Sepatu Eksotis Terbuat dari Kulit Ceker Ayam

SURABAYAONLINE.CO-Gagasan dari Nurman Farieka Ramdhany, produsen sepatuini au sungguh unik. Tidak menggunakan kulit benatang seperti ular atau buaya, ia membuat sepatu dari kulit ceker ayam.

Dia ingin memberikan alternatif untuk kulit binatang yang eksotis, seperti kulit ular dan buaya, yang sering menjadi target para aktivis hak-hak hewan. Melalui perusahaannya, Hirka, Nurman mempekerjakan enam orang yang membuat sepatu dengan tangan.

Kaki ayam yang digunakan Hirka adalah sisa dari restoran lokal.

“Limbahnya banyak. Itu sebabnya kami mencoba memprosesnya untuk mendapatkan nilai lebih dari itu, ”kata Ramdhany.

Sepatu tersebut diterima pasar. Apalagi penampilan kulit ceker ayam dan teksturnya mirip dengan kulit ular. Malah bisa dibilang, kulit ular lebih rawan terkelupas dibanding ceker ayam.
Kulit ceker ayam yang digunakan berukuran lebar dan besar untuk memudahkan pengerjaan. Untuk itu dibutuhkan bobot ayam seberat -minimal, dua kilogram. Kulit tersebut dibersihkan kemudian melalui proses penyamakan sekitar 14 hari untuk mengubah kulit mentah menjadi kulit tersamak.

Prosesnya dimulai dengan mewarnai kulit ..dan kemudian menjahit dan memalu potongan-potongan itu.

Proses ini membutuhkan campuran tujuh bahan kimia. Untuk satu sepatu, dibutuhkan 20-80 kulit ceker ayam. Harganya sepatunya sendiri dipasarkan antara Rp 400.000 hingga Rp 6 juta per pasang.

FOTO:REUTERS

Selain Indonesia, sepatu ceker ayam ini bisa membawa Indonesia mendunia. Buktinya, sepatu ini sudah menembus banyak negara seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, Brazil, Perancis, Inggris, dan Turki. “Kemampuan produksi saat ini 40 pasang per bulan. Permintaannya lebih tinggi dari itu,” cetus dia. Ke depan, Nurman berniat meningkatkan produksi menjadi 500 pasang per bulan. Untuk mendapatkan jumlah itu, ia bakal melibatkan banyak vendor.

“Anda bisa merasakan kemewahan dari bahan ini,” kata Ramdhany, pria Bandung yang putus kuliah ini.

Seorang pelanggan mengatakan kepada Reuters, “kami selalu berpikir bahwa kaki ayam digunakan untuk membuat makanan atau keripik, tetapi ini digunakan sebagai bahan untuk sepatu. Ini juga ingin tahu, menarik, dan unik. ”

Ramdhany berharap pelanggan akan melihat nilai perusahaannya, yang berasal dari keahlian dan dari mengurangi tekanan pada spesies reptil eksotis.(*)