SURABAYAONLINE.CO – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) bersama Danantara Indonesia mempercepat penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terintegrasi. Strategi tersebut tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga pembinaan usaha, sertifikasi halal, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan penguatan UMKM menjadi salah satu prioritas perusahaan karena sektor tersebut merupakan tulang punggung perekonomian nasional sekaligus berperan penting dalam pengembangan industri halal Indonesia.
“BSI mengusung pendekatan end-to-end, mulai pendampingan usaha hingga perluasan pasar global,” ujar Anggoro, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, pendekatan tersebut mengintegrasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sertifikasi halal, pembiayaan syariah, transformasi digital, hingga akses pasar agar pelaku UMKM memiliki daya saing yang berkelanjutan.
Saat ini BSI telah melayani lebih dari 340 ribu nasabah UMKM. Bersama Danantara Indonesia, perseroan juga membangun empat BSI UMKM Center yang berlokasi di Aceh, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar sebagai pusat pembinaan intensif bagi pelaku usaha.
Hingga kini, lebih dari 6.000 UMKM telah memperoleh pendampingan melalui BSI UMKM Center. Program tersebut meliputi pelatihan, konsultasi bisnis, pemasaran produk, hingga akses pembiayaan syariah.
Selain itu, BSI mengembangkan 35 Sentra UMKM yang didukung dana zakat untuk memberdayakan pelaku usaha mustahik, serta membangun 23 Desa Binaan di berbagai daerah guna mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Anggoro menegaskan bahwa pembiayaan bukan menjadi satu-satunya fokus BSI dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
“UMKM tidak hanya soal pembiayaan, tetapi ekosistem yang membuat usaha benar-benar naik kelas,” katanya.
Dari sisi kinerja pembiayaan, hingga Mei 2026 nilai pembiayaan ritel dan UMKM BSI mencapai Rp54,80 triliun, atau tumbuh 11,14 persen secara tahunan (year on year). Pembiayaan tersebut disalurkan melalui berbagai skema, antara lain Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah, pembiayaan mikro, dan pembiayaan UMKM.
Untuk mempercepat transformasi digital pelaku usaha, BSI juga menghadirkan sejumlah layanan seperti Portal UMKM BSI, BEWIZE by BSI, BSI QRIS, dan BYOND by BSI. Berbagai platform tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Menurut Anggoro, keberhasilan UMKM naik kelas akan memberikan dampak yang lebih luas terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan industri halal, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ketika UMKM naik kelas, dampaknya akan menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Kolaborasi antara BSI dan Danantara Indonesia diharapkan menjadi penguatan baru dalam pengembangan ekonomi kerakyatan nasional melalui ekosistem UMKM yang terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.


