Bupati Gresik Diundang Pembukaan Apkasi oleh Presiden Jokowi di Istana Negara

SURABAYAONLINE.CO, GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani diundang ke Istana Negara untuk mengikuti secara langsung pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (26/3).

Dalam kesempatan itu Gus Yani bersama bupati seluruh Indonesia mendapat arahan langsung dari Presiden Jokowi, terutama tentang pembangunan skala prioritas.

“Di Pemerintah Kabupaten Gresik baru, skala prioritas kami adalah penanganan banjir Kali Lamong, infrastruktur (padat karya), pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran,” ujar Bupati Gus Yani.

Terkait penanganan Kali Lamong, ujar Gus Yani, pihaknya telah menyiapkan program jangka panjang dan jangka pendek.

Program jangka panjang, tahun ini diawali pembebasan lahan dengan anggaran telah digedog DPRD sebesar Rp 50 miliar.

“Penentuan lokasinya sudah disiapkan, dimana apabila sudah ada yang siap akan segera dibebaskan,” tambahnya.

Program jangka pendek, Bupati Yani menegaskan masih menunggu Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Gresik dengan Balai Besr Wilayah Sungai (BBWS) yang salah satu pointnya adalah pemberian kewenangan untuk menormalisasi sedimentasi Kali Lamong.

“Setelah MoU ditandatangani, kami akan mengerahkan alat berat untuk segera menormalisasi Kali Lamong. Kami butuh kepastian serta ada payung hukumnya, untuk mempercepat ormalisasi Kali Lamong,” terangnya.

Selain itu, pemkab juga mulai melakukan uji coba pendidikan tatap muka dan pemberdayaan UMKM dengan membeli produk lokal untuk pemulihan ekonomi.

“Saya telah menandatangani MoU dengan salah satu toko ritel modern untuk menyiapkan etalase produk UMKM Gresik,” tegasnya.

Terkait perintah Presiden soal vaksinasi skala prioritas agar mendukung pemulihan ekonomi, Gus Yani menegaskan oemkab telah dan akan menjalankan perintah Presiden tersebut.

“Vaksinasi terus berjalan selain tenaga kesehatan, TNI-Polri, para pedagang juga telah menerima vaksinasi untuk membantu pemulihan ekonomi. Terkait pendidikan tatap muka, kami telah melakukan vaksinasi kepada guru dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” tutupnya. (adv/san)