Oleh: Kusbachrul, SH SURABAYAONLINE.CO – ADA sesuatu yang ganjil sekaligus menyedihkan ketika menyaksikan mahasiswa turun ke jalan dengan slogan “Indonesia Bangkrut.” Bukan karena turun ke jalan itu keliru. Sejarah republik ini justru berutang budi kepada keberanian mahasiswa yang berkali-kali menyelamatkan nurani bangsa—dari 1966, 1974, 1978, hingga puncaknya pada 1998. Yang ganjil adalah ketika kegelisahan sosial yang nyata—rupiah melemah, harga-harga menanjak, beban hidup kian berat—diungkapkan dengan bahasa pasar, bukan bahasa rakyat. Ini bukan sekadar soal pilihan kata. Ini soal cara berpikir. Dan di balik cara berpikir itu tersimpan tragedi intelektual yang telah berlangsung lebih dari setengah abad, namun jarang diakui secara…
Author: Andy Setiawan
Migrasi Konsumen, Beban Sosial, dan Kembalinya BBM sebagai Isu Ideologis Oleh: Eko Muhammad Ridwan SURABAYAONLINE.CO – Ada satu pelajaran lama dalam sejarah ekonomi politik Indonesia: harga bahan bakar minyak (BBM) tidak pernah sungguh-sungguh menjadi urusan teknis. Ia selalu menjadi urusan politik, urusan kelas sosial, urusan daya beli, bahkan urusan legitimasi negara. Setiap kali harga BBM bergerak naik, yang terguncang bukan hanya angka dalam tabel niaga Pertamina, melainkan juga rasa aman rumah tangga, kalkulasi pelaku usaha, psikologi pasar, dan kepercayaan publik terhadap arah kebijakan negara. Karena itu, kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, tidak boleh dibaca secara sempit sebagai sekadar penyesuaian…
Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.T. (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) SURABAYAONLINE.CO – Tiga angka yang tertera di laporan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada 26 Mei 2026 seharusnya membuat kita semua berhenti sejenak, menatap cermin, dan bertanya: Apa yang telah kita lakukan terhadap anak-anak bangsa ini selama puluhan tahun? Rata-rata nilai Matematika SD: 42,41. SMP: 40,34. Dan hanya 9,67 persen murid SMP yang masuk kategori baik untuk Matematika. Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Ia adalah jeritan sunyi dari ruang-ruang kelas yang telah lama kehilangan maknanya. Kita bisa saja menyibukkan diri dengan perdebatan teknis: apakah TKA lebih baik dari Ujian…
Oleh: Tri Prakoso, S.H., M.HP. (Peneliti Yayasan Satria Merah Jambu) Di Tengah Riuh Dunia yang Retak SURABAYAONLINE.CO – Tidak pernah dalam sejarah peradaban, manusia memiliki begitu banyak informasi, namun begitu miskin kebijaksanaan. Tidak pernah pula manusia begitu mudah terhubung satu sama lain, namun merasa begitu kesepian secara spiritual. Kita hidup di zaman paradoks: teknologi berkembang melampaui imajinasi para leluhur, tetapi konflik sosial, polarisasi politik, perang geopolitik, krisis ekologis, dan krisis makna justru kian meruncing. Peradaban modern, dengan segala kemilaunya, sedang berjalan dalam sebuah ironi yang sunyi: ia semakin pandai menaklukkan dunia luar, namun semakin gagap saat berhadapan dengan dunia dalamnya…
Oleh: Hadipras SURABAYAONLINE.CO – Aku duduk di kursi plastik warung tegal menghitung nasi sepiring, tempe goreng sepotong dan segelas teh panas yang sudah diaduk empat kali supaya rasa manisnya merata—seperti janji para politikus Ada cicilan rumah yang terus menagih padahal rumah itu hanya jadi tontonan tetangga karena aku berangkat pagi pulang malam cuma bisa memandangnya dari luar, seperti memandang layar televisi “Apakah ini hidup?” tanyaku pada dompet yang semakin kurus “Atau hanya sekadar tidak mati?” Anakku minta seragam baru istriku mengganti beras dengan jagung ibuku berhenti berobat ke puskesmas katanya, “Biar Tuhan yang memulihkan” Di minimarket, ibu-ibu saling berpandangan lalu…
