Goa Soekarno, Destinasi Wisata Baru di Sumenep yang Instagramable

SURABAYAONLINE.CO-Sumenep, atau Songen Nep dalam bahasa Madura, merupakan salah satu kabupaten di Pulau Garam yang punya pesona alam apik. Kabupaten yang punya 126 pulau ini punya banyak objek wisata kelas dunia seperti Gili Iyang atau Pulau Oksigen yang nomor dua dunia karena kandungan oksigennya atau pemandangan bawah laut cocok untuk snorkeling di Gili Labak.

Belakangan kawasan ini meluncurkan sebuah wisata anyar bernuansa alam bernama Goa Soekarno. wisata gua ini berlokasi di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Ikatan Wartawan Online Jawa Timur berkesempatan melakukan kunjungan keberbagai instansi pemerintah setempat termasuk tempat wisata baru bernama ‘GOA SOEKARNO’ yang berlokasi di Benteng Utara, Panaongan, Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Pemilik dan pengelola Goa Soekarno adalah Hairul Anwar, ST. MT termasuk salah satu Dewan Kehormatan IWO Sumenep yang dikenal cukup akrab dan dekat dengan para awak media khususnya mereka yang tergabung dalam IWO Sumenep.

Meski baru, sebenarnya keberadaannya sudah diketahui sejak lama oleh masyarakat setempat bahkan sempat dihuni seorang warga bernama Soekardi yang diketahui seorang penggemar berat Soekarno.

Pada tahun 2018 akhirnya keberadaan gua dipugar tanpa merubah kondisi asli seperti sejak awal ditemukan, kondisi gua hanya dipugar lantainya saja agar dapat dengan nyaman dikunjungi.

Foto bareng IWO Jatim dan IWO Sumenep

Tim IWO ditemui Kunti Adriama Najayanti selaku salah satu pengelola Goa Soekarno mewakili Hairul yang berhalangan hadir, Kunti menjelaskan sejarah dibangunnya Goa Soekarno tersebut.

Sesuai namanya, Goa Soekarno merupakan sebuah bentuk kekaguman pada Sang Presiden Pertama Indonesia. Dulunya beberapa pengagum Putra Fajar di Sumenep kerap menggelar diskusi tentang kehidupan beliau. Salah satunya lantas melukis wajah Soekarno di dinding goa.

“Nama Goa Soekarno diberikan karena Pak Soekardi itu yang sangat mencintai sosok Soekarno dan memang awalnya pernah menjadi penghuni Goa ini,” terangnya, Rabu (29/07/2020).

Goa berhiaskan gambar Sang Proklamator tersebut kini dibangun sedemikian ruphingga tampak menarik. Setelah rampung, dibuka sebagai tempat wisata dan menjadi salah satu destinasi andalan di Sumenep.

Goa Soekarno bisa ditempuh dengan menumpang mobil selama kurang lebih 45 menit dari pusat kota. Untuk sebuah destinasi anyar, aksesnya tergolong sangat mudah. Biaya masuknya pun sangat murah Rp 15.000.

Kearifan lokal

Saat masuk lokasi rombongan yang berada di nkawasan hutan jati, di pintu masuk rombongan disambut ladies team juga saat–semua pengunjung akan dilayani oleh petugas yang semuanya perempuan. Menurut pengunjung ini merupakan kejutan, apalagi petugas di kafe, menyapa pengunjung dengan keramahan khas Sumenep, senyum dan sapa yang lembut.

Sentuhan modern juga tampak di lokasi gua stalaktit dan stalagmit itu, Pengelola agaknya mengetahui betul selera kaum muda yang sangat peduli media sosial. Karenanya ada lampu yang dipasang sehingga pengunjung cukup mejeng dan hasilnya di media sosial instagram cukup wow.

FOTO:ISTIMEWA

Lampu tampaknya juga dikemas sedemikian rupa untuk menghilangkan kesan kumuh dan angker.

Goa Soekarno secara natural memiliki beberapa celah tempat masuknya sinar matahari. Spot ini kerap digunakan pengunjung untuk berfoto yang instagramable. Destinasi ini juga memiliki beberapa ruangan. Masing-masing seperti aula yang saling terhubung.

Dalam Goa Soekarno sendiri juga disediakan cafe dan live musik setiap harinya agar pengunjung dapat menikmati Goa dengan santai, bahkan bernyanyi.

Bagi pengunjung Goa Soekarno yang terletak di lahan seluas 5.000 m2 tidak ada larangan khusus, kecuali merokok dalam gua, dan pengunjung wanita sebaiknya tidak memakai celana pendek. Dan yang terakhir patuhi Protokol Kesehatan Covid-19.(*)