Mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) 2021, Kadin Telah Menentukan Sikap

Surabaya Online – Sebentar lagi kita akan memasuki momen lebaran, namun pertanyaan mengenai bagaimana dengan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR)? mulai banyak dibahas di Medsos.

Pasalnya tahun kemarin, pembayaran THR ada yang dicicil, bahkan ada pula pembayaran THR yang tidak 100 persen, hal ini juga menjadi perhatian dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Komite Tetap Ketenagakerjaan Kadin Indonesia Bob Azzam mengatakan kondisi bisnis di tengah pandemi Covid-19 ini masih beragam. Ada yang sudah mulai pulih, tapi ada juga yang masih di tahap survival.

Menurutnya, perlu ada penyesuaian dalam pembayaran THR. Bagi perusahaan yang sudah pulih, THR bisa dibayarkan sesuai ketentuan. Namun, yang belum pulih, dibicarakan secara bipartit (perusahaan dan buruh).

“Jadi [pembayaran THR] disesuaikan dengan kondisi masing-masing, tidak dapat digeneralisir,” katanya, Senin, 5 April 2021.

Kadin, lanjut Bob, menyerahkan urusan ini ke lembaga tripartit atau Dewan Pengupahan Nasional (Depenas). Untuk itu, ia berharap isu ini bisa dibahas dilembaga-lembaga tersebut.

Pasalnya, seperti ditulis di laman Kadin, perwakilan pengusaha, buruh, dan pemerintah sudah ada di dalamnya. “Prinsipnya diserahkan ke bipartit masing-masing perusahaan. Biar dibicarakan di sana,” terang Bob.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan aturan pembayaran THR 2021 diharapkan terbit awal atau minggu pertama Ramadan. Pihaknya dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan, telah berkomunikasi dengan pengusaha dan serikat pekerja.

Dalam proses penyusunan aturan pun, tambah Anwar, kementerian akan melihat data-data perkembangan terakhir dari kondisi di sejumlah sektor bisnis, sehingga tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang wajib membayar THR 100 persen tanpa dicicil bila bisnis sudah pulih.

“Ya kalau normal ya, 100 persen,” tutupnya, dan permintaan ini juga selaras dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto kepada pengusaha.(jay)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *