FAMS Gelar Peringatan May day Tahun 2021 Secara Virtual

SURABAYAONLINE.CO, Sumenep– Salah satu oragnisasi massa demokratis sektor mahasiswa, Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) menggelar peringatan May day spek out secara virtual pada hari Senin 03 Mei 2021

Dalam kegiatan ini, FAMS yang juga tergabung kedalam One Billion Rising (OBR) nasional solidarity, bersama jaringan organisasi international yaitu, Indonesian Migrant Workers Union (IMWU), JBMI, Ganas Comunity Taiwan, IFN Singapura, Internatinational Migrant Alliance (IMA), APWLD dan jaringan organisasi buruh skala nasional, Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), KASBI, KSPSI

Mengusung tema, “Perkuat persatuan buruh dan rakyat untuk menuntut upah layak, tanah, kerja dan perlindungan sosial ditengah pandemi Covid-19 serta penerapan Omnibus Law,”.

May day ditetapkan pada1889, oleh federasi internasional dari kelompok sosialis dan serikat buruh menyepakati 1 Mei sebagai hari untuk menggalang solidaritas di kalangan pekerja.

Tanggal 1 Mei dipilih dalam rangka mengenang tragedi Haymarket Riot atau Kerusuhan Haymarket yang terjadi di Chicago, Illinois, Amerika Serikat dimana klas pekerja mampu menghapus sistem kerja panjang

Dalam orasinya FAMS yang diwakili oleh Arisya Dinda Nurmala Putri menyampaikan situasi umum masyarakat di Kabupaten Sumenep dimana terdapat sebesar 640.158 pekerjadengan rincian laki-laki 338.993, wanita 302.165, sedangkan pengangguran terbuka sebesar 14.187. sementara sector serapan tenaga kerja terbesar merupakan sector pertanian,

Sisanya pada sektor finance atau perbankan dan satu industri tembakau. Namun sektor serapan dominan tersebut masih dalam sistuasi corak produksi pertanian di Kabupaten Sumenep, masih terbelakang dan mayoritas pekerja di secktor tersebut putus sekolah

“Petani di Kabupaten Sumenep masih hidup dalam sistem monopoli input dan output produksi akibatnya, hingga kini masih jauh dari kata sejahtera, ” katanya. Senin 03/05/2021

Belum usai problem diatas, sektor pertanian mendapatkan potensi ancaman baru oleh rencana Pemerintah setempat melakukan eksplorasi pertambangan fosfat di 17 Kecamatan. Atas situasi itu kedepan pemuda mahasiswa dilapangan ekonomi dalam anacaman pengangguran akut dan akan menjadi santapan empuk lintah darat dengan menjadi cadangan tenaga kerja murah, dan memilih urbanisasi.

“Bagi pemuda dan masyarakat sumenep untuk keluar dari ketertindasan, kemiskinan akut yang sedang dialami, dan perampasan ruang hidup masyarakat dan kerusakan alam yang dipercepatn oleh skema pemerintah,” tandasnya

Dibutuhkan jaminan kemandirian terhadap sarana prasarana pertanian dan mampu berdaulat atas hasil produksi pertanian untuk terpenuhinya hak demokratis

“Reforma Agraria Sejati sebagai basis dari terbangunannya industry nasional yang kokoh dan mandiri agar Hak atas tanah, Upah dan kerja agar generasi kedepan terjamin masa depannya, ” tegasnya. Thofu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *