Oleh: Gatot Sundoro
SURABAYAONLINE.CO – Telah masyhur di tengah masyarakat sebuah hadits yang menyatakan bahwa ramadhan dibagi menjadi tiga; Awal ramadhan terdapat rahmat, tengahnya merupakan ampunan dosa dan akhir ramadhan terdapat pembebasan dari api neraka.
Harus dipahami bahwa hadits tersebut diatas adalah hadits yang dhaif (lemah). Justru rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka ada di seluruh ramadhan, bukan sepertiga saja.
Hal ini diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, Rasulullah Saw bersabda:” Sesungguhnya di setiap hari dan malam bulan ramadhan dari ALLOH ada pembebasan dari api neraka, dan bagi setiap muslim ada doa yang jika ia berdoa maka akan diijabah.” (HR. Ahmad)
Dengan demikian jelaslah bahwa di seluruh waktu di bulan ramadhan terdapat rahmat, seluruh ramadhan terdapat ampunan dosa dan seluruhnya terdapat kesempatan bagi orang mukmin untuk terbebas dari api neraka, tidak hanya sepertiganya.
Rahmat dan ampunan ALLOH SWT tidaklah mungkin dibatasi oleh ruang dan waktu.
ALLOH Berfirman:” Rahmat-KU mencakup segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf : 156)
Dalam sebuah hadits, Nabi Saw bersabda:” Disetiap malam, ketika tersisa sepertiga malam yang terakhir, TUHAN turun ke langit yang terdekat, lalu berfirman” Barangsiapa berdoa kepada-KU akan AKU kabulkan, siapa yang meminta kepada-KU akan AKU berikan, dan siapa yang memohon ampunan akan AKU ampuni dia.” (HR. Bukhari dan Muslim)


