Pembukaan Alun-alun Surabaya Menuai Banyak Kritikan

SURABAYAONLINE.CO – Alun-alunKota Surabaya dibuka untuk publik, agar keindahannya bisa dinikmati sekaligus pamer. Namun agaknya pembukaan alun-alun ini di saat yang kurang tepat. Di tengah pandemi COVID-19, simbol kota itu diresmikan dan dibuka untuk umum yang akhirnya dibanjiri kritik.

Pertunjukan kesenian digelar sebagai penanda hadirnya lambang pusaran sebuah kota. Warga Surabaya yang sudah rindu untuk rekreasi benar-benar menemukan pemuas dahaga jalan-jalan. Mereka berbondong-bondong datang ke kawasan Balai Pemuda itu di Jalan Gubernur Suryo. Seperti merayakan sebuah kemenangan.

Penerapan protokol kesehatan pun dilakukan dengan ketat selama pelaksanaan pagelaran seni.Di satu sisi, Kota Surabaya masih berstatus zona orange waktu itu, di saat pembukaan alun-alun Surabaya.

“Lama tidak jalan-jalan, katanya sudah dibuka. Berarti kan boleh untuk datang,” kata Haryo Wisanto, salah satu warga, Jumat (21/8/2020).

Setiap hari, ratusan warga berjejal untuk bisa masuk. Meskipun di area dalam dibatasi 160 orang saja, para warga masih saja berjejal di luar area. Mereka terlihat berkerumun dengan antrean untuk bisa masuk dan menikmati keindahan air mancur berkabut serta pertunjukan seni yang ada di area dalam alun-alun.

Di tengah gegap gempita itu, status Kota Surabaya kembali ke zona merah COVID-19. Angka penularan kembali tinggi dan berpotensi bagi semua warga. Rangkaian pertunjukan seni yang diadakan di Alun-alun Kota Surabaya pun harus dihentikan.

Sebelumnya, acara pertunjukan seni di yang membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke alun-alun Kota Surabaya menuai banyak kritik dari warganet. Mereka menyayangkan acara tersebut diselenggarakan Pemkot Surabaya saat wabah Covid-19 masih tinggi di Kota Pahlawan tersebut. Apalagi pada Kamis (20/8/2020) kemarin, Kota Surabaya kembali berstatus zona merah.

Lomba tirakatan untuk mendoakan para pahlawan di hari kemerdekaan dilarang sekarang bikin hajatan sendiri,” tulis @mariyam6029 di kolom komentar instagram @suarasurabayamedia.

“Lagian bioskop ga boleh buka tapi pemerintah sendiri bikin acara seperti ini. Uda tau orang2 pada bosan di rumah ya pasti ngumpul lah kalo ada acara,” tulis @Ari_Kaizer di kolom komentar twitter @e100ss.

Akhirnya dilakukan penghentian sementara pertunjukan seni. Menurut Febriadhitya Prajatara Kabag Humas Pemkot Surabaya, dikarenakan membludaknya masyarakat yang datang sehingga protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 sulit diterapkan. Sedangkan pertimbangan membuka Alun-Alun Surabaya ini, karena ingin mengakomodir pelaku seni dan melatih pembiasaan masyarakat dalam kehidupan normal baru.

Pertunjukan seni di Alun-alun Surabaya yang mengundang kerumunan ratusan warga Kamis (20/8/2020) malam juga mendapat kritik dari kalangan anggota DPRD Surabaya.

Arif Fathoni Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Surabaya menilai kejadian dua hari kemarin menjadi ironi. Karena Pemkot Surabaya baru sepekan kemarin mengeluarkan Surat Edaran (SE) melarang warga untuk menggelar malam tasyakuran HUT Ke-75 Kemerdekaan RI dan melarang perlombaan dengan alasan mencegah penyebaran Covid-19.

“Ini tentu jadi ironi, karena seminggu sebelumnya Pemkot melarang warga untuk menggelar malam tirakatan dalam rangka proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Acara tirakatan jauh lebih sakral dibandingkan peresmian alun-alun yang nampaknya seperti sebuah taman saja,” ujar Fathoni, Jumat (21/8/2020).(*)