SAH : Veteran kota Surabaya Seharusnya Sejahtera dan Menikmati Hari Tua

Kehadiran Siti Anggraenie Hapsari (SAH) diterima dengan tangan terbuka oleh pengurus Veteran Surabaya, Jumat 24/7 di Jalan Mastrip no 24 Surabaya.

Kehadiran SAH di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya adalah untuk bersilaturahmi, mengenal lebih jauh serta mohon doa restu kepada para Veteran.

Acara dimulai dengan saling memperkenalkan diri satu sama lain, Brigjen Mar (Pur) Subagyo Rahmat, memulainya dengan sejarah berdirinya LVRI.

Subagyo menceritakan panjang lebar tentang sejarah LVRI, dimulai dari 10 November, dimulai Serangan Umum 11 Maret dilanjutkan dengan perjuangan Supriyadi, sampai dengan tanggal 10 Agustus 1949 yang oleh Presiden RI ditetapkan sebagai Hari Veteran,

Bahwa Veteran adalah kesatuan bersenjata semasa perjuangan tahun 1945, pejuang Trikora, pejuang Dwikora, maupun pejuang Timor Timur. Veteran dibedakan berdasarkan kurun waktu perjuangannya yakni Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dan Veteran Pembela kemerdekaan RI.

Subagyo mengatakan bahwa kondisi para Veteran saat ini telah berusia lanjut

“Pernah suatu saat, ketuanya sakit stroke, wakilnya sakit jantung, sekretarisnya sakit prostat, jadi waktu datang saya bingung, ini saya datang ke markas atau di rumah sakit ?” Ujar Subagyo yang membuat hadirin senyum trenyuh.

Bahwa selama ini meskipun dengan kondisi keterbatasan, Veteran tetap mensyukuri, “Veteran menerima dan bersyukur sebab nyawa saja siap diberikan, namun di usia lanjut ini, Veteran ingin menikmati hari tuanya” kata Subagyo

Untuk mengatasi masalah kesejahteraan dan kesehatan, Veteran Surabaya mempunyai program antara lain, pembinaan mental, seperti mengaji, pembinaan fisik, seperti olah pernafasan khusus, serta pengadaan barang konsumsi.

“Saat ada promo barang tersebut dibeli, kemudian dijual kembali, keuntungannya masuk kas” jelas Subagyo

Pemanfaatan uang kas tersebut adalah bilamana ada Veteran yang sakit atau meninggal dunia, karena tidak semua Veteran adalah orang yang mampu

“Bahkan sampai saat ini masih ada yang belum punya rumah” tukas Subagyo

Setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap langsung dari pelaku sejarah, SAH yang pada pertemuan tersebut memperkenalkan diri sebagai calon wakil walikota yang diusung oleh partai Demokrat untuk mendampingi Machfud Arifin (MA), merasa seperti kuliah (belajar) sejarah satu semester.

“Mendengar penjelasan tadi, Saya seperti kuliah satu semester” ujar SAH, Lebih lanjut SAH memyampaikan bahwa perlu kiranya bahwa warga masyarakat belajar sejarah secara langsung dari pelaku sejarah.

“Saat 17 Agustus, perlu rasanya, ada sinergi antara warga masyarakat tingkat RT RW, dengan tokoh pelaku sejarah, untuk menceritakan kilas balik tentang sejarah perjuangan Indonesia hingga merdeka” kata SAH

Menurut SAH dengan cara inilah jiwa kepahlawanan dan cinta tanah air bisa dipelihara.

Lebih jauh SAH mengatakan selayaknya di Surabaya ada relik (benda peninggalan sejarah) yang bisa digunakan untuk mengenang para Veteran dan untuk obyek wisata, sebagai kota pahlawan.

Menurut Subagyo, keinginan seperti yang disampaikan SAH itu sudah ada, dan Veteran Surabaya sudah membuat Maketnya.

“Sudah ada maketnya, yang kami namakan, Surabaya Veterans Memorial Park, yang mana disitu bisa digunakan untuk wisata dan tempat usaha, sehingga ada biaya untuk perawatan” kata Subagyo, Namun hingga kini Surabaya Veterans Memorial Park belum terealisasi.

SAH (dua dari Kanan) melihat Maket Surabaya Veterans Memorial Park

Menanggapi hari ulang tahun LVRI yang kurang 2 minggu lagi, SAH berharap LVRI tetap solid dan berharap pemerintah bisa lebih mensejahterakan para Veteran.

Dalam pertemuan ini, terungkap bahwa ternyata Veteran tidak memiliki kantor atau Gedung untuk pertemuan, bahwa selama ini Kantor Veteran masih menumpang di salah satu Gedung milik Dinas Sosial Surabaya.

Indra Wahyudi salah seorang tokoh masyarakat, sempat geram saat menanggapi Veteran Surabaya yang belum mempunyai gedung, Indra mengatakan bahwa “Bungtomo (Veteran -red) itu mengusir Penjajah betul ya ?, ini terbalik, setelah merdeka ganti pemerintah kota mengusir Veteran, dengan menerbitkan surat pengosongan”, Lebih lanjut Indra mengatakan selayaknya Veteran memiliki Gedung sendiri.

Gedung yang dimaksud adalah berada di Jl. Basuki Rahmat yang dulu sempat digunakan oleh BKR (sekarang rumah air  -red)

Secara terpisah SAH menyampaikan kepada awak media, bahwa Veteran telah berkonstribusi secara nyata, sudah seharusnya pemerintah memperhatikan kesejahteraan, perumahan, termasuk gedung untuk LVRI Surabaya.

@Jayadi