Saat ini kaum perempuan dirasakan belum mendapatkan kesetaraan financial.

Oleh karena itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyanpaikan lima strategi yang akan dilakukan pemerintah untuk mencapai kesetaraan finansial bagi perempuan.

“Pembangunan infrastruktur benar-benar dibutuhkan terutama untuk wilayah termiskin yang belum memiliki akses.” katanya

“Jadi kami meningkatkan anggaran agar dapat meningkatkan infrastruktur untuk koneksi internet,” kata Menkeu saat menjadi pembicara pada Women’s World Banking virtual conference “Call to Action : Reaching Financial Equality di Jakarta, Senin, 8 Maret 2021.

Pembangunan infrastruktur dibutuhkan karena wilayah geografis Indonesia besar dan untuk menciptakan kesetaraan tentu dibutuhkan akses yang sama.

Sedangkan strategi kedua, lanjut dia, mengalihkan program yang telah ada ke digital, sebagai contoh adalah program subsidi sosial yang ditransfer langsung ke rekening penerima.

Strategi ketiga adalah membangun tanggung jawab ekosistem dengan mengenali konsumen dan menerapkan pemindai kode batang atau kode QR

“Melalui cara ini, kenali pelanggan kemudian sistem QR yang disediakan oleh Bank Indonesia, lalu privasi perlindungan data,” tambah Menkeu.

Pemerintah juga akan memberikan literasi finansial supaya para perempuan dapat memahami digitalisasi.

Sedangkan strategi terakhir yang menurut Menkeu paling penting adalah menyiapkan kerangka hukum.

“Kerangka hukum yang disesuaikan dengan tantangan digital dan keamanannya.” ujarnya

“Saya rasa ini sangat penting terutama untuk perlindungan data konsumen karena kita melihat begitu banyak korban akibat digitalisasi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Menkeu mengakui bahwa perempuan masih kesulitan mengakses permodalan baik dari perbankan maupun lembaga keuangan, terutama saat pandemi covid.

Modal dengan tingkat bunga rendah dengan saat ini jumlah kliennya mencapai 28 juta meningkat dibanding sebelumnya 15 juta orang.

‌“Kami menggunakan situasi kompetitif ini untuk mengenalkan program yang memungkinkan perempuan mengejar ketertinggalan dan ini adalah salah satu yang terpenting,” pungkasnya.***