SURABAYAONLINE.CO – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, secara resmi membuka Festival Bandeng dan Udang Kabupaten Sidoarjo 2025, dengan slogan “Bandeng Udang Sidoarjo, Kebanggaan yang Mendunia”, sebuah upaya merawat ingatan kolektif sekaligus menyalakan kembali ikon kebanggaan daerah.di GOR parkir timur, jumat (19/12)
Festival yang berlangsung selama dua hari, 19–20 Desember 2025 ini, menghadirkan 18 tenda UMKM, dari perwakilan masing-masing 18 kecamatan. Setiap stan menjadi etalase kreativitas: bandeng presto, otak-otak, abon, petis, hingga olahan udang dengan sentuhan inovatif khas Sidoarjo.
Wabup Mimik Idayana menegaskan, bahwa bandeng dan udang bukan cuma komoditas, melainkan identitas.
“Festival ini ikon Kabupaten Sidoarjo. Harus terus kita hidupkan,” ujarnya, seraya memberi apresiasi atas inisiatif Dinas Perikanan yang mendorong nilai tambah produk perikanan dan menggerakkan roda ekonomi UMKM.
Ia juga mengajak pelaku usaha, untuk memanfaatkan program permodalan dari Rp5 juta hingga Rp50 juta dengan bunga yang sangat ringan, agar UMKM naik kelas dan berdaya saing.
Usai membuka acara, Mimik tak hanya seremoni meninjau. Ia menyusuri satu per satu stan, memborong dagangan UMKM dengan uang pribadinya—sebuah gestur sederhana namun bermakna, yang menyuntikkan semangat bagi para pelaku usaha kecil.
Asisten I Bidang Ekonomi dan Pembangunan, sekaligus Plt Kepala Dinas Perikanan, Mahmud, menjelaskan festival ini merupakan bagian rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo.
Meski Lelang Bandeng sempat absen dua tahun terakhir akibat menyempitnya lahan tambak dan dampak rob, festival ini menjadi “penjaga api” kebanggaan warga Sidoarjo.
“InsyaAllah tahun depan kita siapkan kembali lelang Bandeng sebagai local wisdom sejak 1952,” katanya.
Festival ini bukan hanya perayaan rasa, melainkan janji: Sidoarjo sedang menata langkah untuk menghidupkan kembali kejayaan Bandeng dan Udang, sebagai denyut ekonomi dan kebanggaan daerah. (Rin)


