Pencanangan Imunisasi PCV Nasional Dipusatkan di Gresik

SURABAYAONLINE.CO GRESIK – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi G. Sadikin, mencanangkan introduksi imunisasi Pneumokokus Konyugasi atau PCV secara virtual dan tatap muka di Pendopo Kabupaten Gresik, Selasa (22/6).

Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) bertujuan untuk mencegah anak terinfeksi bakteri Streptococcus Pneumoniae atau kuman pneumokokus yang menyebabkan penyakit radang paru-paru, meningitis, dan infeksi darah atau bakteremia.

Dihadapan Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yan, Forkopimda, perwakilan WHO Indonesia, perwakilan UNICEF Indonesia, perwakilan CHAI (Clinton Health Access Initiative), perwakilan CDC Indonesia, dan perwakilan Inke Maris & Associates, Mitra Kerja BMGF (Bill and Melinda Gates Foundation), Menteri Kesehatan saat memberi sambutan secara virtual mengatakan, imunisasi PCV telah ditetapkan sebagai imunisasi rutin yang diberikan di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap.

“Kami menargetkan introduksi imunisasi PCV dilakukan secara bertahap dimana pada tahap awal dilaksanakan di daerah risiko tinggi dan tahun 2022 akan diperluas ke seluruh Indonesia. Imunisasi PCV diberikan kepada setiap anak sebanyak 3 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 3 bulan dan 12 bulan,” kata Menteri Kesehatan.

Di Indonesia berdasarkan hasil riset kesehatan dasar, terjadi peningkatan prevalensi pneumonia pada balita dari 4,3 persen pada tahun 2013 menjadi 5 persen ada tahun 2018.

Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 mencatat sejumlah 551 balita meninggal dunia disebabkan pneumonia. Pada bayi, bahaya penyakit ini pun jauh lebih besar, yaitu dapat menyebabkan kematian dua kali lebih tinggi dibandingkan pada anak usia 1-4 tahun.

Bupati Fandi Akhmad Yani mengatakan dipilihnya Gresik sebagai tuan rumah pencanangam vaksin PCV merupakan hal yang luar biasa.

Pihaknya akan minta PKK dan organisasi lainnya, untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat. PKK harus menjadi pelopor imunisasi PCV ini.

Dirinya menambahkan, perlu adanya inovasi agar program ini dapat diterima di masyarakat, terutama dalam pemberian vaksin tahap 3 di usia 12 bulan.

“Kita coba bikin inovasi, untuk pemberian vaksinasi tahap 3 besok, agar masyarakat mau datang,” imbuhnya.(san)