Bupati Gresik Minta Kades Libatkan RT RW Perkuat PPKM Mikro

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak seluruh kepala kelurahan (Lurah) dan kepala desa (kades) untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro, dengan lebih mengefektifkan para ketua RT dan RW.

“Tidak mungkin kita mengerahkan RT dan RW kalau desa tidak mendanai. Silahkan beli masker, handsanitizer, desinfektan bahkan pulsa untuk ketua RT dan RW guna kebutuhan koordinasi,” kata bupati saat Rapat Koordinasi Pelaksanaan dan evaluasi PPKM Mikro di Halaman Parkir Belakang Kantor Bupati Gresik, Rabu (28/4).

Didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah, seluruh Forkopimda dan Kepala OPD, Bupati Gus Yani menekankan kepada kades untuk meningkatkan peran RT dan RW dalam melaksanakan PPKM.

Memaksimalkan peran RT dan RW, ujar Gus Yani, sangat penting karena mereka yang paling tahu tentang kondisi warga.

“Bagaimana dia mau melaporkan ke pemerintah desa kalau tidak diberi pulsa ? silakan kades dan camat berinovasi, bagaimana covid itu bisa tertanggulangi tapi pertumbuhan ekonomi di desa harus jalan” tandasnya.

Tentang pengamanan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik, Bupati mengingatkan sebelum ke Gresik para PMI sudah diamankan sejak kedatangan di bandara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Di Bandara, PMI langsung dikarantina selama 2 hari. Kalau sakit langsung dirujuk ke rumah sakir, bila sehat diserahkan kepada Pemkot dan Pemkab. Untuk PMI asal Gresik langsung di arahkan ke Ruang isolasi di Gelora Joko Samudro (GJOS) selama 3 hari. PMI yang tidak melalui bandara, RT RW harus melapor ke kades atau camat” kata bupati.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengaku, sudah memerintahkan jajarannya di tingkat Polsek agar tidak mengendorkan PPKM.

Dandim 0817 Gresik Letkol Taufik Ismail juga telah memerintahkan Danramil dan Babinsa, untuk membantu tracing. Babinsa juga sudah diperintahkan untuk melaporkan PMI yang mudik.

Kajari Gresik menegaskan, agar Kades mempergunakan sebagian dana desa untuk kegiatan penanggulangan Covid.

“Kalau ada yang menakut-nakuti dan mengancam, tentang penggunaan dana desa untuk covid , aporkan ke kami” pinta Kajari Heru Winoto.

Kepala Dinas Kesehatan Syaifuddin Ghozali menyampaikan, saat ini Gresik masuk di zona oranye dan pada minggu sebelumnya ada di zona kuning.

Menurut Kadinkes, yang perlu diperhatikan adalah kepulangan PMI yang sejak Januari sampai April mencapai 300 orang lebih. Khusus bulan April saja, PMI dari luar negeri mencapai 193 orang.

“Meski test PCR saat pulang negative, tapi beberapa saat setelah di desanya ada yang positif dan sempat menularkan kepada yang lain” papar Kadinkes sekedar mengingatkan agar kades lebih berhati-hati. (san)