GGAA : Praktek Percaloan SIM SMAN 4 Kota Malang Jelas Kasus Gratifikasi

SURABAYAONLINE.CO – Malang (Jatim) – Kasus praktek percaloan SIM yang dilakukan oleh oknum humas SMAN 4 Doni Andri Setiawan ternyata menarik perhatian berbagai lembaga swadaya dan aliansi masyarakat yang selama ini eksis dalam menyoroti persoalan sosial yang terjadi dikota Malang.

Dari beberapa lembaga yang terus melakukan pemantauan dan perhatian pada kasus ini salah satunya adalah GGAA (Good Governance Activator Alliance) Malang.

“Maksud baik harus dilakukan dengan baik sesuai prosedur dan tidak melanggar peraturan yang telah ada.  Dugaan adanya percaloan praktek pembuatan SIM secara kolektif di SMAN 4 kota Malang dengan biaya SIM C Rp 750.000 dan SIM A 800.000 merupakan preseden buruk pelayanan publik,” demikian koordinatornya, Sudarno Kamis (10/06/2021) menegaskan.

Pihak Polresta malang kota perlu untuk menelusuri hal ini apalagi dari statemen humas SMAN4 bahwa tahun lalu pernah ada pelaksaan pembuatan SIM secara kolektif ini yang perlu untuk di bongkar Kepolisian tanpa harus menunggu laporan dalam rangka menegakkan kewibawaan korp Kepolisian perlu memanggil semua pihak yang terlibat.

Pernyataan Humas SMAN 4 terkait dengan kerjasama  oknum petugas di bagian pembuatan SIM perlu untuk di selidiki dengan baik hal ini sangat jelas tidak memberikan pelajaran yang baik kepada anak didiknya Diknas Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu memberikan penjelasan tentang ini tentunya terlebih dahulu melakukan investigasi atas upaya – upaya dalam mengarahkan pembuatan SIM secara “instan” dengan sejumlah uang yang fantastis, hal ini sangat tidak di benarkan. Dunia pendidikan tentunya akan sangat tercoreng dengan hal tersebut.

Apa yang terjadi harus diungkapkan dan dibuka ke publik serta pihak SMAN 4 Kota Malang perlu meminta maaf kepada publik atau orang tua siswa karena telah memberi pembelajaran yang tidak seharusnya dalam mengakses layanan publik bahwa tidak dibenarkan dengan melakukan gratifikasi atau dengan uang “amplop” agar di permudah dan tidak melalui prosedur yang berlaku.

Sebagai lembaga pendidikan harus lah memberikan pembelajaran yang baik dan benar bagi siswa didiknya dan apa yang diungkapkan oleh Humas SMAN 4 ini jauh dari nilai – nilai pendidikan karakter juga tidak mendukung pelayanan publik yang baik sehingga sudah sangat semestinya untuk di berikan peringatan bahkan sanksi agar tidak menjadi preseden buruk dalam dunia pendidikan.

Sementara pihak kepolisian juga perlu untuk membongkar, siapa oknum di Satlantas yang merupakan alumni SMAN 4 yang memanfaatkan posisinya untuk melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan regulasi di pelayanan publik,” tegas pria yang akrab disapa Onroad ini (Bersambung)
(Hermin/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *