Nawa Karsa Gus Yani Sukses, Di Bawean 29 Bayi Lahir Pulang Bawa Akte

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Rumah Sakit Umar Mas’ud di Sangkapura Pulau Bawean saat ini sudah memiliki 5 dokter spesialis.

Mereka terdiri dari dokter spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis bedah, spesialis dalam dan dokter spesialis kandungan.

Hal itu terungkap, saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berkunjung di rumah sakit yang dibuka tahun 2017 lalu, Rabu (9/6).

Dalam kunjungan tersebut, bupati yang biasa disapa Gus Yani ini bertemu dengan tenaga kesehatan termasuk dokter spesialis, yang tengah menjalankan program Kementerian Kesehatan RI maupun Program Dinas Kesehatan Propinsi.

Terkait kelangkaan dokter spesialis dan tenaga kesehatan lain, untuk mengisi formasi tetap di RS Umar Mas’ud, Gus Yani berencana akan mencukupi dari penerimaan CPNS dan P3K.

“Sebentar lagi ada penerimaan CPNS dan P3K, kami akan mengisi formasi dokter dan tenaga kesehatan. Untuk kemajuan rumah sakit dan pelayanan spesialis kepada masyarakat Bawean, kami berencana memberikan beasiswa khusus pendidikan spesialis kepada putera puteri Bawean, untuk bisa ditempatkan di rumah sakit ini,” katanya.

Saat di RS Umar Mas’ud , bupati juga mengunjungi pasien sambil menanyakan keluhan serta kekurangan layanan rumah sakit.

Saat di Poli Bersalin, bupati mengecek langsung program unggulan yang digagas dari Nawa Karsa 99 hari kerja.

“Bagaimana pelaksanaan Bayi Lahir Pulang Bawa Akte ?” tanya bupati kepada Direktur RS Umar Mas’ud, dr. Tony S Hartanto.

“Lancar pak, kam sudah menyerahkan 29 akte kelahiran. Namun masih ada 3 akte yang belum kami cetak, karena ada persyaratan pendukung belum dicukupi,” kata Tony.

Kepala Dinas Kesehatan Syaifudin Ghozali menambahkan l program
Bayi Lahir Pulang Bawa Akte, sudah mencetak dan menyerahkan 120 akte kelahiran. Sedangkan 60 lainnya sudah masuk aplikasi dan dalam proses.

“Tentang dokter spesialis definitif untuk RS Umar Mas’ud, kami berharap bisa dilaksanakan secepatnya. Meski demikian, kami tetap berusaha agar tidak ada kekosongan formasi dokter spesialis di RS ini meski hanya sebagai dokter penugasan program,” katanya. (san)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *