Author: Andy Setiawan

Oleh: Meimura SURABAYAONLINE.CO – Tanggal 16 Juni 2026, suasana di Galeri Dewan Kesenian Surabaya mendadak berubah. Bukan karena listrik padam, bukan pula karena ada pelukis yang mendadak menemukan warna baru yang belum pernah dikenal dunia seni rupa. Perubahan itu terjadi karena hadirnya seorang tamu yang akrab dipanggil masyarakat sebagai Cacak-e Arek Suroboyo. Namanya Cak Armuji. Sebagai Wakil Wali Kota Surabaya, jabatan beliau memang nomor dua. Tetapi dalam urusan menyapa rakyat, banyak yang berpendapat beliau sering berada di nomor satu. Tidak sedikit warga yang merasa lebih mudah bertemu beliau dibanding bertemu petugas layanan pelanggan perusahaan telekomunikasi. Maka ketika Cak Armuji muncul…

Read More

Oleh: Rizal Haqiqi (Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya) Cahaya yang Memeluk, Bukan Memukul SURABAYAONLINE.CO – DI sebuah masa yang telah lama berlalu, ketika ombak lautan Jawa masih menjadi satu-satunya jalan para pengembara, berlabuhlah kapal-kapal yang membawa sesuatu yang lebih berharga dari rempah. Mereka membawa cahaya. Cahaya itu bukan cahaya yang menyilaukan dan membutakan. Ia adalah cahaya yang lembut, yang masuk ke dalam relung-relung hati tanpa mengetuk pintu dengan keras. Ia adalah cahaya yang memeluk, bukan memukul. Cahaya itu bernama Islam, dan tanah yang menerimanya kelak disebut Nusantara. Hari ini, berabad-abad kemudian, kita mendapati sebuah istilah yang bagi sebagian telinga terdengar…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Menghadapi arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang kian masif, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, H. Khairul Umam, menekankan pentingnya adaptasi dunia pendidikan terhadap era Revolusi Industri 5.0. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Rabu (17/6/2026). Dalam pemaparannya di hadapan ratusan mahasiswa, legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pamekasan ini menjelaskan bahwa era Revolusi Industri 5.0 tidak sekadar berfokus pada kecanggihan teknologi, melainkan bagaimana menyelaraskan teknologi tersebut dengan humanisme dan pemikiran manusia yang mendalam. “Revolusi…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Suasana Aula Gedung Baru UIN Madura seketika pecah oleh gemuruh tepuk tangan dan gelak tawa ratusan penonton pada Senin malam (15/6/2026). Kemeriahan ini bersumber dari suksesnya pementasan drama. Salah satunya ialah berjudul “HAH” karya sastrawan legendaris Putu Wijaya, yang dibawakan dengan sangat apik oleh mahasiswa Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) angkatan 2023 Kelas B (Kelompok 2). Naskah “HAH” yang dikenal sarat akan kritik sosial namun dibalut dengan gaya absurd khas Putu Wijaya, berhasil dieksekusi dengan matang oleh para mahasiswa semester enam UIN Madura ini. Pementasan ini bukan sekadar tugas akhir mata kuliah Teater, melainkan unjuk bakat yang membuktikan kualitas…

Read More

Oleh H.S. Makin Rahmat, Wartawan Utama/ Tour Leader Haji-Umroh SURABAYAONLINE.CO – InshaAllah, Senin malam Selasa (15/16 Juni 2026) mengawali tahun baru Hijriyah, 1 Muharam 1448. Sebagai hamba beriman tentu harus yakin bahwa Allah SWT Sang Khaliq (Pencipta) mempunyai Kehendak terhadap para kekasihNya, para Nabi, Rasul dan hamba-hamba terpilih. Secara teknis, selain kemuliaan bulan Muharam, ada hari Asyura (10 Muharam) dipercaya sebagai peringatan atas anugerah, kemuliaan dan kehormatan yang diberikan Allah SWT. Menurut pendapat imam Badaruddin al-‘Aini dalam kitab Umdatul Qari’ Syarah Shahih Bukhari, juz 11, halaman 117, beliau menjelaskan, bahwa di hari ‘Asyura Allah SWT memberikan kemuliaan dan kehormatan kepada…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, S.H., M.HP. (Peneliti Yayasan Satria Merah Jambu) Sebuah Malam yang Menolak Riuh SURABAYAONLINE.CO – Ada malam-malam tertentu dalam lintasan kebudayaan manusia yang tidak diperlakukan sebagai waktu biasa. Ia tidak sekadar dilalui, tetapi dihormati. Tidak hanya dicatat dalam angka kalender, melainkan dirasakan sebagai peristiwa batin yang menggetarkan seluruh kesadaran. Bagi masyarakat Jawa, salah satu malam itu adalah Malam 1 Suro. Malam 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Jawa. Ia adalah malam ambang, sebuah threshold kosmis. Malam ketika yang lama perlahan ditinggalkan, sementara yang baru belum sepenuhnya hadir. Di sana, manusia berdiri di antara dua pintu: pintu…

