Gubernur Khofifah Hadiri Penyerahan TPID Award 2021

SURABAYAONLINE.CO – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri penyerahan penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award Tahun 2021 se Jawa – Bali di Hotel Sangri-La Surabaya, Selasa (14/09). Pada Kesempatan tersebut Gubernur khofifah juga  mendapatkan penghargaan atas prestasi Provinsi Jawa Timur meraih Nominasi Terbaik TPID Provinsi se-Jawa Bali dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI

Dalam Sambutannya, Gubernur Khofifah, mengatakan, tujuan diselenggarakan TPID Award adalah untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah pademi Covid-19. Untuk Jawa Timur data kemiskinan pada triwulan II-2021 secara komulatif mengalami penurunan. Penurunan kemismiskinan di pedesaan sebanyak 33.246 orang, sedangkan penurunan kemiskinan di perkotaan sebesar 20.000 orang.

“Jadi total pada triwulan II-2021 total selisin penurunan keminsinan antara pedesaan dan perkotaan di Jawa Timur sebanyak 13.246 orang,” tutur Gubernur.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur ada penipisan terhadap kedalaman keparahan kemiskinan yang semakin mendekati garis kemiskinan. Hal ini dikarenakan ada keterlambatan intervensi dari  pemerintah.

Oleh sebab itu sebelum BPS turun mendata melakukan survei untuk memotret garis kemiskinan yang akan dimulai 15 September 2021, maka per 1 Maret harus pemerintah harus bisa cepat memberikan bantuan sosial (bansos) agar tidak sampai terjadi ketimpangan.

Pada arahannya, Gubernur menginformasikan, kontribusi Produk Dosmistik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur terhadap Produk Domistik Bruto (PDB) provinsi se – Pulau Jawa sebesar 24,93 persen. Sementara kontribusi PDRB Jawa Timur terhadap 34 provinsi atau secara nasional sebesar 14,44 persen. Cukup besar kontribusi PDRB Jawa Timur terhadap PDB.

Pada kesempatan itu, Asisten Deputi Perekonomian Sektor Riil Kemenko Perekonomian, Puji Gunawan,  menyerahkan penghargaan TPID award 2020 wilayah Jawa-Bali kepada Kab/kota terbaik 2020.

Adapun yang mendapat, antara lain Bupati Banyuwangi,  Ipuk Fiestiandani Azwar Anas, Bupati Blitar Rini Syarifah, serta Walikota Malang Sutiaji.  Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor BI Jati Budi Hanoto.

Asisten Deputi Perekonomian Sektor Riil Kemenko Perekonomian, Puji Gunawan, mengatakan, terdapat tiga indikator utama dalam penilaian TPID Awards. Yakni aspek proses, program unggulan, dan aspek outcome. Aspek proses memiliki bobot 20 persen, program unggulan 30 persen, dan outcome berbobot 50 persen.

Salah satu faktor penting dalam penilaian tersebut menurut Puji adalah kolaborasi. Di setiap kegiatan pengendalian inflasi, Banyuwangi selalu melibatkan banyak pihak sehingga koordinasi dan penentuan kebijakan program menjadi mudah dan tepat sasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *