Kejati Jatim Periksa Korban Proyek Jalan Fiktif yang Libatkan Oknum Jaksa

SURABAYAONLINE.CO– Kejaksaan Tinggi jawa Timur memanggil Rahman Satiyono korban penipuan kerjasama proyek jalan dengan terdakwa Hery Soegeng Pornomo ( Ipong ) yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait barang bukti yang sampai saat ini belum dikembalikan hari ini Senin (3/5/2021) pukul 09.30 WIB .

Rahman Satiyono memenuhi panggilan sebagai korban dan kepada awak media setelah pemeriksaan saksi-saksi  mengatakan, “Alhamdulillah dengan ditindaklanjuti pelaporan kami sebagai korban merasa puas sudah ada pemeriksaan, untuk hari ini pemeriksaan saya sebagai saksi yang dirugikan, dan mungkin besok itu yang pegang jaminan dan besoknya lagi giliran jaksa JPU yang bersangkutan yaitu terlapor.

Mudah-mudahan dengan pemanggilan saya di Kejaksaan Tinggi ada titik temu dan proses sanksi tegas terhadap pelanggaran kode etik prilaku ASN Kejaksaan,”  pinta Rahman.

Pengacara Rahman Satiyono juga penuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dengan surat nomor : 88/M.5.7/Hkt.1/04/2021, untuk dimintai keterangan tanggal 03 Mei 2021 pada pukul 09.00 WIB pagi.

Baca Juga: Korban Penipuan Proyek Jalan Fiktif Kembali Datangi Kejati

Pemanggilan oleh Asisten Bidang Pengawasan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, tidak lain dengan adanya Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Nomor : PRIN -577/M.5/Hkt.1/04/2021 pada tanggal 28 April 2021.

Warsono berharap, agar semua proses tersebut dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan. Saya rasa nggak akan lama kasus ini akan terbuka lebar-lebar, ungkap pengacara yang sudah mengakar di persoalan perburuhan.

Jangan Beri Peluang Jaksa Nakal

Proses perjalanan kasus raibnya barang bukti juga dalam pengawalan dan pengawasan,  membuat gerah Wakil Ketua GNPK Jatim Timsos Satgas Saber Pungli Kemenkopolhukam  Rizky Putra Yudhapradana SH didampingi Miko Saleh Ketua Bidang Pengawasan dan Pengaduan Masyarakat, berharap agar pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menjalankan tugas dan tupoksinya dengan baik.

Jangan pernah memberikan peluang terhadap oknum jaksa nakal yang sudah mencoreng kode etik dan prilaku ASN Kejaksaan. GNPK Jatim terus memprioritaskan mengawal kasus yang menyusahkan pada warga masyarakat kecil khususnya di Madura Sumenep dengan menghilangkan barang bukti dengan menyalah gunakan kewenangan, sehingga korban Rahman Satiyono mengalami kerugian sebesar R2,8 millyar , ungkap tegas Rizky Putra yang kerap dipanggil RPY.

Warsono nambahkan, kuasa hukum menyakini dan percaya bahwa proses hukum di Kejaksaan Tinggi , pemeriksaan terhadap semua pihak dalam kasus BB akan berjalan sesuai prosedur yang benar.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *