Author: Andy Setiawan

Oleh: Hadipras  SURABAYAONLINE.CO – Ada luapan emosi yang saat ini justru mempersatukan perasaan masyarakat kelas menengah dan bawah dari Sabang sampai Merauke, yaitu rasa dongkol yang merata hingga ke pelosok. Dongkol terhadap apa? Dongkol terhadap kerakusan dan kepongahan politik kekuasaan. Uniknya, rasa dongkol kolektif itu kini terangkai erat dalam satu frekuensi umpatan; sebuah kutukan kebudayaan yang maknanya sama persis, hanya dieja dalam bahasa daerah yang berbeda. Keserakahan yang dipertontonkan secara vulgar di pusat kekuasaan di Jakarta telah melahirkan sebuah koalisi tak tertulis di tingkat tapak: “Koalisi Rakyat yang Mual”. Di Jawa, orang-orang di pos ronda mungkin sudah sampai pada titik…

Read More

Oleh: Ni Kadek Ayu Wardani, S.T. (Ketua DPC GMNI Surabaya Raya) Ketika Olahraga Menjadi Cermin Negara SURABAYAONLINE.CO – Ada saat ketika olahraga tidak lagi cukup dibaca sebagai urusan gelanggang, medali, piala, atau seremoni kemenangan. Ada saat ketika hingar-bingar sorak sorai di tribun tidak lagi mampu menutupi pertanyaan-pertanyaan sunyi yang menggerogoti fondasi sistem dari dalam. Dalam titik tertentu, olahraga menjelma menjadi cermin paling jujur tentang bagaimana negara bekerja: apakah ia hadir untuk melindungi warga, atau sekadar membiayai struktur; apakah ia membangun manusia, atau mempertahankan organisasi; apakah ia menempatkan atlet sebagai subjek pembangunan, atau hanya menjadikan atlet sebagai ornamen legitimasi kekuasaan yang…

Read More

Sebuah Refleksi Sufistik atas Puncak Perjalanan Ruhani dalam Khazanah Kitab-Kitab Klasik Oleh: Tri Prakoso SURABAYAONLINE.CO – DI suatu senja yang hening, ketika langit mulai memerah dan angin berbisik di sela-sela dedaunan, seorang murid datang kepada gurunya dengan hati yang bergetar. Sudah bertahun-tahun ia berjalan di jalan para pencari, sudah beribu malam ia habiskan dalam sujud dan tangis, sudah berjuta dzikir ia lantunkan dengan lidah dan hatinya. Namun satu pertanyaan terus menggelayut di relung jiwanya yang paling dalam. Dengan suara yang hampir tak terdengar, ia bertanya, “Wahai Syaikh, kapankah aku akan sampai kepada Allah?” Sang guru—seorang lelaki tua yang matanya menyimpan…

Read More

Sebuah Renungan Sufistik untuk Para Peziarah Baitullah Oleh: Tri Prakoso SURABAYAONLINE.CO – DI keheningan padang Arafah, ketika mentari perlahan merangkak turun di ufuk barat dan jutaan manusia bersimpuh dalam balutan kain putih tak berjahit, ada satu getaran batin yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. Di sanalah, di hamparan tanah yang diselimuti doa dan air mata, seorang hamba berdiri di persimpangan antara dirinya dan Tuhannya. Tidak ada sekat. Tidak ada hijab. Yang ada hanyalah kesadaran telanjang tentang kemahakecilan manusia di hadapan kemahabesaran Sang Pencipta. Momen inilah yang oleh para sufi disebut sebagai waqt—sebuah titik temu antara waktu dan keabadian, di mana jiwa…

Read More

Oleh: Tri Prakoso SURABAYAONLINE.CO – Di sebuah sudut pengajian yang bersahaja, puluhan tahun silam, seorang ulama kharismatik dari Kediri melontarkan kalimat yang diam-diam meruntuhkan seluruh bangunan teori pendidikan modern. KH. Ahmad Djazuli—yang lebih akrab disapa Gus Miek—berkata lirih, namun penuh daya tusuk: “Dandani anak, dandani bojo, nggae cangkem, nggae kata-kata, nasehat niku mpun boten usum. Sing usum damel getaran bathiniyyah. Termasuk anake difatihai siji-siji, sopo weruh, kenek sinare fatihah, dadi kebuka anak-anake dadi sholeh, gelem nyantri, gelem sholat.” Kalimat itu sederhana dalam struktur, tetapi menyimpan gempa spiritual yang dahsyat. Ia adalah deklarasi pergeseran peradaban: dari era kata-kata menuju era getaran…

Read More

Oleh: Tri Prakoso, SH.,M.HP (WKU Bidang Migas Kadin Jatim) SURABAYAONLINE.CO – Di tengah ingar-bingar perayaan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-118, sebuah kicauan singkat dari akun @FAHayekSays pada 22 Mei 2026 lalu memantik kembali perdebatan tua yang tak pernah usai: “An economist who is only an economist cannot even be a good economist.” Kalimat Friedrich August von Hayek—ekonom dan filsuf kelahiran Wina yang menerima Nobel Ekonomi 1974—itu seakan menjadi bara di padang ilalang kering ekonomi Indonesia. Sebab, di republik ini, hampir seperempat abad pasca-Reformasi, para ekonom masih saja dielu-elukan sebagai dukun teknokrat yang resep-resepnya dianggap sakti, padahal berkali-kali mereka gagap menghadapi…

Read More

Oleh: Tri Prakoso SURABAYAONLINE.CO – Pada sebuah sepertiga malam yang dingin, atau di sela-sela terik siang yang menyengat, jutaan tubuh membentuk formasi vertikal menghadap kiblat. Kepala tertunduk, pandangan jatuh ke tempat sujud, lisan terkunci dalam takbir agung. Lalu, di antara heningnya qiyam dan puncak kekhusyukan, kedua tangan bergerak: kanan di atas kiri, menyilang di bawah dada, bertumpu di atas pusar. Bagi sebagian besar, gerakan ini adalah formalitas fikih, sebuah ritus yang diwariskan turun-temurun. Namun, bagi para salik—pejalan ruhani yang mengarungi samudra hakikat—lipatan tangan itu bukan sekadar postur. Ia adalah isyarat kosmik, sebuah peta perjalanan yang menuntun jiwa dari ketersesatan fatamorgana…

Read More

SURABAYAONLINE.CO – Proses tender pembangunan gedung RSUD Sedati senilai Rp47,5 miliar kini masuk tahap evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemkab Sidoarjo belum menetapkan pemenang meski tender sudah berjalan sekitar satu bulan. Tender ini sempat jadi sorotan karena syarat surat dukungan gas medik dinilai mempersempit persaingan. Seorang kontraktor nasional mengaku mundur karena menilai syarat itu terlihat sederhana tapi bisa menentukan peluang peserta lain. “Persyaratannya tampak mudah, tapi justru bisa jadi faktor penentu dalam persaingan tender,” katanya. Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo H. Emir Firdaus meminta Kepala Bagian PBJ Wahyu Herison Made lebih teliti, profesional,…

Read More

Oleh: Andi Rahmat, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bid. Pertahanan, Anggota DPR RI 2004-2009/ 2009-2014 SURABAYAONLINE.CO – Sebelum membahas lebih jauh tema tulisan ini, perlu dipahami dulu sejumlah hal yang melatar belakangi lahirnya beleid ini. Jelas bahwa yang dikehendaki oleh Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan beleid terbarunya ini adalah keinginan pemerintah untuk melaksanakan amanat Pasal 33 UUD NKRI 1945. Itu yang kita ketahui dari Pidato Presiden Prabowo tanggal 20 Mei 2026 di hadapan Rapat Paripurna DPR RI. Dapat dijelaskan pula intisari dengan kehendak itu adalah dalam rangka memperoleh manfaat ekonomis optimal dari pengelolaan kekayaan sumber daya alam Indonesia. Terdapat satu…

Read More

(Momentum Transit Utama Matahari pada Musim Haji, Tanggal 10 – 11 Dzulhijjah 1447 H/27-28 Mei 2026 M) SURABAYAONLINE.CO – Sehubungan dengan rangkaian pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M, khususnya momentum wukuf di Arafah hingga pelaksanaan jumrah (jamarat) yang berlangsung pada tanggal 26–30 Mei 2026, terdapat fenomena astronomis penting yang dapat dimanfaatkan umat Islam untuk melakukan pembetulan arah kiblat, yaitu peristiwa Istiwaul A’dham atau Transit Utama Matahari. Transit Utama Matahari atau Istiwaul A’dham merupakan salah satu peristiwa astronomi penting yang memiliki keterkaitan langsung dengan penentuan arah kiblat umat Islam di seluruh dunia. Secara astronomis, Istiwaul A’dham terjadi ketika posisi semu…

Read More