Diah Cookies Ajak Kerjasama Reseller Menjual Kue Kering Menyambut Lebaran 2021 | Bisnis Kue Kering Menggeliat

SURABAYAONLINE.CO | Surabaya – Akibat kondisi pandemi Covid-19 yang berkepanjangan menyebabkan banyak perusahaan besar hingga Usaha Mikri Kecil Menengan (UMKM) yang gulung tikar.

Namun ada juga usaha yang kembali bangkit, seiring mulai bangkitnya kondisi ekonomi nasional. Tak terkecuali dengan salah satunya usaha kue kering Diah Cookies di Jalan Ketandan Baru II, Kota Surabaya ini.

Yang menggembirakan, di saat pandemi membuat usaha milik Dia Arfianti naik hingga 80 persen. Kini usaha yang dirintis sudah lama ini, mulai kembali menggeliat.

Ownwe Diah Cookies, Diah Arfianti mengatakan, sekarang permintaan pasar akan kue kering naik, terus naik.

Meskipun pada awal sempat berhenti produksi selama sebulan. “Waktu itu, kita memang menghentikan tidak produksi, karena takut Covid-19,” ujar Diah menjelaskan.

Namun setelah berusaha mencoba dengan berbagai terobosan dilakukannya. Salah satunya dengan berbagai promo, membuat konten melalui medsos permintaan mulai mengalir.

“Setelah kita membuat stratigi pemasaran secara khusus, dengan membuat berbagai konten, dengan menyediakan anggaran khsus, perlayan mulai dirasakan, manfaatnya,” jelas Diah.

Salah satunya menurut Diah pada bulan Februari 2021, membuat terobosan promo dengan emas Antam untuk para reseller. Hasilnya pun positif, banyak konsumen yang mulai memesan.

“Bahkan penjualan bulan itu berhasil menjual 2500 toples kue kering,” jelasnya

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, untuk mendongkrak penjualan kita lebih focus ke promo.

“Sekarang harus menambah biaya iklan dengan membuat konten-konten yang menarik. Peminat masih luar biasa,” ungkapnya.

Untuk menyambut bulan puasa dan Lebaran 2021 ini, Diah Cookies mengaku sudah menyiapkan stock bahan, stock kue, mulai promo, mulai merekrut lagi sejumlah reseller.

“Membangunkan lagi mereka, mengajak mereka supaya mereka mau bergabung lagi dengan kita, untuk menjadi pejuang Diah Cookies,” jelasnya.

Hingga kini penjualan sudah mencapai 3000 toples kue kering, target produksinya sekitar 20 ribu toples.

“Untuk pemasaran hanya sekitar Surabaya, Sidoarjo dan Gresik saja,” jelasnya.

Menurut Diah, pihaknya memang belum melayani penjualan di luar kota (Surabaya, Sidoarjo, Gresik), karena kita terkendala masalah pengiriman.

Langkah lain yang dilakukannya Diah Cookies adalah dengan menyediakan paket hampers untuk mendongkrak penjualan. Pihaknya menyediakan 500 paket hampers.

Diah berharap, pelaku UMKM harus tetap survive ditengah pandemi. Termasuk harus mampu membuat inovasi marketing.