Modus Baru! Sewa Rumah Ternyata untuk Mempreteli Isinya Terjadi di Kebon Jeruk

SURABAYAONLINE.CO | Jakarta – Modus baru, bikin heboh warga Jakarta. Sebuah rumah besar yang tadinya berisi perabotoan menjadi kosong melompong. Semua seisi rumah, bahkan kusen-kusen habis, tinggal sisa-sisa bongkaran.

“Ini benar-benar kurang ajar Pak. Udah berani mati ini. Ini udah berani mati beneran ini,” ujar salah seseorang mengomentari dalam video tersebut, sambil berjalan menuju lantai atas. Diduga pria dalam video itu adalah pemilik rumah.

Ternyata setelah ditelusuri, rumah mewah itu diketahui terletak di kawasan Kedoya, Kebon Jeruk, Jakbar. Video itu kini menjadi viral dan beredar di medsos dan group WA. Rumah itu, ternyata dibongkar tanpa pemiliknya mengetahui.

Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk, AKP Yudi Ardiansyah, mengatakan otak dibalik pencurian, seseorang berpura-pura menyewa rumah, untuk kemudian agar bisa mempreteli isinya.

Polisi masih mengembangkan dan terus mendalami kasus ini. Berapa lama rumah tersebut disewa, sehingga pelaku sempat membongkar seluruh isi rumah. Termasuk marmer lantai dan kusen jendela hingga pintu.

“Pagi ini kami mau gelar perkara lagi, untuk beberapa tersangka, gelar perkara baru pagi ini. Nanti kita kabari sore,” ujar Yudi, Senin (22/3/2021), seperti dilansir Tribunnews.com.

Tiga Tukang Ditangkap Polisi Lima pelaku diamankan, dua dalam pengejaran Hingga berita ini diturunkan, polisi sudah mengamankan lima pelaku berinisial SG (47), ES (50), WA (33), KA (50), dan SU (58).

Tiga pelaku merupakan kuli bangunan yang membongkar rumah, sementara dua tersangka lain berperan sebagai pemberi perintah.

Menurut Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R. Manurung, rumah tersebut dibongkar oleh para pelaku.

Kemudian, material bangunan dicuri dan diserahkan ke pelaku SU. “Yang tiga orang kerja buka keramiknya, yang dua orang lagi menyuruh untuk bongkar,” ujar Manurung.

“Para pekerja mengaku sebagai orang yang disuruh mengerjakan pembongkaran atas barang bangunan rumah tersebut oleh Sdr. SU alias N,” jelasnya.

Para kuli bangunan lantas diberi upah sebesar Rp 125.000 per hari oleh SU. Baca juga: Kronologi Terungkapnya Pencurian Rumah Kosong di Kedoya

“Mereka dibayar Rp 125.000 per hari dengan maksud untuk diambil barang material bangunan rumah tersebut,” beber Manurung.

SU mengaku mengerahkan anak buahnya untuk membongkar rumah. Setelah itu, ia menjual bahan material itu kepada dua tersangka lain berinisial H dan A yang masih dalam pengejaran.

Rumah peninggalan orangtua Menurut Manurung, rumah itu milik Rudi Hartodjo (53). Properti tersebut merupakan peninggalan orangtuanya. Sebelum terjadi pembongkaran, rumah tersebut sempat disewakan pada terduga pelaku.

“Korban adalah pemilik rumah di tempat kejadian, yang merupakan peninggalan orangtuanya, dan saat ini dalam keadaan kosong tanpa penghuni,” ucap Manurung.
:
Kasus ini bisa terungkap setelah seorang saksi berinisial MH (56) mencurigai aktivitas pembongkaran rumah itu. MH, yang adalah kakak dari pemilik rumah, lantas menanyakan kepada orang-orang yang sedang membongkar.

“Pada 20 Maret 2021, saksi MH (56) melihat ada sekelompok orang yang tidak dikenalnya sedang bekerja membongkar material rumah, di antaranya kusen, genteng dan bagian rumah lainnya.”

Pekerja bangunan itu mengaku hanya disuruh bosnya untuk membongkar material rumah tersebut. Para kuli bangunan itu juga mengatakan bahwa mereka diberi upah Rp 125.000 per hari untuk membongkar rumah tersebut.

Setelah itu, saksi pun mengadukan hal tersebut ke petugas keamanan komplek dan pihak kepolisian.

“Atas kejadian itu, saksi menghubungi security komplek dan pihak kepolisian,” lanjut Manurung. (tribunnew.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *