Denda Tipiring Walikota Blitar Santoso Lima Juta Rupiah Terkait Pelanggaran Prokes

SURABAYAONLINE.CO, Blitar – Dengan semarak dan viralnya Wali Kota Blitar, Santoso ketika rayakan kemenanganya terpilihnya sebagai Walikita Blitar berakhir di PN.Blitar (26/3) setelah di jatuhi vonis dengan denda sebesar Rp.5 juta, termasuk ke 13 pendukungnya di jatuhi masing-masing denda Rp.100 ribu.

Dengan didampingi Wakil Wali Kota Blitar, Tjutjuk Sunario atas vonis nya atas pelanggaran yamg di sanksi Tipiring itu Samtoso memberi keterangan kepada wartawan di gedung DPRD Kota Blitar, Selasa (6/4/2021) usai ikuti rapat di kantor Dewan.

“Itu sudah beres dan terseleseikan dan tidak ada masalah.” Kata Santoso.

Seperti di ketahui Wali Kota Blitar, Santoso bersama 13 orang lainnya dinyatakan bersalah melanggar protokol kesehatan (Prokes) dalam acara tasyakuran pelantikan wali kota yang videonya sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Dan mantan Sekretaris Daerah Kota Blitar ini bersama 13 orang lain peserta acara tasyakuran dikenai sanksi tindak pidana ringan (tipiring) terkait kasus itu.

Hakim Pengadilan Negeri (PN) Blitar dalam.putusanya menjatuhkan sanksi denda kepada Santoso bersama ke 13 orang peserta tasyakuran.

Dalam amar putusanya Santoso harus membayar denda sebesar Rp 5 juta, sedang untuk ke 13 orang lainnya masing-masing membayar denda sebesar Rp 100.000.

Saat dikonfirmasi wartawan di gedung DPRD Kota Blitar (6/4) Santoso hanya menjawab singkat tanpa menjelaskan panjang lebar,  Santoso hanya mengatakan kalau masalah itu sudah selesai dan beres.

“Itu sudah beres, semua sudah terselesaikan dan tidak ada masalah,” kata Santoso singkat sambil menuju ke mobil dinasnya.

Sementara umas PN Blitar, Rintis Candra SH mengatakan dan membenarkan bahwa pihaknya PN Blitar menerima pengajuan sidang kasus pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan 14 orang pelanggar.

Dari 14 orang pelanggar itu di dalamnya termasuk Santoso, Wali Kota Blitar, dan kasus tersebut telah disidangkan pada 26 Maret 2021 lalu.

“Jumlah pelanggar yang diajukan sidang ada 14 orang dan di dalamnya termasuk Drs Santoso MPd,” kata Rintis.

Lebih rinci Rintis mengatakan dalam sidang waktu itu, Hakim PN Blitar menyatakan Santoso bersama 13 orang lain di nyatakan bersalah telah melanggar Pasal 49 ayat 1 dan ayat 4 juncto Pasal 27C huruf b Perda Provinsi Jatim Nomor 2 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

Selain itumereka dinyatakan melanggar Pasal 5 ayat 1 Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 53 Tahun 2020 Tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disesase 2019.

Untuk itu Hakim PN Blitar menjatuhkan sanksi denda kepada Santoso sebesar Rp 5 juta. Sedang 13 orang lainnya dijatuhi sanksi denda masing-masing sebesar Rp 100.000.

“Para pelanggar sudah membayar denda. Uang denda tersebut kembali untuk dimasukkan ke as daerah,” terang Rintis pada wartawan.

Untuk diketahui, dalam video yang beredar tampak Wali Kota Blitar, Santoso bernyanyi dan berjoget dengan sejumlah orang tanpa menggunakan masker sempat viral di media sosial juga tampak Walikota saat baru di lantik Gubernur itu sedang memberi saweran.

Sedang Video yang viral di media sosial itu merupakan acara tasyakuran usai pelantikan Wali Kota Blitar, Santoso, anehnya acara tasyakuran itu digelar di Balai Kusumo Wicitro di kompleks Rumah Dinas Wali Kota Blitar pada 26 Februari 2021.Ari