Banjir Jadi Fokus Topik Sarasehan Bangkitnya Malangkucecwara

SURABAYAONLINE.CO, Malang (Jatim) – Kondisi banjir dikota Malang yang parah beberapa waktu belakangan ini menjadi topik hangat dalam sarasehan Bangkitnya Malangkucecwara yang berlangsung di Cafe Jeep jalan Gribik 100 tadi malam (26/03/2021)

Menurut nara sumber yang juga para anggota DPRD kota Malang ini di antaranya adalah Ketua Komisi D DPRD kota Malang Ahmad Wanedi mengatakan, “Soal banjir ini tidak akan habis dikupas dan diselesaikan kalau tidak ada kesungguhan dalam tindakan dan penanggan yang progresif dari pemerintah kota Malang, ibarat orang sakit hanya diobati saat sakit tapi bukan melakukan pencegahan.”

RPJMD perlu diawasi karena menyangkut penggunaan anggaran oleh pemkot mestinya pembangunan gedung-gedung ditengah pandemi ini tidak begitu urgen.

Pembenahan drainase terintegral itu harus jadi yang utama selain juga membuat resapan-resapan perlu keberanian dan revolusi bersama karena dewan juga pemkot juga cerminan dari masyarakat maka harusnya tahu prioritas mana yang harus didahulukan,” tegasnya

Hampir senada dengan ketua Komisi D,Look Mahkfud anggota komisi B juga menjelaskan bahwa potret problem kurang pas atau salah yang dinarasikan dalam RPJMD dari RKPD karena tidak fokus dalam problematikanya tapi nanti di KUAPPS akan diperjuangkan DPRD sebagai perwujudan aspirasi masyarakat.

Oleh karenanya tahapan dalam perumusan dan penyusunan dari tingkat Musrembang hingga menjadi RKPD di RPJMD perlu pengawalan bahkan gerakan masyarakat juga dibutuhkan sebagai rambu antisipasi penggunaan anggaran oleh pemkot sesuai dengan problematika yang terjadi dimasyarakat.

Sementara anggota Komisi B lainnya dari PKB Arif Wahyudi memaparkan”Kalau kita lihat karakteristik genangan air kisaran 1 sampai 2 jam sudah selesai artinya apa?

Berarti aliran air menuju sungai itu lemah,maka pemkot harus mencari jalan agar air tersebut dapat berjalan dengan lancar dari itu pelebaran drainase dan gorong-gorong perlu dilakukan ploting anggaran dan waktu itu harusnya menjadi prioritas program”pungkasnya
(Hermin/Red)