Dekonstruksi Bangunan Menggunakan Fasad Lama Agar Terlihat Lebih Kontemporer

SURABAYAONLINE.CO – Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan nilai sejarah suatu bangunan. Salah satunya dengan mempertahankan beberapa bagian lama bangunan dan kemudian direkonstruksi.
Hal ini pula yang berhasil dilakukan oleh firma arsitek Jepang, yHa, melalui proyek terbaru mereka “Tetusin Design Re-use Office”.

Bagian depan gedung universitas tua berdiri di samping rangka baja untuk proyek terbaru arsitek yHa di fukuoka, Jepang.  Alih-alih melestarikan bangunan ini sepenuhnya, arsitek yHa lebih memilih fasad bangunan asli yang memiliki gaya arsitektur barat dan melapisinya dengan elemen kontemporer.

Seperti dikutip dari Design Boom, para arsitek pun memasukan tiga elemen penting dalam proyek baru ini. Masing-masing adalah ‘memori perkotaan’ dari fasad, ‘memori spasial’ dari tangga, dan ‘ingatan material’ dari karakteristik ketinggian. Fasad gedung lawas yang digunakan tersebut setinggi tiga lantai dan memiliki warna-warna lembut seperti bangunan universitas asli. Sementara rangkaian baja dipasang di samping fasad, untuk menampilkan bentuk atap pelana. Di belakan fasad, bangunan baru di bangunan yang lebih rendah dibangun. Interior bangunan ini ringan dan lapang namun masih memiliki sentuhan bangunan lama. Gedung dengan desain kontemporer ini memiliki jendala besar dari lantai ke langit-langit gedung. Atap tembus pandang juga dipasang untuk membuat bangunan tampak bersinar di malam hari. Gedung yang telah direnovasi ini terletak dekat dengan Kuil Hakozaki di Fukuoka, Jepang. Bagian dalamnya terdiri dari kantor di lantai 1 dan ruang tamu di lantai 2. Konsep proyek renovasi gedung fasilitas kesejahteraan Matsuhama Universitas Kyushu ini bisa diadopsi bagi Anda yang ingin merekonstruksi bangunan lawas namun tetap ingin membuat desainnya modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *