SURABAYAONLINE.CO, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan rasa prihatin dan duka mendalam atas musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8).
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya menyampaikan rasa prihatin dan duka yang mendalam atas musibah ini. Doa kami menyertai seluruh penumpang, awak kapal, serta keluarga yang tengah menanti kabar orang-orang tercinta. Semoga seluruh proses evakuasi diberikan kelancaran dan keselamatan,” ujar Gubernur Khofifah.
Hal itu disampaikannya saat bersama kapolda Jatim meninjau posko penanganan terpadu korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8).
Sebagai informasi, KMP Mutiara Sentosa II merupakan kapal jenis Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Kapal dengan panjang sekitar 160 meter dan lebar 25 meter tersebut melayani rute reguler Surabaya (Pelabuhan Tanjung Perak) – Makassar (Pelabuhan Soekarno-Hatta) dengan estimasi waktu pelayaran sekitar 40 jam.
Merespons kejadian tersebut, Gubernur Khofifah telah menginstruksikan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur untuk terus berkoordinasi secara intensif dengan KSOP, Basarnas, TNI AL, Polairud, dan operator kapal guna memastikan proses evakuasi, pendataan penumpang, dan penanganan korban berjalan cepat, terpadu, dan optimal.
Adapun tim yang terlibat penanganan antara lain Basarnas, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sumenep, BPBD Kota Surabaya, Koarmada II, Kodim 0827 Sumenep, Polda Jatim, Polres Sumenep, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polairud Sumenep, KSOP, VTS Surabaya, SROP, KPLP, Pelindo.
Selain itu juga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Surabaya, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) Surabaya, BMKG Sumenep, Dinas Kesehatan Sumenep, Dinas Perhubungan Sumenep, Satpol PP Sumenep, Pemerintah Kabupaten Sumenep, DVI, Jasa Raharja Jawa Timur, Tagana Sumenep, Rumah Zakat, dan Posko Bersama Relawan Surabaya.
Beberapa kapal penolong juga terdaftar antara lain KM Meratus Pematang Siantar, TB Hasnur 26, KN. SAR Permadi, Alcon Daniel, Selaras Mas, KM Mutiara Ferindo I, nelayan Ambunten, Sumenep, dan KRI Nala.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan, termasuk layanan kesehatan, bantuan kemanusiaan, serta pendampingan bagi para korban dan keluarga apabila diperlukan. “Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh dukungan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat diberikan secara maksimal. Keselamatan jiwa adalah prioritas utama,” tegas Khofifah.(*)


