Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Ada masa di mana hukum diciptakan sebagai perisai bagi mereka yang lemah dan tak bersuara. Namun, dalam panggung sandiwara modern yang kita saksikan hari ini, kompas moral itu tampak telah berputar arah secara ekstrem. Hukum tidak lagi dirancang untuk memburu keadilan, melainkan diternakkan sebagai tameng imunitas bagi mereka yang kenyang oleh kekuasaan dan modal. Ada analisis yang mencemaskan terkait pengesahan regulasi baru seperti UU No. 4 Tahun 2026 yang menyisipkan pasal kebal hukum bagi instrumen keuangan tertentu, adalah proklamasi paling vulgar dari sebuah gejala psikopolitik yang akut: “Legalisme Otokratis”. Ketika sebuah instrumen surat utang negara diberi…
Author: Andy Setiawan
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Demokrasi kita hari ini sedang mengidap gejala amnesia massal, atau yang lebih buruk: sebuah pembodohan yang terstruktur. Setiap lima tahun, kita berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara, mengantre dengan harapan, lalu pulang dengan jari bertinta kelingking, merasa telah menunaikan tugas sebagai warga negara yang berdaulat. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa di balik panggung sandiwara pemilu yang bising itu, pilihan-pilihan kita sebenarnya telah disaring, dikemas, dan dimonopoli oleh sebuah entitas tertutup yang bernama kartel partai? Jika kita tidak segera mencerahkan diri dan terus pasrah menerima keadaan, kita akan selamanya menjadi penonton pemilu yang menyumbang suara, sementara negara dikelola…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Kekuasaan tidak pernah takut pada besarnya jumlah massa; mereka hanya takut pada satu tuntutan yang konsisten. Ketika energi rakyat habis dikuras oleh kebisingan isu yang sengaja dialihkan, demo megah itu pun berubah menjadi sekadar festival tahunan—ramai di jalanan, namun tetap mandul di hadapan kebijakan. Belakangan ini, jalanan kembali riuh. Mahasiswa turun ke jalan, klakson ojek online bersahutan, dan atribut berbagai organisasi masyarakat tampak memenuhi ruang publik. Semua bergerak membawa satu garis besar yang sama: mengkritik keras jalannya kekuasaan. Namun, jika kita cermat mengamati polanya, gerakan yang awalnya masif dan tampak solid ini sering kali perlahan gembos,…
Oleh: Garot Sundoro SURABAYAONLINE.CO – Jika ada seseorang bertanya,:” Bagaimana cara yang paling baik untuk menafsirkan ayat ayat Al-Qur’an?” Maka jawabannya adalah,:” Dengan menafsirkan satu ayat dengan ayat lainnya, karena makna suatu ayat yang terlihat samar dapat dijelaskan dengan ayat lain, jika kurang jelas maknanya, dapat dicari dalam hadits yang merupakan penjelasan tentang ayat ayat Al-Qur’an tersebut.” Abu Ja’far bin Jarir meriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas’ud pernah berkata,:” Demi Zat yang tiada TUHAN selain DIA, tidak ada satu ayat Al-Qur’an pun yang tidak aku ketahui untuk siapa dan dimana ayat itu diturunkan. Jika ada seseorang yang aku ketahui lebih tahu…
SURABAYAONLINE.CO – Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK) menjalin kesepahaman strategis dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Lancar untuk membangun kawasan olahraga sunnah yang terintegrasi. Proyek yang mencakup fasilitas memanah, berkuda, dan berenang ini diproyeksikan menjadi model baru pembangunan desa berkelanjutan berbasis wisata edukatif-religius dan ekonomi sirkular. Direktur Utama IBS PKMKK, Prof. Dr. KH. Achmad Muhlis, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pembangunan sarana fisik, melainkan ikhtiar membangun pusat peradaban yang menyatu dengan realitas sosial masyarakat. “Pesantren tidak dapat tumbuh sebagai pusat peradaban apabila hanya menjadi ruang belajar yang terisolasi dari realitas sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan tempat…