Read More

Oleh: Kusbachrul, SH SURABAYAONLINE.CO – ADA sesuatu yang ganjil sekaligus menyedihkan ketika menyaksikan mahasiswa turun ke jalan dengan slogan “Indonesia Bangkrut.” Bukan karena turun ke jalan itu keliru. Sejarah republik ini justru berutang budi kepada keberanian mahasiswa yang berkali-kali menyelamatkan nurani bangsa—dari 1966, 1974, 1978, hingga puncaknya pada 1998. Yang ganjil adalah ketika kegelisahan sosial yang nyata—rupiah melemah, harga-harga menanjak, beban hidup kian berat—diungkapkan dengan bahasa pasar, bukan bahasa rakyat. Ini bukan sekadar soal pilihan kata. Ini soal cara berpikir. Dan di balik cara berpikir itu tersimpan tragedi intelektual yang telah berlangsung lebih dari setengah abad, namun jarang diakui secara…

Read More

Migrasi Konsumen, Beban Sosial, dan Kembalinya BBM sebagai Isu Ideologis Oleh: Eko Muhammad Ridwan SURABAYAONLINE.CO – Ada satu pelajaran lama dalam sejarah ekonomi politik Indonesia: harga bahan bakar minyak (BBM) tidak pernah sungguh-sungguh menjadi urusan teknis. Ia selalu menjadi urusan politik, urusan kelas sosial, urusan daya beli, bahkan urusan legitimasi negara. Setiap kali harga BBM bergerak naik, yang terguncang bukan hanya angka dalam tabel niaga Pertamina, melainkan juga rasa aman rumah tangga, kalkulasi pelaku usaha, psikologi pasar, dan kepercayaan publik terhadap arah kebijakan negara. Karena itu, kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, tidak boleh dibaca secara sempit sebagai sekadar penyesuaian…

Read More

Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.T. (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) SURABAYAONLINE.CO – Tiga angka yang tertera di laporan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 26 Mei 2026 seharusnya membuat kita semua berhenti sejenak, menatap cermin, dan bertanya: Apa yang telah kita lakukan terhadap anak-anak bangsa ini selama puluhan tahun? Rata-rata nilai Matematika SD: 42,41. SMP: 40,34. Dan hanya 9,67 persen murid SMP yang masuk kategori baik untuk Matematika. Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah jeritan sunyi dari ruang-ruang kelas yang telah lama kehilangan maknanya. Kita bisa saja menyibukkan diri dengan perdebatan teknis: apakah TKA lebih baik dari Ujian…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, S.H., M.HP. (Peneliti Yayasan Satria Merah Jambu) Di Tengah Riuh Dunia yang Retak SURABAYAONLINE.CO – Tidak pernah dalam sejarah peradaban, manusia memiliki begitu banyak informasi, namun begitu miskin kebijaksanaan. Tidak pernah pula manusia begitu mudah terhubung satu sama lain, namun merasa begitu kesepian secara spiritual. Kita hidup di zaman paradoks: teknologi berkembang melampaui imajinasi para leluhur, tetapi konflik sosial, polarisasi politik, perang geopolitik, krisis ekologis, dan krisis makna justru kian meruncing. Peradaban modern, dengan segala kemilaunya, sedang berjalan dalam sebuah ironi yang sunyi: ia semakin pandai menaklukkan dunia luar, namun semakin gagap saat berhadapan dengan dunia dalamnya…

Read More