Pedagang Buah Pasar Kota Sambat Bupati

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Sebanyak 26 pedagang buah Pasar Kota Gresik, meminta Bupati Gresik untuk menata kembali penempatan los pedagang buah pada tempat yang lebih layak.

“Kami saat ini hanya beberapa yang aktif melakukan jual beli, karena tempat berjualan tidak layak. Tempatnya di belakang kumpul dengan pedagang ayam dan ikan. Para pembeli enggan ke stand kami, karena baunya yang tidak sedap” ungkap Matkasan salah seorang pedagang buah saat mengadu kepada Bupati Fandi Akhmad Yani di Ruang Gtaita Eka Praja, Kamis (22/4).

Para pedagang buah yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Gresik meminta agar diberi izin untuk menempati void (areal kosong) di tengah pasar.

Mereka juga meminta diijinkan pindah di tempat lain yang lebih terbuka, bahkan ada wacana diijinkan berjualan di luar.

Bupati Gus Yani yang didampingi Asisten II Lailatus Sa’diyah dan Kepala Dinas Koperasi Perdagangan Agus Budiono belum mengijinkan, pedagang buah pindah ke tempat yang bukan semestinya untuk berdagang.  

Bupati meminta Kepala UPT Pasar Kota, pedagang buah dan pedagang lain bersama P3G untuk berunding.

UPT Pasar kota diminta untuk lebih aktif dan inovatif, dalam melaksanakan tugasnya.

“Kepala UPT Pasar harus lebih membantu pedagang dan menyelesaikan semua persoalan di pasar. Anda juga harus berinovasi, bagaimana caranya pedagang pasar kota bisa ramai.” Katanya.

Terkait sejarah pembagian stand, Majid perwakilan dari P3KG menjelaskan, penataan stand di Pasar Kota Gresik prosesnya sangat panjang.

“Sejak terbakar pada April 2000 lalu, kami bersama pedagang dan pemerintah dibantu konsultan membagi stand bahkan sampai mengadakan undian yang disaksikan semua pedagang di GNI Gresik. Ketika itu, semuanya sudah sepakat.” Kata Majid.

Tentang keluhan pedagang buah, UPT Pasar, pedagang dan P3G akan mengadakan perundingan setelah sholat Tarawih malam hari ini (san)