Sebuah Telaah Tentang Error Kecil dalam Tata Ruang Oligarki Oeh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Dalam ritus politik modern, ada satu dogma sekuler yang dianggap lebih keramat ketimbang pasal-pasal konstitusi: “Uang adalah pelapis kedap suara terbaik”. Kita telah lama dipaksa maklum—bahkan pelan-pelan menikmati—sebuah ekosistem di mana lembaran ratusan ribu di dalam amplop cokelat memiliki kekuatan metafisika. Ia mampu menyulap penjahat lingkungan menjadi pahlawan konservasi, mengubah tuna-etika menjadi negarawan, dan memoles politisi instan tanpa rekam jejak menjadi “pilihan murni rakyat”. Namun, bayangkan sebuah distopia mengerikan bagi kenyamanan para oligarki: sebuah momen langka ketika uang, untuk pertama kalinya dalam sejarah, mengalami disfungsi total. Sebuah…
Oleh: Kusbachrul, SH SURABAYONLINE.CO – ADA pemandangan yang ganjil sekaligus mencemaskan ketika sebuah peristiwa sebesar Kerusuhan Agustus 2025—dengan aspal yang terbakar, gedung dewan yang menjadi puing, dan darah mereka yang tak bernama mengering di jalanan—dijadikan semata-mata sebagai bahan baku bagi perumusan teori sosial baru. Bukan karena perumusan teori itu salah. Ilmu pengetahuan memang harus terus-menerus memperbarui diri. Tetapi ketika teori itu dibangun di atas fondasi yang secara filosofis rapuh dan secara ideologis tumpul, maka yang terjadi bukanlah pencerahan, melainkan pengaburan. Kita tidak menjadi lebih mengerti mengapa rakyat marah; kita justru semakin dijauhkan dari akar kemarahan itu sendiri. Tulisan ini hendak…
Oleh: Tri Prakoso, S.H., M.HP. (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYONLINE.CO – Ada saat-saat tertentu ketika pasar tidak lagi dibaca sebagai pasar. Ia berubah menjadi medan perang. Grafik saham yang turun tidak lagi dilihat sebagai akibat kombinasi suku bunga global, tekanan nilai tukar, profit taking, sentimen investor, defisit transaksi berjalan, atau kegelisahan terhadap arah kebijakan fiskal. Ia mendadak dibaca sebagai sandi. Ia dianggap jejak operasi. Ia ditafsirkan sebagai bukti adanya tangan tersembunyi yang sedang memainkan nasib sebuah bangsa. Dalam suasana semacam itu, lahirlah narasi yang keras, tajam, dan mudah menyebar: Singapura hanyalah cangkang Amerika Serikat; dana triliunan rupiah yang keluar…
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (Peneliti Yayasan Satria Merah Jambu) SURABAYAONLINE.CO – KITA menyaksikan sebuah adegan yang menggelitik sekaligus mengganggu. Di sebuah video berdurasi sebelas menit yang diproduksi dengan sangat rapi oleh Bloomberg, tampak sebuah wajan di atas kompor, tangan seseorang membolak-balik sesuatu, asap mengepul, minyak mendesis. Itu bukan tutorial memasak. Itu adalah metafora untuk pasar modal Indonesia. “Saham gorengan,” demikian istilah yang mereka gunakan untuk menggambarkan manipulasi harga saham di Bursa Efek Indonesia. Sebuah negeri berpenduduk 280 juta jiwa, pemilik peradaban maritim tertua di dunia, direduksi menjadi sekadar wajan berisi minyak panas dalam imaji media keuangan global. Tawa kita mungkin…
Oleh: Meimura SURABAYAONLINE.CO – Tanggal 16 Juni 2026, suasana di Galeri Dewan Kesenian Surabaya mendadak berubah. Bukan karena listrik padam, bukan pula karena ada pelukis yang mendadak menemukan warna baru yang belum pernah dikenal dunia seni rupa. Perubahan itu terjadi karena hadirnya seorang tamu yang akrab dipanggil masyarakat sebagai Cacak-e Arek Suroboyo. Namanya Cak Armuji. Sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, jabatan beliau memang nomor dua. Tetapi dalam urusan menyapa rakyat, banyak yang berpendapat beliau sering berada di nomor satu. Tidak sedikit warga yang merasa lebih mudah bertemu beliau dibanding bertemu petugas layanan pelanggan perusahaan telekomunikasi. Maka ketika Cak Armuji muncul…

