Bawaslu Gresik Lakukan Sampling Coklit

SURABAYAONLINE.CO, RESIK – Meminimalisir kecurangan dakam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Gresik yang akan dihelat 9 Desember 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengawal proses coklit (pencocokan dan peneliti) daftar pemilih hingga ke tingkat desa kelurahan.

Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi mengatakan selama tahapan coklit sejak 15 hingga 28 Juli 2020 pihaknya menemukan sejumlah kesalahan proses coklit.

Seperti Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap. Ada PPDP tidak meminta dokumen kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP),.

Juga ditemukan PPDP yang tak melakukan coklit ke rumah, tetapi hanya melakukan pendataan serta penempelan stiker saja.

“Ada juga coklit yang tidak dilakukan langsung oleh PPDP., tetapi dikerjakan orang lain atas suruhan PPDP yang bersangkutan. Atas temuan temuan tersebut, Bawaslu telah memberikan peringatan dan sanksi terberat adalah untuk coklit ulang,” imbuh Imron.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga M Syafi’ Jamhari, mengatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan membuat jadwal pengawasan secara sampling hasil coklit PPDP.

“Metodenya, PKD bersama Panwascam mendatangi beberapa rumah yang sudah selesai dicoklit oleh PPDP. Hal ini, untuk memastikan coklit betul-betul dilaksanakan secara benar dan sesuai prosedur protokol kesehatan,” imbuh dia.

Menurut Jamhari, sampling hasil coklit PPDP dilakukan di 18 Kecamatan sebanyak 232 Desa, 1.564 TPS dan 12.936 rumah. Jika nanti ditemukan ada rumah yang sudah ditempel setiker tapi tidak dilakukan oleh PPDP, maka patut dicurigai bahwa yang coklit bukan PPDP. “Sehingga, bisa direkomendasi untuk coklit ulang,” imbuh Jamhari. (san)