Sebuah Tinjauan Socio-Legal atas Permenkumham 49/2025 dari Perspektif Pelaku Usaha Migas Daerah Oleh: Tri Prakoso. SH.,M.HP. (Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah V Hiswana Migas Jatim Balinus) SURABAYAONLINE.CO – Pemerintah, melalui Kementerian Hukum, telah melahirkan sebuah instrumen hukum yang di permukaannya tampak progresif: Peraturan Menteri Hukum Nomor 49 Tahun 2025. Di dalamnya, terutama Pasal 16 hingga 18, termaktub kewajiban baru bagi seluruh perseroan terbatas—tanpa kecuali—untuk menyampaikan Persetujuan Laporan Tahunan berikut seluruh dokumen pendukungnya secara elektronik melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH). Narasi resminya bertabur kata “transparansi” dan “akuntabilitas korporasi”. Namun, ketika pisau analisis socio-legal mulai membedahnya, dan ketika suara dari garda depan…
Oleh: Tri Prakoso, SH., M.HP (Alumni FH Universitas Jember) Lanskap yang Melampaui Geografi SURABAYAONLINE.CO – Di hamparan Nusantara, terdapat tempat-tempat yang menolak untuk direduksi sekadar menjadi koordinat di atas peta. Ia bukan semata-mata tanah, batu, bukit, gunung, pantai, atau hutan. Lebih dari itu, ia adalah manuskrip purba yang ditulis oleh alam, dijaga dengan kesetiaan oleh ingatan para leluhur, dan hanya bisa dibaca oleh mereka yang datang membawa hati yang penuh hormat, ketakziman, serta rasa gentar yang halus. Fatuleu, yang berdiri megah di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu dari entitas langka semacam itu. Di tengah bentang alam Timor…
Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – Unggahan singkat di media sosial sering kali lebih tajam daripada puluhan pasal undang-undang. Beberapa waktu lalu, jagat maya diramaikan oleh unggahan Instagram dengan narasi “Dokter On Call bisa dipidana”. Unggahan itu bukan sekadar konten viral, melainkan jerit kegelisahan ribuan tenaga medis yang setiap hari menjadi garda terdepan layanan kesehatan jarak jauh. Dalam kasus yang menjadi rujukan, seorang dokter umum di sebuah klinik di Jawa Tengah menerima keluhan pasien via WhatsApp—nyeri ulu hati dan mual. Tanpa pernah bertatap muka, tanpa kesempatan menyentuh perut pasien yang mengeras, dokter mendiagnosis dispepsia dan meresepkan…
Oleh: Tri Prakoso, S.H., M.HP. (Alumni FH Universitas Jember) SURABAYAONLINE.CO – Tidak ada yang lebih mematikan bagi nalar publik selain data yang disajikan dengan jujur, tetapi dengan cara yang tidak jujur. Demikianlah, kurang lebih, inti kegelisahan yang dilontarkan Yulia Hartati baru-baru ini. Bukan kali pertama ia mengkritik metodologi dashboard APBNKITA yang dipamerkan Kementerian Keuangan. Dan bukan pula sekadar soal benar-salah angka. Yang dipertanyakannya adalah konsistensi—sebuah kata yang bagi birokrasi teknokratis sering dianggap remeh, tetapi bagi filsafat ilmu adalah fondasi kebenaran itu sendiri. Dalam opini ini, saya ingin membawa pembaca lebih dalam dari sekadar debat teknis. Saya akan mengupas secara ideologis…
Oleh;: Gatot Sundoro SURABAYAONLINE.CO – Abu Dzar Al Ghifari, nama aslinya adalah Jundi bin Junadah ar-Rabazi, seorang tokoh kabilah Adnan. Ia dijenang sebagai pribadi yang suhud (sederhana) dan kritis. Merupakan sahabat utama Nabi Saw, seperti halnya Abdullah bin Mas’ud maupun Ibnu Abbas. Ia dikenang karena kesalehannya. Akan tetapi, satu hal yang membuatnya mencolok, perjuangannya yang selalu mewakili orang orang miskin, apalagi adanya hak orang miskin yang terenggut. Abu Dzar dengan Abdullah bin Mas’ud dikenal sebagai ahli hadits terkemuka. Abu Dzar lah yang menjelaskan bahwa ucapan ‘Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh’ adalah produk budaya Islam, bukan budaya Arab. Sebab, memang orang orang…

