Kolam Pemancingan Sebagai Wisata Baru di Sidoarjo

SURABAYAONLINE.CO – Inovasi Anak muda ini patut di ajungi jempol Zahlul Yussar salaku anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Dari Partai Demokrat membuat suatu gebrakan ekonomi kerakyatan , Senin (3/5/2021) di Kantor Dewan Sidoarjo .

Inilah potensi desa wisata yang terletak diantara dua desa yakni  Desa Gempolsari dan desa Kalidawir Tanggulangin Sidoarjo. Wisata desa ini  memiliki potensi wisata kolam pemancingan ikan yang dikelola oleh kelompok masyarakat di dua desa ini . Letak objek wisata pemancingan dengan Desa Kali Dawir dan Gempolsari ini terletak di koridor jalan menuju ke destinasi Wisata Edukasi Yussar Stable menempatkan wisata kolam pemancingan terebut semakin strategis terutama sebagai daerah persinggahan (stopover area) para wisata yang akan berkunjung ke Yussar stable.

Kebijakan pengembangan kawasan pariwisata Desa Kalidawir dan Gempolsari sudah direncanakan  secara  terpadu  dengan  kegiatan  wisata di Sidoarjo . Dalam hal ini Kabupaten Sidoarjo  tidak berperan sebagai tujuan akhir pariwisata, tetapi lebih kepada peran sebagai tempat transit perjalanan  parawisata. Saat ini, kondisi infrastruktur objek wisata pemancingan tersebut yang masih minim belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara optimal.

 Kawasan pemancingan akan diperbaiki menyusul akses jalan setempat yang muali dipavingisasi sehingga memudahkan para wisatawan lokal untuk menuju ke tempat wisata pemancingan Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo bertujuan menganalisis dan mengetahui perkembangan kelompok usaha wisata kolam pemancingan.

Selain itu, bertujuan untuk mengetahui rumusan masterplan dan siteplan kawasan wisata pemancingan Desa yang sebelumnya terdampak luapan lumpur Lapindo yang masih produktif dan berkelanjutan dalam mengintegrasikan potensi Desa sesuai dengan urgensi kebutuhan masyarakat desa sehingga dapat menaikkan potensi ekonomi kerakyatan masyarakat desa setempat.

Pendekatan yang digunakan dalam mengembangkan kawasan wisata kolam pemancingan Yussar, terdiri atas pendekatan: Participatory Rural Appraisal (PRA), Integrated (Holistik) dan Long Term (berkesimbungan), Edukatif, Transparency (polliticallly accepted), Pro Bisnis (layak ekonomi), dalam rangka mewujudkan desa binaan kabupaten sidoarjo yang unggul berbasis pemberdayaan masyarakat desa.

Zahlul Yussar selaku pemilik kolam pemancingan ini menyerahkan sepenuhnya pengelolaan lewat kelompok desa  supaya potensi wisata di dua desa ini mampu bersaing dengan potensi wisata di daerah lain.

Kedepannya diharapkan dua desa ini bisa maju dengan adanya penambahan potensi wisata desa yang bisa terintegrasi dengan wisata desa yang telah ada terlebih dulu.(Rino Tutuko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *