Pengusaha Properti Kota Malang Gugat Bank UOB Terkait Cessie

SURABAYAONLINE.CO- Pengusaha properti kota Malang Hendrono Tjipto Utomo menggugat Bank UOB Indonesia kota Malang terkait perbuatan melawan hukum pengalihan piutang (Cessie) dari pihak UOB kepada pihak lain.

Menurut kuasa hukum penggugat Teguh Sarimatua,S.H dan Agus Salim,S.H mengatakan (14/11/2020), “Sesuai SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) Pengadilan Negeri Malang, gugatan perbuatan melawan hukum ini sudah terdaftar dengan nomer perkara 83/Pdt.G/2020/PN Mlg.

Langkah hukum ini berawal dari adanya surat tagihan piutang dari salah seorang yang mengaku telah membeli hak tagihan atau pengalihan piutang (Cessie) dari bank UOB atas nama nasabah tersebut atau dalam hal ini klien kami” terangnya

Sementara Hendro Tjipto Utomo sendiri menyampaikan ,”Saya menjadi nasabah UOB kota Malang selama 14 tahun dan tidak pernah menunggak angsuran. Pada bulan Juni, Juli dan Agutus 2018 saya memang tidak bisa membayar dan mendatangi Bank UOB untuk meminta ijin menjual rumah yang menjadi jaminan piutang namun dari pihak bank tidak diberikan ijin.

Saya memang pada tahun 2018 itu punya hutang sebesar Rp 9 miliar pada Bank UOB tetapi saya kaget karena tiba-tiba piutang saya dialihkan dari pihak bank kepada pihak ketiga dan saya harus membayar pada pihak ketiga tersebut tanpa ada perjanjian atau pemberitahuan sebelumnya,” paparnya.

Dari salah satu kuasa hukum penggugat Agus Salim,S.H juga menambahkan bahwa obyek jaminan piutang tersebut ada di daerah Jalan Panglima Sudirman kota Malang dengan nilai objek kurang lebih 18 milyar rupiah.
berbeda dengan pihak pengugat yang memberikan informasi lengkap pada media dari pihak kepala Bank UOB kota Malang atas nama Anie Kusuma yang kami hubungi melalui pesan WA tidak memberikan keterangan apapun sampai berita ini diturunkan.
(Hermin/Red)