Misi Pelayaran RS Terapung Ksatria Airlangga Dimasa Pandemi Covid-19

Surabayaonline.co | Surabaya – Meski sempat tertunda pandemi COVID-19, misi pelayanan Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) akhirnya bisa dilaksanakan lagi.

Dalam misi ke-42 ini, relawan yang tergabung dalam RSTKA memberikan pelayanan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik pada 20 hingga 29 November 2020. Ini juga misi kedua ke Bawean setelah misi pertama pada Oktober 2017.

Dr Agus Harianto SpB, selaku direktur RSTKA, mengungkapkan, salah satu tujuan dari misi di Bawean ini adalah bekerjasama dengan RSUD Umar Mas’ud Sangkapura dan membantu kebutuhan akan dokter spesialis sehingga beberapa operasi medis bisa segera dijalankan di lokasi.

Maka, dalam pelayanan medis periode 19-22 November, tim RSTKA menangani rawat jalan 122 pasien dan operasi bedah terhadap sepuluh pasien.
Aktivitas yang terkait medis juga meliputi edukasi pemeriksaan COVID-19 pada nakes RSUD Umar Mas’ud, pengambilan swab dan pemeriksaan Rapid Antigen untuk pasien pre-op. Juga ada 10 penyuluhan masyarakat dan pembagian masker di berbagai tempat.

LITERASI – Relawan RSTKA memberikan edukasi literasi pada masyarakat di Puskesmas Tambak, Bawean.

Pelayanan di Bawean juga dalam hal non-medis. Pada 20 November di Puskesmas Sangkapura, dilakukan penyuluhan ibu hamil tentang edukasi laktasi serta gizi terkait stunting.

Pada 21 November di tempat yang sama, ada penyuluhan terhadap karang taruna, guru dan kader Puskesmas.

Yang dibahas antara lain edukasi COVID-19, adaptasi kebiasaan baru, gizi terkait stunting, dan motivasi literasi menulis.

Pada 21 November di Puskesmas Tambak, juga dilakukan edukasi dengan tema sama dan katagori peserta yang sama dari kawasan Kecamatan Tambak.

Di antara pelayanan medis dan non-medis, para relawan juga melakukan pembagian bibit pohon manga pada masyarakat setempat, serta menggerakkan kerja bakti bersih-bersih pantai.

Selanjutnya, sejumlah edukasi juga disiapkan. Antara lain tentang potensi tanaman obat di Pulau Bawean, penataan kampung bersih dan sehat, hingga desa mandiri secara ekonomi.