Muhibbin, Akan Membangun Kewirausahaan Di Sejumlah Titik di Jawa Timur Melalui Kepemudaan

Surabaya Online – Sampai dengan awal 2021 pandemi Covid-19 belum juga bisa diatasi, hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Kinerja ekonomi yang melemah ini turut pula berdampak pada situasi ketenagakerjaan di Indonesia.

Nah dengan kondisi seperti ini, Drs. Muhibbin S.H. M.SI, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur, tidak ingin tinggal diam, dalam waktu dekat akan segera mengumpulkan organisasi – organisasi kepemudaan, untuk dijadikan triger (pencetus) untuk menggerakan sektor ekonomi.

“Kita tidak bisa memprediksi kapan Covid berakhir, nah apa kita harus berpangku tangan, kan tidak!” kata Muhibbin

Kemudian, Muhibin melanjutkan bahwa di sinilah peran pemerintah untuk hadir di seluruh lapisan masyarakat, untuk menjadi pemicu gerakan pemuda yang istilahnya saat ini adalah milenial, untuk berwira usaha dan mencipatakan lapangan kerja baru.

Dalam pelaksanaannya, akan disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada, “Apa yang harus dikerjakan? Kita tidak bisa memaksakan. Sudah bukan jamannya lagi kita memaksa kamu harus kerja ini kerja itu, karena mereka punya pemikiran dan punya keinginan ” tuturnya

Jadi dalam hal ini, pemerintah akan melihat potensi yang ada ditempat tersebut kemudian pemerintah tinggal mengedukasi , mengarahkan, dan memberikan solusi-solusi yang dibutuhkan oleh mereka.

“Jadi jangan sampai, di daerah yang kekayaan alamnya kopi, tapi pemudanya disuruh ngelas. bahasanya Bu Gubernur tidak nyekrup” kata Muhibbin saat ditemui di ruang kerjanya, 21 April 2021.

Dalam contoh kopi tersebut, maka dalam pelaksanaannya, pemuda didaerah tersebut akan diajari, cara menaman, cara merawat, memanen, memperbanyak produksi, memproses, mengemas, bahkan nantinya juga akan dibina caranya menjual.

Tidak hanya itu, nanti juga akan diperkenalkan untuk mendapatkan nilai tambah, “Contohnya di Sunenep, ada pemuda yang bisa mengekspor sabut kelapa ke China, kalo di Indonesia sabut kelapa untuk keset, tapi di China untuk pembuatan dashboard.” kata Muhibbin

Hartas yang mewakili organisasi pemuda, mengatakan bahwa siap untuk mengerakkan kurang lebih 30 ribu anggota seluruh Jawa Timur untuk mendukung program ini.

Lebih jauh, Hartas menyebut bahwa di organisasi yang ia pimpin, ada beberapa anggota yang sudah sukses dan bisa dijadikan pemicu sekaligus contoh untuk kewirausahaan, mulai dari batik, tepung serbaguna, ternak magot, budidaya porang dan pisang, cavendish, pembuatan herbal serbuk (kelor/moringa) dan lainnya.

“Namun, ada pula yang belum berhasil, karena adanya berbagai kendala, yang tentu butuh bantuan dari pemerintah.” kata Hartas

Lebih lanjut, Muhibbin menjelaskan, bahwa dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan pertemuan dengan perwakilan pemuda di 38 kabupaten dan kota se Jawa Timur, untuk lebih mendalami permasalahan yang ada pada bulan Mei 2021.(jay)