Mariyadi SH MH Selaku Perwakilan Ahli Waris yang Sah Minta PDAM Gubeng Dikosongkan

SURABAYAONLINE.CO-Masalah lahan yang kini dipakai sebagai Kantor PDAM Surya Sembada Surabaya yang megah ternyata menyimpan persoalan. “Harusnya kantor itu dikosongkan,” demikian Mariyadi SH MH selaku Perwakilan ahli waris yang sah, Kamis (7/10).

Selanjutnya ia memaparkan bahwa lahan itu sebetulnya berasal dari tanah EV 11404 yang luasnya 21.297 m2. “Saya punya bukti kuat..tidak terbantahkan bahwa ada rekayasa terbitnya SGHB PT SG dan runtutannya,” papar Mariyadi.

Merunut sejarahnya, pada tahun 1926 terjadi pernikahan antara Soeradji dengan Ny Freda (peranakan Belanda) di Desa Curah Nongko Jember, Pasangan ini tidak dikaruniai keturunan. Pasangan ini kemudian mengangkat anak bernama Suyati. Disamping anak angkat adalah anak kemenakan dari Soeradji dan Nyonya (anak saudara laki-laki Soeradji dan anak saudara wanita Ny Freda.

Pada tahun 1930 Ny Freda meninggal dunia, Soeradji kawin lagi dengan dengan Ny Surati. Lalu pada 28 Maret1976 Soeradji meninggal dunia dengan meninggalkan harta sah milik almarhum yaitu:

– Rumah dan tanah di Jl Untung Surapati No 89 Jember
– Rumah dan tanah di Jl Bengawan No 22 Surabaya lebih dikenal dengan Losmen Sederhana,
– Rumah dan tanah di Jl Gubeng Masjid Pojok No 4A Surabaya EV 11404 dengan luas 48,700 m2

Namun sebelum Soeradi meninggal dunia telah memberikan wasiat (welingan) kepada Suyati pada tanggal 19 Oktober 1975 mengenai pembagian harta kekayaan sah milik Soeradji.

Setelah Soeradji meninggal maka terjadilah sengketa ahli waris antara Surati (istri Soeradji) dan Suyati anak angkat Soeradji. Dari sinilah kemudian tejadi gugat menggugat yang berlarut antara keduanya.

Dan saat terjadi sengketa itulah tiba-tiba PT SG mendapat SHGB. PT SG ingin menjadikan kawasan itu sebagai pusat perbelanjaan. Namu karena tak sesuai dengan peruntukannya maka tanah ex EV 11404 itu dijual ke PDAM Surabaya hingga kini.(*)