Jasad Korban Terseret Arus Sungai Brantas Ditemukan.

SURABAYAONLINE.CO-Fahrurozzy (21) warga Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang hilang karena terseret arus Sungai Brantas saat mencari batu yang terletak di Dusun Plampangan, Desa Jugo Kabupaten Blitar, pada pada Jumat (11/10/2019) pukul.12.00 telah  ditemukan oleh Team SAR dan BPBDKab Blitar dan Satuan Polres Blitar sekitar pkl.16.00 tadi (12/10) telah

Menurut Kapolsek Kesamben AKP Mujianta, setelah dilakukan pencarian selama 24 Jam yang dibantu masyarakat desa setempat akhirnya di temukan,walau kondisi pria lajang itu sudah meninggal dunia.

“Benar korban Allhamdulilah telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,temuan dari TKP pencarian korban ditemukan dengan jarak 1 kilo meter kondisi korban hanya kenakan celana pendek”. Terang AKP Mujianta.

Perlu di ketahui bahwa pada,Jumat (11/10) korban Diki Fachru Rozi bersama temanya Zaim Bagus (21) dari Malang mencari batu untuk tanaman bonsai hias, sementara kondisi aliran Sungai Brantas tidak begitu deras karena musim kemarau, menurut Zaim Bagus rekan korban saat melapor di Polsek Kesamben ,bahwa awalnya korban mencari batu krikil di pinggir sungai bersamanya,tanpa sepengetahuan temannya korban ke tengah di kedalaman Sungai Brantas, dan tiba-tiba korban terseret arus, bahkan Bagus sempat menolong korban, namun sia sia, karena arus bawah Sungai Brantas sangat deras,akhirnya korban tidak tertolong,yang dibantu oleh masyarakat sekitar ikut menolong, setelah Bagus teriak minta tolong.

“Sat itu teman korban sempat menolong hingga kurang lebih 100 meter. Namun arus yang deras membuat korban hanyut dengan cepat dan tidak terlihat lagi oleh temannya,” kata Mujianta.

Kini jenasah  dievakuasi ke RSUD.Ngudi Waluyo Kec.Wlingi Kab.Blitar, guna dilakukan proses selanjutnya, sekaligus akan di serahkan kepada pihak keluarganya, yang sejak Jumat sore mengikuti pencarian korban.

“Setelah proses dari pihak RSUD Ngudi Waluyo segera kita serahkan kepada kuarganya,yang kebetulan keluarga korban mengikuti team untuk proses pencarian korban,” pungkas AKP.Mujianta.(ari)