Agar Ekonomi Bertumbuh UPM Genjot Program Kewirausahaan, Bank Muamalat Siap Bantu

Surabayaonline.co- Sebagai bentuk pendidikan, penelitian, dam pengabdian masyarakat (Tri Darma Perguruan Tinggi) Universitas Panca Marga Probolinggo Jawa Timur, mengadakan pelatihan kewirausahaan, di jl. Yos Sudarso.107 Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (22/10/20)

“Sebagai bentuk Tri Darma, diundang Bank Muamalat dan Rekan Panca Marga yang punya ketrampilan membuat fried chicken untuk mengadakan pelatihan usaha” ujar Eko Wahono Direktur Usaha dan Bisnis UPM

Dengan pelatihan kewirausahaan ini, diharapkan civitas akademika UPM dan masyarakat, khususnya teman-teman Panca Marga Jawa Timur punya alternatif untuk berwirausaha, sehingga perekonomian bisa bertumbuh.

“Goal dari pelatihan ini adalah fried chicken mas Indra ini, tidak hanya dikembangkan di Probolinggo, namun bisa akses dan dikembangkan oleh teman Panca Marga di Seluruh Jawa Timur” ujar Eko

Eko juga menyampaikan bahwa kegiatan kewirausahaan UPM tidak hanya dibidang kuliner saja, namun juga dibidang pertanian dan bidang-bidang lainnya.

Pelatihan bisnis fried Chicken ini dimentori langsung oleh Chef Indra Wahyudi (terkenal dengan nama Cak Blangkon -red), adalah penemu teknik ayam goreng tepung krispi pasti kriwul gak pake ribet (tanpa air dingin, telor, pijat), bebas darah dan lemak plus tanpa MSG.

Cak Blangkon saat pelatihan bisnis di UPM

Chef Indra Wahyudi yang mana adalah warga dari Panca Marga, mengharapkan tekniknya ini bisa dinikmati oleh masyarakat, utamanya dari wirausahawan mikro.

“Darah saya ini Panca Marga, saya tidak rela teknik saya ini jatuh ketangan pengusaha besar” kata Chef Indra alias Cak Blangkon

Dengan keunggulan yang banyak ini, Cak Blangkon berharap, pengusaha mikro dapat bersaing dengan pengusaha besar fried chicken luar negri, modal asing yang saat ini mulai menembus kota-kota kecil di Jawa Timur.

“Ada pengusaha besar yang ingin membeli hak cipta teknik saya, namun saya tolak” tukas Cak Blangkon.

Dari pengamatan awak media, bahwa teknik membuat ayam kriwul gurih yang diperagakan oleh Cak Blangkon ini, benar-benar mudah, tidak ribet, hasilnya pasti kriwul, tanpa darah dan lemak dan hal ini juga diakui oleh salah seorang peserta pelatihan.

“Gampang banget bikinnya dan rasanya enak gurih” kata salah satu peserta yang tidak mau disebutkan namanya.

Rosyida Vignesvari yang biasa dipanggil mbak Inez, pimpinan Cabang Bank Muamalat Probolinggo Jawa Timur, siap membantu UPM untuk mencetak para usahawan.

“Bilamana dibutuhkan Bank Muamalat siap membantu UPM melalui program Back To Back” kata Inez

Program Back to Back adalah program pinjaman yang menjaminkan sejumlah aset liquid, dimulai dari 25 juta sampai tak terhingga, yang cocok sekali untuk modal usaha. Keunggulan dari program Back to Back sangat ringan sekali cicilannya.

Selain program Back to Back, Bank Muamalat juga punya program unggulan lain yaitu progran ProHaj untuk memperpendek masa tunggu haji yang saat ini lamanya sudah mencapai 20 tahun. Bank Muamalat akan membayarkan lebih dahulu biaya awal sebesar 25 juta, sehingga nama calon jemaah haji bisa masuk dalam daftar antrian naik haji di kementerian Agama

Rosyida Vignesvari pimpinan Cabang Bank Muamalat

Inez juga menyampaikan bahwa menabung untuk berhaji disarankan melalui bank saja, lebih aman, karena bank mempunyai kompetensi mengelola keuangan yang lebih baik dari lembaga lain yang non perbankan.

“Info lebih lanjut monggo datang ke kantor kami” ujar Inez DiSut)