Peringati Hari Santri Nasional 2022, Walikota Surabaya Ajak Warganya untuk Menjaga Persatuan

SURABAYAONLINE. CO – Pemerintah Kota Surabaya bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya menggelar acara Tasyakuran pada 21 Oktober 2022 di Kantor PCNU Surabaya yang berlokasi di Jalan Bubutan, Kota Surabaya pada pukul 19:00-22:00 WIB.

Acara Tasyakuran tersebut dihadiri oleh para anggota Nahdlatul Ulama dan seluruh warga Surabaya. Dalam Tasyakuran tersebut Walikota Surabaya Eri Cahyadi menceritakan kembali asal-muasal perjuangan dan perlawanan kota Surabaya yang sumbernya berasal dari kantor PCNU Kota Surabaya dan dipelopori oleh KH. Hasyim Asy’ari. Ia juga mengatakan Kota Surabaya tidak bisa terlepas dari kata “Santri”

“Dimana resolusi jihad kantor PBNU pertama? Di kota Surabaya, di Jalan Bubutan. Karena itulah Surabaya tidak bisa lepas dari kata “Santri”, kata Walikota Surabaya.

Walikota Surabaya menginginkan para santri juga ikut turut serta dalam membantu membangun kota Surabaya menjadi kota yang lebih baik.

“Ketika para santri itu turun dan lisannya berdzikir, tidak akan pernah ada kemiskinan di kota Surabaya, “ kata Walikota Surabaya.

Tidak hanya hal itu Walikota Surabaya juga menceritakan kasus yang ditemui di lapangan ketika dirinya sedang ingin memberikan bantuan justru orang lain mengatakan untuk tidak memberi bantuan pada orang tersebut karena dulunya orang tersebut adalah musuhnya ketika sedang Pilkada (Pilihan Kepala Daerah).

Kejadian tersebut membuatnya berharap tahun depan pemilihan pimpinan daerah hingga Walikota ditunjuk langsung oleh Presiden daripada hati suatu kelompok menjadi buruk hanya karena urusan duniawi.

“Ya Allah semoga tahun depan, tahun berikutnya sudah tidak ada lagi Pilkada, ditunjuk langsung oleh Presiden. Presiden nunjuk Gubernur, Presiden nunjuk Walikota cukup!! Karena apa ? Jangan biarkan rasa persaudaraan kita hancur, mumur, lebur gara-gara liat kanan, liat kiri, “ tegasnya.

Ia juga menceritakan bahwa dirinya sudah berbicara dengan para ibu-ibu yang pasalnya memiliki masalah yang sama dan meminta agar dirinya memaafkan orang tersebut untuk menjaga persatuan kota Surabaya.

“Waktunya itu kalau hari ini jenengan berantem, tapi saya mohon maaf. Tolong maafkan mereka demi nama Saya. Karena Saya tidak ingin hancur rasa persaudaraan ini, “ tambahnya.

Atas kejadian tersebut Walikota Surabaya juga meminta kepada semua warga Surabaya untuk tetap menjaga lisan agar tidak mengajak berbuat dan membicarakan keburukan orang lain. (Faiz)