Risma Akan Galakkan Mal Tangguh Saat New Normal

SURABAYAONLINE.CO – Kota Surabaya telah mengeluarkan Perwali yang mengatur tentang new normal. Salah satunya terkait adanya mal tangguh. Lalu apa sesungguhnya mal tangguh tersebut?

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Irvan Widyanto mengatakan pemkot akan membentuk satgas di komunitas. Salah satunya di mal.

“Sesuai keseriusan Pemkot, yakni menyeimbangkan antara kesehatan dan ekonomi, kita membuat satgas. Dulu satgas sudah ada di Kampung Wani Jogo Suroboyo, sesuai Ibu Wali Kota sampaikan ada tempat ibadah tangguh, mal tangguh,” kata Irvan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (11/6/2020).

Menurut Irvan, mal memang akan buka saat transisi hingga new normal sudah diterapkan. Pihaknya telah menggelar pertemuan terbatas dengan 34 pengelola mal di Surabaya.

“Seluruh mal bersedia membentuk mal tangguh. Kita (Pemkot) lakukan supervisi. Kalau ada pelanggaran kita tindak dengan humanis,” jelasnya.

Selain itu, Irvan menyebut dalam perwali juga mengatur soal jumlah pengunjung mal. Kapasitas pengunjung dalam perwali new normal dibatasi 50 persen hingga 60 persen pengunjung.

“Perwali, ada pembatasan jumlah pengunjung 50 persen sampai 60 persen. Tanggung jawabnya ada di satgas mal tangguh masing-masing,” ujarnya.

Sementara Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, Sutandi Purnomosidi saat dikonfirmasi membenarkan adanya mal tangguh. Pihaknya juga telah menyediakan satgas yang bertugas di mal.

“Jadi kalau dikatakan mal tangguh, kami sudah berdiskusi. Mal tangguh ini artinya kita harus sadar menjalankan protokol COVID-19 yang ketat. Bukan hanya mewajibkan masker, bahkan ada cara-cara lain contoh di Tunjungan Plaza ada one way, di food court ada sekat antara meja agar tidak secara langsung berinteraksi,” kata Sutandi saat dihubungi detikcom via telepon.

Selain itu, Sutandi juga telah menyiapkan satgas yang bertugas selama mal buka. Untuk mal tangguh, ada batasan berapa suhu pengunjung yang diperbolehkan masuk.

“Kalau pengunjung di atas 37,3 sesuai aturan terbaru WHO tidak boleh masuk. Ada satgas sendiri yang menangani itu, tapi kita tidak menangani secara teknis kesehatan tetapi satgas itu untuk mengarahkan pengunjung untuk menuju puskesmas atau rumah sakit tertentu,” jelasnya.

“Sejauh ini satgas sudah ada sejak PSBB. Satgas tersebut dari security kita. Mereka akan mengawasi ketat dan menjadi penegak protokoler mal tangguh,” pungkasnya.(*)